5 Hal Sepele yang Ternyata Bisa Bantu Tingkatkan Kesehatan Mental

Apriliandi Damar Priyambodo

Editor:

  • Banyak orang yang beranggapan di era teknologi yang semakin maju ini, semakin banyak orang yang mulai menyadari mengenai pentingnya kesehatan mental.
  • Namun ternyata masih banyak juga yang belum mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk tetap menjaga kesehatan mental agar tetap waras.
  • Memang caranya banyak sekali, mulai dari yang berkaitan dengan medis, terapi, hingga self healing.

SKOR.id - Banyak orang yang beranggapan di era teknologi yang semakin maju ini, semakin banyak orang yang mulai menyadari mengenai pentingnya kesehatan mental.

Karena hal-hal yang berkenaan dengan kesehatan mental sangat kompleks sekali terhadap keseharian seseorang.

Namun ternyata masih banyak juga yang belum mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk tetap menjaga kesehatan mental agar tetap waras.

Memang caranya banyak sekali, mulai dari yang berkaitan dengan medis, terapi, hingga self healing.

Oleh karena itu, SKOR.id telah merangkum 5 hal-hal sepele yang ternyata bisa sebagai booster terhdap kesehatan mental, berikut ulasannya:

1. Melihat ikan di akuarium

Hobi memelihara ikan di akuarium ternyata banyak membawa hal positif untuk kesehatan mental.

Salah satunya adalah munculnya rasa rileks ketika melihat ikan-ikan berenang dalam akuarium.

Bahkan beberapa ahli juga berpendapat bahwa suara gemericik air bisa dijadikan sarana untuk menyehatkan pikiran.

2. Grooming atau perawatan diri

Banyak orang beranggapan bahwa melakukan perawatan diri itu adalah hal yang membuang-buang uang semata.

Namun nyatanya grooming atau perawatan diri di salon adalah suatu bentuk self healing dan me time yang sempurna.

Karena dengan memanjakan diri sendiri terlebih dahulu bisa membuat kita lebih dapat melihat potensi di dalam diri.

3. Berkunjung ke panti asuhan atau panti jompo

Jika sedang dalam pikiran yang kalut sempatkanlah untuk mengunjungi tempat-tempat yang bisa membuat diri menjadi lebih bersyukur.

Beberapanya adalah mengunjungi panti asuhan atau panti jompo terdekat.

Selain bisa saling membantu sesama, berada di dua tempat tersebut bisa membuat kita jadi lebih bisa memahami arti bersyukur dalam hidup.

4. Menonton pertandingan olahraga secara langsung

Cara lain untuk bisa semakin meningkatkan kesehatan mental adalah datang langsung ke tempat pertandingan olahraga.

Misalnya dengan cara menonton langsung pertandingan sepak bola di stadion baik sendiri maupun bersama teman.

Kegiatan menonton ke pertandingan olahraga secara langsung ini bisa meningkatkan hormon adrenalin dan endorfin dalam tubuh sehingga bisa sedikit melupakan semua beban yang dirasa.

5. Menulis diary atau jurnal

Menulis adalah cara yang mudah untuk menuangkan segala keluh kesah diri.

Baik itu menulis keseharian dalam bentuk diary atau bisa juga menumpahkannya secara positif melalui tulisan dalam blog.

Selain itu, kegiatan menulis terutama blog ini bisa mengetahui tanggapan dari orang lain mengenai permasalahan kesehatan mental yang sedang dihadapi.

Berita Kesehatan Mental lainnya:

Manfaat Me Time yang Jarang Diketahui

Kenali Gejala Peter Pan Syndrome yang Sering Hinggapi Pria Dewasa

Source: Skor.idhealthlinequoraInstagram Psikologi ID

RELATED STORIES

Kenali Efek Samping yang Bisa Ditimbulkan oleh Diet Liquid

Kenali Efek Samping yang Bisa Ditimbulkan oleh Diet Liquid

Diet liquid ternyata memiliki sejumlah efek samping yang mana bisa berbahaya untuk kesehatan.

5 Tips Lakukan Diet Media Sosial demi Kesehatan Mental

5 Tips Lakukan Diet Media Sosial demi Kesehatan Mental

Kini sudah banyak ditemukan kasus orang-orang yang mengalami depresi akibat tekanan yang sering muncul dari media sosial.

Pahami Dysania, Penyakit yang Bikin Susah Bangun Pagi yang Erat Hubungannya dengan Depresi

Pahami Dysania, Penyakit yang Bikin Susah Bangun Pagi yang Erat Hubungannya dengan Depresi

Kondisi ini menurut banyak ahli berbeda dengan rasa malas, karena Dysania disebabkan oleh beberapa hal yang salah satunya adalah depresi.

Sering Bandingkan Prestasi Anak, Hati-hati Anak Bisa Kena Impostor Syndrome

Impostor syndrome adalah fenomena psikologis dimana seseorang tidak mampu menerima dan menginternalisasi keberhasilan yang ia raih.

Skor co creators network
RIGHT_ARROW
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
RIGHT_ARROW

THE LATEST

Mauricio Souza sebagai pelatih kepala Persija Jakarta, Juni 2025. (Foto: Taufani Rahmanda/Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)

Liga 1

Penilaian Pelatih Persija soal Perbedaan Main di SUGBK dan JIS, Pemain Diminta Pergi

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menilai dua kandang di Jakarta dan agenda saat libur Super League 2025-2026.

Taufani Rahmanda | 29 Nov, 02:50

Identitas baru dari kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia atau Liga 1 di musim ini, Super League 2025-2026. (Deni Sulaeman/Skor.id)

Liga 1

Super League 2025-2026: Jadwal, Hasil, Klasemen dan Profil Klub Lengkap

Jadwal, hasil, dan klasemen Super League 2025-2026 yang terus diperbarui seiring bergulirnya kompetisi, plus profil tim peserta.

Taufani Rahmanda | 29 Nov, 01:09

Kompetisi usia muda Elite Pro Academy atau EPA kasta tertinggi untuk usia 20 musim baru, EPA Super League U-20 2025-2026. (Deni Sulaeman/Skor.id)

National

EPA Super League U-20 2025-2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen

Jadwal, hasil, dan klasemen EPA Super League U-20 2025-2026 yang terus diperbarui seiring bergulirnya kompetisi.

Taufani Rahmanda | 29 Nov, 01:07

Kompetisi sepak bola kasta kedua di Indonesia atau identitas baru dari Liga 2 musim terbaru, Championship 2025-2026. (Deni Sulaeman/Skor.id)

Liga 2

Championship 2025-2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

Jadwal, hasil, dan klasemen Liga 2 atau Championship 2025-2026 yang terus diperbarui seiring bergulirnya kompetisi.

Taufani Rahmanda | 29 Nov, 01:06

Kompetisi usia muda Elite Pro Academy atau EPA kasta tertinggi untuk usia 18 musim baru, EPA Super League U-18 2025-2026. (Deni Sulaeman/Skor.id)

National

EPA Super League U-18 2025-2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen

Jadwal, hasil, dan klasemen EPA Super League U-18 2025-2026 yang terus diperbarui seiring bergulirnya kompetisi.

Taufani Rahmanda | 29 Nov, 01:06

Kompetisi futsal kasta tertinggi di Indonesia, Pro Futsal League 2025-2026. (Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)

Futsal

Pro Futsal League 2025-2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

Jadwal, hasil, dan klasemen Pro Futsal League 2025-2026 yang terus diperbaharui seiring berjalannya kompetisi.

Taufani Rahmanda | 29 Nov, 01:06

Kompetisi usia muda Elite Pro Academy atau EPA kasta tertinggi untuk usia 16 musim baru, EPA Super League U-16 2025-2026. (Deni Sulaeman/Skor.id)

National

EPA Super League U-16 2025-2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen

Jadwal, hasil, dan klasemen EPA Super League U-16 2025-2026 yang terus diperbarui seiring bergulirnya kompetisi.

Taufani Rahmanda | 29 Nov, 01:06

Ilustrasi olahraga lari atau running. (Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)

All Culture

5 Rekomendasi Tumbler Sporty yang Cocok Dibawa Olahraga

Untuk menemani Skorer berolahraga, berikut ini rekomendasi Tumbler sporty yang bisa dipilih.

Thoriq Az Zuhri | 28 Nov, 23:35

Massimiliano Allegri, kembali menangani AC Milan. (Yusuf/Skor.id).

Liga Italia

AC Milan vs Lazio, 22 Tahun Sejak Duel Sarri vs Allegri di Serie C

Sudah 22 tahun berlalu sejak duel Maurizio Sarri vs Massimiliano Allegri terjadi di Serie C, kini keduanya bertemu lagi dalam laga AC Milan vs Lazio.

Thoriq Az Zuhri | 28 Nov, 22:55

Barcelona menjalani laga melawan PSG di Liga Champions. (Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id).

La Liga

Misi (Hampir) Mustahil Alaves di Kandang Barcelona

Melawat ke kandang Barcelona di Camp Nou akhir pekan ini dalam laga La Liga, Alaves punya misi yang hampir mustahil.

Thoriq Az Zuhri | 28 Nov, 22:35

Load More Articles