SKOR.id - Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, sangat bangga bisa mempersembahkan medali perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2025.
Meskipun belum mampu menjadi yang terbaik, itu adalah pencapaian tertinggi wakil Merah Putih di turnamen elite tersebut.
Sepanjang perjalanannya hingga ke semifinal, Putri juga sukses menaklukkan sederet pemain top.
Paling mengesankan adalah ketika dia menang atas andalan Jepang, Tomoka Miyazaki, di babak 16 besar, lalu menyingkirkan pebulu tangkis senior India, Pusarla V Sindhu, di perempat final.
"Sangat luar biasa bisa mendapatkan medali perunggu di sini. Walaupun ada lawan dari Hong Kong dan Brasil, itu juga cukup menyulitkan saya. Kemudian, yang terberat tentunya melawan Sindhu," kata Putri.
Sayang, langkahnya menuju final terjegal mantan juara dunia asal Negeri Sakura, Akane Yamaguchi.
Meski sempat memberi perlawanan, Putri ternyata masih kalah pengalaman dibanding sang lawan yang memang punya banyak jam terbang di level tertinggi.

Tapi hal itu tak membuatnya kecewa. Putri justru bersyukur melihat perkembangan dirinya.
Beberapa tahun lalu, dia kerap dihujani komentar negatif karena tak mampu berbicara banyak dalam turnamen, hampir selalu gugur di babak-babak awal.
Kini, pebulu tangkis asal Tangerang tersebut menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang bakal berdiri di podium Kejuaraan Dunia BWF 2025.
Bukan hanya membungkam kritik, dia juga berhasil mengubahnya menjadi pujian.
"Kalau bisa diulang ke belakang rasanya sedih juga. Tapi, saya bisa berada di sini sekarang berkat orang tua dan orang-orang di belakang saya, yang mendukung saya pada saat saya jatuh," ujar Putri.
Selesai Kejuaraan Dunia BWF 2025, Putri Kusuma Wardani resmi menjadi tunggal putri nomor satu Indonesia.
Perolehan poinnya bakal melampaui sang senior Gregoria Mariska Tunjung yang hanya mampu sampai babak 16 besar.
Berdasarkan perhitungan, Putri akan melejit ke peringkat ketujuh dunia, menggeser Gregoria ke urutan kedelapan.
Namun, Putri belum puas. Dia ingin tampil lebih baik lagi, menjaga konsistensi di Top 10 dunia, sampai akhirnya berlaga di Olimpiade 2028.
Pesta olahraga terbesar di dunia itu belum pernah dirasakan Putri sepanjang kariernya.
"Alhamdulilah bisa menjadi tunggal putri pertama Indonesia. Pastinya ranking-nya ingin lebih baik lagi dari sekarang, dan saya mau buktikan ke orang-orang kalo saya juga bisa bersaing di Top 10," katanya.
"Saya bermimpi ingin bermain di Olimpiade 2028 dan bisa naik podium," dia memungkasi.