SKOR.id - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru, Ferry Paulus, mengungkapkan semua pertandingan di Liga 2 musim baru akan memakai Video Assistant Referee (VAR).
VAR sejatinya sudah mulai dipergunakan pada kompetisi sepak bola kasta kedua di Indonesia musim ini, namun baru untuk laga perebutan peringkat ketiga dan final.
Setelah diimplementasikan dalam dua duel tersebut, PT LIB selaku operator kompetisi pun memastikan seluruh pertandingan pada Liga 2 2025-2026 bakal memakai VAR.
Ferry Paulus juga optimistis, bahwa jumlah wasit VAR sudah memadai di Indonesia untuk bisa bertugas tidak hanya untuk Liga 1, melainkan juga ketika laga Liga 2.
“Ke depan, kami pasti pasti menggunakan VAR secara keseluruhan untuk Liga 2,” katanya usai final Liga 2 2024-2025 di Stadion Manahan, Solo, Rabu (26/2/2025) malam.
“Kalau melihat dari Komite Wasit, kan mereka sudah dan akan terus melakukan pelatihan, kemudian saat ini juga semakin hari semakin baik (wasit-wasitnya)."
“Awalnya cuma 13 wasit (VAR di Indonesia), sekarang sudah dapat lebih dari 20. Kami yakin itu akan mencapai target (memenuhi),” Ferry Paulus menjabarkan.
Selain VAR, PT LIB juga memastikan Liga 2 2025-2026 hanya akan diikuti oleh 20 klub dan dengan format baru, setelah musim ini terdapat 26 tim sebagai pesertanya.

Pada Liga 2 2024-2025 terdapat dua fase sebelum bisa menentukan tim promosi dan degradasi, yakni babak pendahuluan lalu lanjutan (8 besar dan play-off degradasi).
Untuk musim depan, grup awal sudah akan menentukan nasib tim (promosi-degradasi), dengan jumlah grup lebih sedikit tapi jumlah mainnya yang lebih banyak di fase itu.
Pada babak pendahuluan musim ini, ada tiga grup dan tiap tim berhadapan dua kali (home-away). Untuk Liga 2025-2026 cuma dua grup, namun berhadapannya tiga kali.
“Jumlah tim (musim depan) tinggal 20, jadi (grup) kiri-kanan, dan formatnya sudah kompetisi penuh, dengan triple round robin di masing-masing grup,” ujar Ferry Paulus.
“Wilayah Barat dan Wilayah Timur berisi sama 10 tim. Tiga kali ketemu lawan yang sama yaitu kandang, tandang, dan sisanya campur ada yang kandang atau tandang.”
“Penuncak setiap grup akan promosi dan dipertemukan untukcari juaranya. Runner-up grupnya juga bersaing, memperebutkan tiket terakhir untuk promosi ke Liga 1.”
“Yang bawah (posisi akhir grup), peringkat 10 langsung degradasi, kemudian yang 9 akan tanding di play-off (menghindari degradasi), Ferry Paulus menguraikan.