Hari Sepeda Sedunia: Pahami 5 Jenis Sepeda Statis untuk Olahraga

Kunta Bayu Waskita

Editor: Kunta Bayu Waskita

Sepeda statis untuk kesehatan terdiri dari lima jenis, teliti memiih sebelum membeli (Jovi Arnanda/Skor.id).
Sepeda statis untuk kesehatan terdiri dari lima jenis, teliti memilih sebelum membeli (Jovi Arnanda/Skor.id).

SKOR.id – Hari Sepeda Sedunia (World Bicycle Day) diperingati oleh warga dunia tiap tanggal 3 Juni.

Ide merayakan Hari Sepeda Sedunia pertama kali dikemukakan oleh ilmuwan sosial Polandia-Amerika, Profesor Leszek Sibilski yang bekerja di Amerika Serikat. 

Sepeda dianggapnya sebagai simbol kemajuan manusia mendorong toleransi, saling pengertian, dan menghormati, serta memfasilitasi inklusi sosial dan budaya perdamaian.

Sepeda menurut Sibilski juga merupakan "Simbol transportasi berkelanjutan dan menyampaikan hal-hal positif pesan untuk mendorong konsumsi dan produksi berkelanjutan, dan memiliki dampak positif terhadap iklim."

Sibilski memulai kampanye di tingkat akar rumput untuk mengajak PBB ikut serta dalam merayakan Hari Sepeda Sedunia setiap tahun. 

Ide tersebut akhirnya mendapat dukungan dari Turkmenistan dan 56 negara lainnya. 

Pada April 2018, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa mengumumkan bahwa Hari Sepeda Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 3 Juni.

Dan kini Hari Sepeda Sedunia juga dikaitkan dengan promosi gaya hidup sehat.

Seiring berjalannya waktu, teknologi makin canggih sehingga bersepeda untuk tujuan latihan dan kesehatan bisa dilakukan tanpa keluar rumah.

Kini sudah ada sepeda statis sebagai salah satu alternatif pilihan bersepeda. 

Ada beberapa jenis sepeda statis yang beredar di pasaran. Tapi sebelum Anda membelinya, penting untuk memahami berbagai jenis sepeda statis tersebut. 

Artikel ini akan membantu Anda menavigasi dan mempelajari lebih lanjut tentang jenis sepeda statis, hal disukai dari sepeda tersebut, dan yang perlu Anda ketahui sebelum memesannya.

Jenis Sepeda Statis

Ada lima kategori umum sepeda statis untuk olahraga: sepeda telentang (recumbent bikes), sepeda tegak (upright bikes), sepeda dalam ruang (indoor cycling bikes), sepeda udara (air bikes), dan sepeda lipat (folding bikes).

Bersama-sama, kita akan pelajari lebih dalam tentang sepeda olahraga ini sehingga Anda bisa mendapatkan gambaran tentang sepeda mana yang terbaik untuk Anda dan tujuan kebugaran Anda.

1. Indoor Cycling Bikes

Indoor cycling bikes atau sepeda dalam ruangan mungkin merupakan jenis sepeda stasioner yang paling umum dan paling dikenal. 

Peloton mungkin merupakan contoh merek sepeda dalam ruangan yang paling terkenal (namun ada alternatif lain yang lebih murah selain Peloton).

Sepeda ini akan terlihat dan terasa paling mirip dengan sepeda jalan raya tradisional.

Setang berada di depan Anda, sehingga menyebabkan Anda sedikit condong ke depan. Saat berolahraga, Anda bisa berpindah dari posisi duduk ke posisi berdiri.

Pedalnya terletak tepat di bawah kaki Anda. Beberapa sepeda dilengkapi dengan pedal sangkar, yang dapat digunakan dengan sebagian besar sepatu olahraga.

Beberapa sepeda dilengkapi dengan clip-in, yang memerlukan sepatu bersepeda khusus. 

Anda dapat mengharapkan tempat duduk yang kecil dan sempit pada sepeda dalam ruangan ini, meskipun Anda dapat membeli tempat duduk yang lebih besar dan nyaman pada banyak model.

Hal yang membuat indoor cycling bikes unik di antara sepeda olahraga adalah roda gilanya yang terbuka, yang akan menggunakan gesekan atau hambatan magnet untuk menciptakan tingkat intensitas yang berbeda. 

Sering kali, Anda dapat mengontrol level resistensi dengan kenop yang dapat Anda putar langsung melalui flywheel

Beberapa sepeda kelas atas bahkan memungkinkan Anda menyesuaikan hambatan secara digital.

Dari segi harga, sepeda dalam ruangan ini berkisar dari hanya beberapa ratus dolar AS di Amazon hingga ribuan dolar AS. 

Beberapa, seperti NordicTrack S22i, hadir dengan dumbel, layar sentuh mewah, kipas internal, dan program interaktif. 

Lainnya, seperti Schwinn IC4, memiliki label harga lebih rendah namun tetap memberikan kinerja yang baik.

Kelebihan Indoor Cycling Bike

  • Banyak pilihan berbeda di pasaran 
  • Paling mirip dengan sepeda luar ruangan 
  • Anda mengendalikan tingkat resistensi
  • Cocok untuk latihan intensitas tinggi
  • Jejak yang lebih kecil dibandingkan dengan mesin kardio lainnya

Kekurangan Indoor Cycling Bike

  • Teknik/bentuk yang buruk dapat menyebabkan cedera (yang paling umum adalah sakit punggung)
  • Tidak ada latihan tubuh bagian atas yang nyata
  • Banyak yang menganggap sepeda jenis ini tidak nyaman karena tempat duduknya sempit

2. Recumbent Bikes 

Recumbent bikes atau sepeda telentang seperti Schwinn 270 Recumbent Bike mungkin tidak akan selaras dengan visual di kepala Anda.

Model sepeda olahraga ini unik karena menempatkan pengendara lebih dekat ke tanah dengan pedal berada di depan badan, bukan langsung di bawah. 

Pedalnya berada di depan, ini umumnya dianggap sebagai gaya sepeda dengan dampak paling rendah.

Selain itu, jok sepeda telentang memiliki sandaran, yang membuat posisi pengendara hampir bersandar dibandingkan dengan sepeda olah raga lainnya. 

Memiliki sandaran pada kursi juga memberikan penyangga punggung, menjadikannya pilihan tepat bagi orang-orang yang mungkin mengalami nyeri saat bersepeda. 

Joknya juga biasanya lebih besar dan empuk dibanding jok sepeda olahraga lainnya, sehingga dapat menciptakan pengendaraan yang lebih nyaman bagi pengendara sepeda.

Desain sepeda telentang yang mudah diakses menjadikannya ideal untuk orang yang mungkin baru pulih dari cedera, berusia lanjut, atau memiliki disabilitas. 

Hal yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa sepeda telentang kemungkinan besar tidak akan memberi Anda latihan yang menegangkan seperti yang dilakukan sepeda jenis lain. 

Salah satu alasannya adalah karena pada sepeda lain, Anda memiliki kemampuan untuk berkendara dari posisi berdiri atau menggunakan pegangan yang dapat digerakkan untuk melatih tubuh bagian atas.

Kelebihan Recumbent Bikes 

  • Pengendara sepeda lebih dekat dengan permukaan tanah sehingga lebih mudah diakses.
  • Sepeda memberikan lebih banyak dukungan untuk punggung bawah Anda 
  • Dampak lebih rendah pada persendian 
  • Ideal untuk manula atau mereka yang baru pulih dari cedera

Kekurangan Recumbent Bikes

  • Kurangnya core engagement
  • Hanya satu cara untuk mengendarai sepeda, yang berarti lebih sedikit keserbagunaan dalam latihan
  • Jejak kaki lebih besar dibandingkan sepeda olahraga lainnya

3. Upright Bikes

Istilah upright bikes (sepeda tegak) sering disalahartikan sebagai sepeda yang menempatkan Anda dalam posisi tegak. 

Namun, sepeda tegak sebenarnya sedikit berbeda dari, katakanlah, sepeda dalam ruangan (indoor cycling bike). 

Sepeda tegak membuat Anda duduk tegak dengan pedal tepat di bawah Anda, mirip dengan sepeda jalan raya tradisional.

Namun, pegangannya cenderung diposisikan lebih dekat ke tubuh Anda.

Membuat Anda tetap dalam posisi tegak sepanjang waktu, dibanding posisi bersandar ke depan seperti yang Anda lakukan pada sepeda dalam ruangan. 

Kedekatan antara jok dan setang menghasilkan tapak yang lebih kompak dibanding jenis sepeda lainnya.

Tempat duduk pada sepeda tegak berukuran lebih kecil dibanding tempat duduk pada sepeda telentang, namun cenderung lebih besar dibanding tempat duduk sepeda bersepeda kecil.

Kelebihan Upright Bikes

  • Tempat duduknya cenderung lebih nyaman dibanding sepeda dalam ruangan. 
  • Jejak kaki lebih kecil dibanding model sepeda lainnya
  • Memungkinkan Anda menyelesaikan latihan intensitas tinggi

Kekurangan Upright Bikes

  • Tidak banyak pilihan sepeda tegak di pasaran
  • Beberapa orang menganggap posisi vertikal yang dipaksakan tidak nyaman

4. Air Bikes 

Jika Anda pernah ke gym CrossFit, kemungkinan besar Anda pernah melihat air bikes atau sepeda udara sebelumnya. 

Sepeda dalam ruangan menggunakan roda gila, sedangkan sepeda udara ditandai dengan kipasnya, yang berfungsi sebagai “roda” depan dan merupakan cara sepeda menghasilkan hambatan. 

Makin cepat Anda mengayuh, makin besar hambatan yang Anda hasilkan. 

Sayangnya, kipas ini juga terkenal berisik, jadi ini bukan pilihan terbaik bagi orang yang membutuhkan pilihan olahraga yang tenang.

Pedal pada sepeda udara terletak di bawah kaki Anda, sama seperti pada sepeda dalam ruangan. 

Mengenai jok, ukuran dan bantalan bervariasi tergantung modelnya (Rogue Echo Bike dianggap memiliki jok paling nyaman dari semua sepeda udara).

Keuntungan besar dari sepeda udara adalah hampir selalu memiliki pegangan yang dapat digerakkan, yang mengikat tubuh bagian atas Anda. 

Cara kerjanya sedikit mirip dengan lengan elips, di mana Anda dapat menggerakkan lengan untuk membantu kaki Anda melakukan pekerjaan tersebut.

Jika pernah menggunakannya, Anda pasti tahu sepeda ini dapat memberi Anda latihan yang cukup, sehingga cocok untuk latihan interval atau latihan HIIT. 

Namun, dampaknya masih sangat rendah, menjadikannya latihan yang ideal bagi orang yang cedera.

Kelebihan Air Bikes

  • Cocok untuk olahraga yang intensif 
  • Menambahkan elemen bodi bagian atas dengan pegangan bergerak 
  • Harga relatif tidak mahal antara 400 dolar AS-1.000 dolar AS 

Kekurangan Air Bikes

  • Kipas bisa menimbulkan kebisingan
  • Footprint biasanya lebih besar dibanding sepeda stasioner lainnya
  • Tidak ada kemampuan untuk menyesuaikan resistensi
  • Monitor biasanya sangat mendasar

5. Folding Bikes 

Folding Bikes atau sepeda statis lipat sangat cocok untuk siapa saja yang ingin menghemat ruang.

Sepeda ini tidak selalu dibuat dari bahan yang paling kokoh tetapi tersedia dalam berbagai variasi. 

Mirip dengan sepeda dalam ruangan, pegangannya ada di depan Anda dan pedalnya terletak di bawah kaki Anda.

Jika Anda mencari sepeda yang memungkinkan Anda melakukan latihan kardio yang intensif, ini mungkin bukan sepeda yang tepat untuk Anda. 

Banyak model sepeda ini yang terasa tidak stabil saat digunakan dengan intensitas tinggi karena dibuat untuk dilipat dan disimpan.

Karena ukurannya yang ringkas, sepeda lipat jarang memiliki fitur seperti yang Anda temukan pada sepeda dalam ruangan. 

Sebagian besar memiliki monitor yang sangat sederhana, dan hanya sedikit yang memiliki “ekstra” seperti tempat botol air atau tempat perangkat. 

Kelebihan Folding Bikes 

  • Footprint kecil 
  • Penyimpanan mudah 
  • Harga terjangkau 

Kekurangan Folding Bikes

  • Tidak dimaksudkan untuk latihan intensitas tinggi
  • Seringkali memiliki berat maksimum yang rendah
  • Jangan berharap ada semua kelebihan yang dimiliki sepeda lain

Source: Garage Gym Review

RELATED STORIES

Bersepeda Jadi Alternatif Pemain Persib Bandung untuk Jaga Kebugaran

Bersepeda Jadi Alternatif Pemain Persib Bandung untuk Jaga Kebugaran

Para pemain Persib saat ini menggandrungi olahraga bersepeda untuk menjaga kebugaran mereka.

Bersepeda Baik untuk Menurunkan Berat Badan, Menurut Ahli Kebugaran

Bersepeda Baik untuk Menurunkan Berat Badan, Menurut Ahli Kebugaran

Jika Anda ingin mengetahui jenis olahraga apa yang bisa membantu diet Anda, Anda akan senang mendengar bahwa bersepeda ada di antara daftarnya.

Gabungkan Sepeda Statis dan Peregangan, 13 Menit Langsung Bakar Kalori

Gabungkan Sepeda Statis dan Peregangan, 13 Menit Langsung Bakar Kalori

Bersepeda adalah pilihan kardio yang baik, dampaknya rendah sehingga mengurangi tekanan pada persendian.

Latihan Pilihan Para Ahli untuk Menurunkan Glukosa

Dari para ahli, Anda bisa mengetahui tipe latihan yang direkomendasikan untuk menurunkan kadar gula dalam darah.

Skor co creators network
RIGHT_ARROW
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
RIGHT_ARROW

THE LATEST

Piala Asia U-17 2025 di Arab Saudi atau AFC U-17 Asian Cup Saudi Arabia 2025. (Deni Sulaeman/Skor.id)

Timnas Indonesia

Piala Asia U-17 2025: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

Jadwal, hasil, dan klasemen Piala Asia U-17 2025, yang terus diperbarui seiring berjalannya turnamen.

Taufani Rahmanda | 03 Apr, 16:54

Timnas U-17 Korea Selatan vs Timnas U-17 Indonesia (Korea Selatan U-17 vs Indonesia U-17) pada Grup C Piala Asia U-17 2025 di Arab Saudi, 4 April 2025. (Deni Sulaeman/Skor.id)

Timnas Indonesia

Prediksi dan Link Live Streaming Korea Selatan vs Indonesia di Piala Asia U-17 2025

Timnas U-17 Indonesia mengawali kiprah di Piala Asia U-17 2025 dengan bersua Korea Selatan U-17, Jumat (4/4/2025) malam WIB.

Taufani Rahmanda | 03 Apr, 16:05

Klub asal Filipina, Makati FC, yang diperkuat empat pemain Timnas putri Indonesia pada PFF Womens Football League 2025. (Deni Sulaeman/Skor.id)

Timnas Indonesia

4 Pemain Timnas Putri Indonesia Gabung Klub Filipina di PFF Womens Football League 2025

Tiga pemain Timnas putri Indonesia bahkan langsung unjuk gigi bersama Makati FC di PFF Womens Football League 2025.

Taufani Rahmanda | 03 Apr, 14:04

Honor of Kings (Jovi Arnanda/Skor.id)

Esports

Aksi Mulia Komunitas Honor of Kings di Hari Raya

Honor of Kings mengajak komunitasnya untuk turut serta dalam program donasi yang digelar melalui acara Ramadhan Livestream Fest.

Gangga Basudewa | 03 Apr, 14:03

Ketua Umum PSSI Erick Thohir. (Foto: Yogie Gandanaya/Grafis: Yusuf/ Skor.id)

Timnas Indonesia

Timnas Indonesia Naik Peringkat FIFA, Erick Thohir Tegaskan Terus Kejar 100 Besar

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, merespons peningkatan peringkat Timnas Indonesia pada Ranking FIFA terbaru.

Taufani Rahmanda | 03 Apr, 11:44

ragnar oratmangoen timnas

National

Ragnar Oratmangoen Beri Bantuan untuk Anak-anak di Gaza Rayakan Lebaran Idulfitri 2025

Penyerang Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen, memberikan bantuan hadiah, permen, minuman, dan kegiatan bermain.

Taufani Rahmanda | 03 Apr, 10:05

Arema FC.jpg

Liga 1

Arema FC Isyaratkan Bakal Ada Pemain Asing yang Didepak

Manajemen Arema FC sudah mulai membuat proyeksi tim untuk menatap musim depan.

Rais Adnan | 03 Apr, 07:55

ole romeny - timnas indonesia

AQUA X TIMNAS INDONESIA

AFC Pilih Gol Ole Romeny ke Gawang Bahrain Jadi yang Terbaik

Gol Ole Romeny ke gawang Bahrain terpilih sebagai gol terbaik pada matchday 7 & 8 putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Rais Adnan | 03 Apr, 07:15

CdM Indonesia di Olimpiade 2024, Anindya Bakrie

National

Saham Pengusaha Indonesia Berkurang di Oxford United

Pengurangan saham itu memengaruhi wewenang untuk mengontrol kebijakan klub asal Inggris tersebut.

Rais Adnan | 03 Apr, 06:25

Alter Ego MDL dan MPL. (Rahmat Ari Hidayat/Skor.id)

Esports

Tazz Isyaratkan Bakal Kembali ke MPL

Tazz musim ini tidak masuk dalam roster Alter Ego baik MPL maupun MDL.

Gangga Basudewa | 03 Apr, 02:48

Load More Articles