7 ''Big Game Player'' Inter Milan di Era Modern, Tak Ada Icardi atau Lukaku

Teguh Kurniawan

Editor:

 

  • Sejak 1990an, klub asal Italia, Inter Milan, memiliki sederet bintang yang bisa dikategorikan sebagai "big game player".
  • Mereka selalu dapat diandalkan untuk meloloskan tim dalam situasi sulit, maupun menciptakan aksi penentu pada momen krusial.
  • Skor.id menjabarkan tujuh di antaranya, termasuk Diego Milito, Zlatan Ibrahimovic, dan Ronaldo.

SKOR.id - Apabila diartikan secara sederhana, "big game player" merupakan pemain yang mampu memberi kontribusi penting dalam laga besar atau krusial.

Sejak 1990an, klub asal Italia, Inter Milan, memiliki sederet bintang yang bisa dikategorikan sebagai "big game player".

Mereka selalu dapat diandalkan untuk meloloskan tim dalam situasi sulit, maupun menciptakan aksi penentu pada momen-momen bersejarah.

Mauro Icardi dan Romelu Lukaku boleh saja mencetak banyak gol buat I Nerazzurri, tapi kesuksesan mereka belum bisa dibandingkan dengan para legenda di bawah ini.

Baca Juga: Butuh Rp2,3 Triliun, Inter Milan Siap Jual 6 Pemain

Mengutip laman 90min, berikut ada 7 "big game player" yang mempunyai peran luar biasa dalam periode emas Inter di era modern. 

1. Diego Milito

Ketika Jose Mourinho mendatangkan striker asal Argentina berusia 30 tahun dari klub gurem Genoa, banyak yang mengernyitkan dahi.

Namun, keraguan berubah jadi puja-puji ketika Milito sukses membawa Inter meraih gelar treble pada musim debutnya, 2009-2010.

Selama lima tahun merumput bersama Inter, pemain berjuluk El Principe itu mampu melesakkan 75 gol dalam 171 penampilan kompetitif.

Momen menentukan: Milito dengan dingin menghujamkan dua gol ke gawang Bayern Munchen pada final Liga Champions 2010--salah satu laga terpenting dalam sejarah Inter.

2. Zlatan Ibrahimovic

Meski lebih populer di kalangan suporter AC Milan, Ibra menikmati salah satu periode tersuksesnya bersama klub rival Inter.

Pada 2006-2009, striker asal Swedia itu mampu mempersembahkan tiga scudetto beruntun, sebelum hengkang ke Barcelona.

Selama itu, dia juga melesakkan 66 gol dalam 117 pertandingan di semua kompetisi buat I Nerazzurri, jadi momok menakutkan di kotak penalti.

Momen menentukan: Inter butuh kemenangan untuk memastikan gelar Serie A 2007-2008, hanya unggul satu poin dari AS Roma.

Ibrahimovic muncul sebagai pahlawan dengan dua gol vital ke gawang Parma dalam laga pamungkas.

3. Samuel Eto'o

Ketika Ibra pergi ke Barcelona, Inter mendapatkan Eto'o sebagai gantinya. Sama sekali tidak buruk, karena striker asal Kamerun itu sedang berada pada puncak karier.

Baca Juga: 3 Pemain Inter Milan yang Penampilannya Dinilai Buruk Musim Ini

Buktinya, Eto'o mampu melesakkan 53 gol dalam dua musim di Giuseppe Meazza, menciptakan duet maut bersama Milito.

Namun, kebersamaannya dengan Inter hanya berlangsung singkat, menyusul adanya tawaran super mewah dari klub Rusia, Anzhi Makhachkala.

Momen menentukan: Melesakkan dua gol dalam kemenangan 3-1 Inter atas Palermo di final Coppa Italia 2011--trofi terakhir yang diraih Nerazzurri sampai saat ini.

4. Julio Cesar

Tak banyak yang tahu namanya ketika datang pada 2005. Namun, bersama Inter, Cesar berkembang jadi salah satu kiper terbaik di dunia.

Bukan kebetulan bila Nerazzurri yang tak pernah juara Serie A selama 16 tahun, kemudian sukses merebut lima scudetto berturut-turut antara 2005-2010.

Penjaga gawang asal Brasil itu merupakan pilar penting dalam periode emas tersebut, mencatat 300 penampilan di bawah mistar Inter.

Momen menentukan: Cesar melakukan penyelamatan gemilang atas Lionel Messi saat Inter menghadapi Barcelona di semifinal Liga Champions 2010.

Aksi tersebut menginspirasi keberhasilan Nerazzurri lolos ke partai puncak, sebelum mengandaskan Muenchen di Santiago Bernabeu.

 

5. Javier Zanetti

Sederhananya, dia adalah Mister Inter. Datang pada 1995, jadi kapten pada 2001, dan kini dipercaya sebagai wakil presiden klub pasca pensiun.

Hampir dua dekade merumput di Giuseppe Meazza, Zanetti tampil 858 kali membela Inter di semua kompetisi--sampai saat ini masih jadi rekor terbanyak dalam sejarah klub.

Dia memenangkan semua gelar yang ada bersama Nerazzurri, dari Serie A, Coppa Italia, Supercoppa, Piala UEFA, Liga Champions, sampai Piala Dunia Antarklub.

Momen menentukan: Tak pernah mengeksekusi penalti sekalipun dalam kariernya, Zanetti justru sukses melesakkan sepakan vital dari titik putih versus Roma di Supercoppa 2008.

6. Wesley Sneijder

Tak begitu sukses bersama Real Madrid, Sneijder berupaya memperbaiki karier bersama Inter. Keputusan tersebut terbukti tepat.

Meski hanya empat musim merumput di Stadion Giuseppe Meazza, gelandang asal Belanda itu mampu jadi otak permainan tim asuhan Jose Mourinho.

Sneijder membawa Inter jadi penguasa Italia dan Eropa, sebelum hantu cedera memaksanya melanjutkan petualangan ke Turki bersama Galatasaray.

Momen menentukan: Milito disorot atas sepasang gol brilian, tapi Sneijder lah bintang Inter sesungguhnya pada final Liga Champions 2010.

Dia berhasil mendominasi lini tengah versus deretan gelandang Bayern, dan mengirim assist krusial buat lesakan pembuka Milito.

7. Ronaldo

Jika bukan karena sederet cedera yang menimpanya, Ronaldo mungkin sudah jadi legenda Inter saat ini.

Meski demikian, striker asal Brasil itu tetap mampu mencetak 59  gol dalam 99 penampilan selama lima musim berkostum Nerazzurri.

Baca Juga: Man City Tertarik Gaet 3 Pemain Inter Milan

Ketika berada dalam kondisi prima, tak ada satupun pemain lawan yang mampu menghentikan laju pemain berjuluk El Fenomeno tersebut.

Momen menentukan: Gol ke gawang Lazio di final Piala UEFA 1997-1998 akan selalu diingat karena gerak tipu Ronaldo yang ikonik terhadap kiper Luca Marchegiani.

Itu juga merupakan satu-satunya trofi bergengsi yang diraih Ronaldo selama membela Inter, sebelum pindah ke Real Madrid.

 

Source: 90min

RELATED STORIES

Barcelona Siap Gandakan Gaji Lautaro Martinez

Barcelona Siap Gandakan Gaji Lautaro Martinez

Barcelona siap menggangguy upaya Inter Milan memagari Lautaro Martinez dengan iming-iming gaji dua kali lipat.

Melihat Peluang Inter Milan Mendatangkan Lionel Messi

Melihat Peluang Inter Milan Mendatangkan Lionel Messi

Inter Milan membidik Lionel Messi, apakah keuangan mereka aman?

5 Eksekutor Penalti Terbaik, Tidak Ada Nama Lionel Messi

5 Eksekutor Penalti Terbaik, Tidak Ada Nama Lionel Messi

Melesakkan bola dari titik putih bukan perkara gampang. Butuh teknik, mental, dan keberuntungan.

Penjualan Diego Godin Akan Pangkas Pengeluaran Inter Milan

Penjualan Diego Godin Akan Pangkas Pengeluaran Inter Milan

Inter Milan kabarnya bisa memangkas pengeluaran mereka jika menjual Diego Godin.

Presiden Brescia Bebaskan Sandro Tonali Tentukan Masa Depan

Presiden Brescia Bebaskan Sandro Tonali Tentukan Masa Depan

Gelandang muda, Sandro Tonali, mendapat tawaran resmi dari dua klub. Presiden Brescia, Massimo Tonali, membebaskan pemainnya memilih.

7 Remaja Tertajam dalam Sejarah Liga Champions, Dua di Antaranya Target Real Madrid

7 Remaja Tertajam dalam Sejarah Liga Champions, Dua di Antaranya Target Real Madrid

Sederet pesepak bola mampu menampilkan performa luar biasa di kompetisi elite Eropa sejak usia belia.

5 Laga Tak Terlupakan Juventus vs Inter Milan

5 Laga Tak Terlupakan Juventus vs Inter Milan

Derby d'Italia merupakan laga sarat gengsi yang mempertaruhkan nama besar kota dan pemiliknya. Ada lima duel Juventus versus Inter Milan yang layak diingat.

Romelu Lukaku : Saya Lelaki yang Sedang dalam Misi di Inter Milan

Romelu Lukaku : Saya Lelaki yang Sedang dalam Misi di Inter Milan

Striker Inter Milan. Romelu Lukaku, sempat kecewa dengan keputusan Manchester United melepasnya. Hal itu malah menumbuhkan tekad baru untuk berprestasi.

Wonderkid : Alessandro Bastoni, Pemetik Tomat yang Bersinar di Inter Milan

Wonderkid : Alessandro Bastoni, Pemetik Tomat yang Bersinar di Inter Milan

Bek muda Inter Milan, Alessandro Bastoni, digadang-gadang jadi pilar fundamental tim masa depan Antonio Conte.

Lukaku Tak Pernah Sentuh Trofi Liga Champions Chelsea karena Prinsip

Lukaku Tak Pernah Sentuh Trofi Liga Champions Chelsea karena Prinsip

Striker asal Belgia, Romelu Lukaku, mengaku tidak pernah memegang trofi Liga Champions yang dimenangi Chelsea pada 2011-2012 karena enggan melanggar prinsip pribadinya.

DIsebut Bisa Bersaing untuk Scudetto, Ini 5 Kunci Kebangkitan Inter

DIsebut Bisa Bersaing untuk Scudetto, Ini 5 Kunci Kebangkitan Inter

Inter Milan memiliki lima kunci untuk bangkit dan berjuang merebut gelar juara Liga Italia di sisa musim ini.

20 Kiper dengan Clean Sheets Terbanyak Sejak 2000, Dipimpin Duo Legenda

20 Kiper dengan Clean Sheets Terbanyak Sejak 2000, Dipimpin Duo Legenda

Penjaga gawang menjadi sosok penting di balik kesuksesan sebuah klub. Sebab, dengan kiper yang baik, penyerang dari tim lawan akan kesulitan membobol gawang.

Romelu Lukaku Hanya Pikirkan Kemenangan Inter Milan Meski Selevel Ronaldo

Romelu Lukaku Hanya Pikirkan Kemenangan Inter Milan Meski Selevel Ronaldo

Penyerang Inter Milan, Romelu Lukaku, menjadi top skor bersama Cristiano Ronaldo di Liga Italia.

Jadi Alternatif Erling Haaland, Chelsea Siap Pulangkan Romelu Lukaku

Chelsea bakal berpotensi memulangkan penyerang Inter Milan, Romelu Lukaku, pada musim panas.

Skor co creators network
RIGHT_ARROW
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
RIGHT_ARROW

THE LATEST

Timnas U-17 Korea Selatan vs Timnas U-17 Indonesia (Korea Selatan U-17 vs Indonesia U-17) pada Grup C Piala Asia U-17 2025 di Arab Saudi, 4 April 2025. (Deni Sulaeman/Skor.id)

Timnas Indonesia

Head-to-Head Timnas U-17 Indonesia vs Korea Selatan: Pernah Kalah 0-9!

Pernah kalah 0-9, berikut ini adalah head-to-head Timnas U-17 Indonesia saat melawan Korea Selatan.

Thoriq Az Zuhri | 04 Apr, 02:37

Bukayo Saka mencetak gol setelah memanfaatkan assist Martin Odegaard. (Rahmat Ari Hidayat/Skor.id).

Liga Inggris

Prediksi dan Link Live Streaming Everton vs Arsenal di Liga Inggris 2024-2025

Berikut ini adalah prediksi pertandingan dan link live streaming Everton vs Arsenal dalam laga lanjutan Liga Inggris.

Thoriq Az Zuhri | 03 Apr, 23:32

AFC

World

Termasuk Indonesia, 5 Negara Asia dengan Lonjakan Ranking FIFA Tertinggi

Berikut ini adalah lima negara di Asia yang punya lonjakan Ranking FIFA tertinggi untuk ranking tanggal 3 April 2025.

Thoriq Az Zuhri | 03 Apr, 23:15

Piala Asia U-17 2025 di Arab Saudi atau AFC U-17 Asian Cup Saudi Arabia 2025. (Deni Sulaeman/Skor.id)

Timnas Indonesia

Piala Asia U-17 2025: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

Jadwal, hasil, dan klasemen Piala Asia U-17 2025, yang terus diperbarui seiring berjalannya turnamen.

Taufani Rahmanda | 03 Apr, 16:54

Timnas U-17 Korea Selatan vs Timnas U-17 Indonesia (Korea Selatan U-17 vs Indonesia U-17) pada Grup C Piala Asia U-17 2025 di Arab Saudi, 4 April 2025. (Deni Sulaeman/Skor.id)

Timnas Indonesia

Prediksi dan Link Live Streaming Korea Selatan vs Indonesia di Piala Asia U-17 2025

Timnas U-17 Indonesia mengawali kiprah di Piala Asia U-17 2025 dengan bersua Korea Selatan U-17, Jumat (4/4/2025) malam WIB.

Taufani Rahmanda | 03 Apr, 16:05

Klub asal Filipina, Makati FC, yang diperkuat empat pemain Timnas putri Indonesia pada PFF Womens Football League 2025. (Deni Sulaeman/Skor.id)

Timnas Indonesia

4 Pemain Timnas Putri Indonesia Gabung Klub Filipina di PFF Womens Football League 2025

Tiga pemain Timnas putri Indonesia bahkan langsung unjuk gigi bersama Makati FC di PFF Womens Football League 2025.

Taufani Rahmanda | 03 Apr, 14:04

Honor of Kings (Jovi Arnanda/Skor.id)

Esports

Aksi Mulia Komunitas Honor of Kings di Hari Raya

Honor of Kings mengajak komunitasnya untuk turut serta dalam program donasi yang digelar melalui acara Ramadhan Livestream Fest.

Gangga Basudewa | 03 Apr, 14:03

Ketua Umum PSSI Erick Thohir. (Foto: Yogie Gandanaya/Grafis: Yusuf/ Skor.id)

Timnas Indonesia

Timnas Indonesia Naik Peringkat FIFA, Erick Thohir Tegaskan Terus Kejar 100 Besar

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, merespons peningkatan peringkat Timnas Indonesia pada Ranking FIFA terbaru.

Taufani Rahmanda | 03 Apr, 11:44

ragnar oratmangoen timnas

National

Ragnar Oratmangoen Beri Bantuan untuk Anak-anak di Gaza Rayakan Lebaran Idulfitri 2025

Penyerang Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen, memberikan bantuan hadiah, permen, minuman, dan kegiatan bermain.

Taufani Rahmanda | 03 Apr, 10:05

Kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia, Liga 1 2024-2025. (Hendy Andika/Skor.id)

Liga 1

Liga 1 2024-2025: Tiga Tim Dipastikan Aman dari Degradasi

Liga 1 2024-2025 menyisakan tujuh pekan lagi, dan tiga tim sudah dipastikan tidak akan terdegradasi.

Rais Adnan | 03 Apr, 09:00

Load More Articles