Daddy Blues: Kita Perlu Berbicara tentang Depresi Pascakelahiran pada Pria

Nurul Ika Hidayati

Editor:

  • Di masa lalu, diperkirakan hanya kaum wanita yang bisa menderita penyakit depresi sebelum ataupun sesudah melahirkan, dinamakan 'baby blues'.
  • Sekarang dokter percaya ayah baru juga berjuang melawan depresi serupa.
  • 10 persen pria di dunia menunjukkan tanda-tanda 'daddy blues' dari sejak trimester pertama kehamilan istri hingga enam bulan setelah melahirkan.

SKOR.id - Pria yang tak mampu menjalin ikatan dengan bayinya atau merasa tidak berharga selama atau setelah kehamilan pasangannya ternyata juga dapat menderita depresi peri atau postnatal (PND).

Di masa lalu, diperkirakan hanya kaum wanita yang bisa menderita penyakit tersebut, viasa disebut 'baby blues', tetapi sekarang dokter percaya bahwa ayah baru juga berjuang melawan depresi.

Sebuah laporan dalam Journal of American Medical Association menemukan bahwa sebanyak 10 persen pria di seluruh dunia menunjukkan tanda-tanda depresi dari trimester pertama kehamilan istri mereka hingga enam bulan setelah melahirkan.

Jumlahnya meningkat menjadi 26 persen dalam tiga hingga enam bulan setelah bayi lahir.

Laporan tersebut menilai 43 penelitian terhadap lebih dari 28.000 ayah di seluruh dunia dan hasilnya dipublikasikan tahun lalu.

Angka ini lebih dari dua kali tingkat depresi yang biasanya terlihat pada pria, dan lebih tinggi dari jumlah wanita yang menderita PND, yang diterima secara luas antara 10-20 persen.

Barrie Palfry, 43, menderita PND setelah kelahiran putrinya ketika dia berusia dua puluhan. Bayi perempuan itu adalah anak ketiganya.

"Saya tidak punya masalah dengan kedua anak laki-laki saya, tetapi ketika putri saya lahir, saya tidak bisa terhubung dengannya. Saya melakukan semua rutinitas mengganti popok, tetapi saya hanya menganggapnya sebagai sesuatu pekerjaan," kata Palfry yang berasal dari Manchester di Inggris.

"Saya tahu ada sesuatu yang salah, tetapi saya tidak bisa menyentuhnya (masalah itu). Dan, akibatnya saya memukuli diri sendiri, tetapi tidak ada bedanya."

"Saya bisa merasakan (nilai) diri saya menurun dan merasa tidak berguna, saya tidak bisa berfungsi. Saya bahkan merasa ingin bunuh diri pada satu titik."

Palfry membutuhkan waktu 11 bulan untuk menghilangkan depresi, tetapi selama waktu itu penyakitnya tidak pernah didiagnosis.

"Saya mencoba bicara dengan orang-orang, tetapi saya berasal dari sebuah kota di Inggris utara, dan respons ketika saya berbicara dengan orang-orang adalah 'teruskan saja, pria tidak mengalami depresi pascamelahirkan," kata Palfry.

"Pasangan saya juga baru saja mengatakan kepada saya untuk berhenti bersikap lunak. Ada stigma di sekitar semua penyakit mental, tetapi khususnya untuk pria."

Hanya bertahun-tahun setelah penyakitnya, ketika Palfry membaca sekitar subjek itu, dia menyadari gejalanya persis sama dengan PND dari pihak ayah.

Dr Ioannis Delipalas, seorang psikiater Swedia yang bekerja di Dubai, mengatakan masalah ini sangat khas di masa lalu.

"Seringkali laki-laki diharapkan sangat kuat dan menjadi pemberi nafkah, karena itu mereka tidak boleh depresi ataupun memiliki perasaan rendah diri atau semacamnya," kata Dr Delipalas, direktur medis di Thrive Wellbeing Centre.

Sekarang stigma seputar penyakit mental itu sudah berangsur menghilang.

Lebih banyak pria yang maju dan berbicara tentang perasaan mereka, dan penelitian terbaru mengungkapkan masalah depresi yang meluas pada ayah dengan anak kecil.

Merasa seperti 'Ban Ketiga'
Sementara hanya 10 persen pria yang merasa tertekan selama trimester pertama pasangan mereka hingga enam bulan setelah bayi itu lahir, lebih dari 86 persen merasakan tertekan pada tahap tertentu selama lima tahun pertama kehidupan anak mereka.

Depresi pasca melahirkan pada ibu seringkali disebabkan oleh perubahan hormonal. namun, menurut Dr Delipalas, penyebabnya bisa sama untuk ayah.

"Ada banyak penelitian yang sebenarnya menunjukkan bahwa kita juga bisa mengalami fluktuasi hormon pria. Jadi testosteron bisa turun, dan estrogen dan prolaktin - yang biasanya merupakan hormon wanita bisa naik. Juga kortisol, hormon stres bisa naik," kata Dr Delipalas.

"Ada juga penjelasan sosial atau psikologis. Misalnya mengharapkan bayi bisa menghadirkan banyak tekanan pada pria karena mereka perlu menyediakan segala keperluan bayi - jadi ini bisa menambah dan memicu depresi."

Pria dengan riwayat penyakit mental pada masa remaja atau dewasa awal, bahkan juga lebih mungkin menderita PND dari pihak ayah.

Tekanan hubungan, seperti pria merasa diabaikan atau ditinggalkan oleh pasangan karena bayi, dapat menambah perasaan tidak berharga.

"Pria bisa mulai merasa seperti ban ketiga," kata Dr Delipalas, yang telah merawat beberapa ayah di Dubai.

"Saya telah bertemu beberapa pasien yang sudah berada di ambang untuk mengembangkan depresi pascamelahirkan, tetapi kami dapat memantau mereka dan dengan intervensi awal seperti terapi, pada beberapa kasus, dengan pengobatan farmakologis kami dapat mengelolanya sebelum sepenuhnya menetapkan episode depresi," kata Dr Delipalas.

Daddy Blues
Gejala depresi pascakelahiran ayah berbeda dengan "daddy blues" normal dari perasaan rendah atau sedikit stres.

Setiap ayah yang menderita depresi berkepanjangan, terus-menerus, punya perasaan tidak berharga, kemarahan, penurunan libido dan kecenderungan untuk menikmati perilaku berisiko seperti penyalahgunaan zat, dapat berjuang dengan PND.

Dalam situasi ini, mencari bantuan profesional harus disegerakan, baik dari psikolog atau mungkin dari psikiater, tergantung pada tingkat keparahan penyakitnya.

Laki-laki harus didorong untuk berbicara, karena kadang hanya didengarkan bisa sangat terapeutik, kata Dr Delipalas.

Palfry mengatakan dia sekarang telah belajar untuk tidak malu dengan perasaannya.

"Saya memiliki beberapa masalah tahun lalu, saya menjangkau begitu banyak orang. Saya hanya mencurahkan isi hati saya kepada siapa pun yang mau mendengarkan saya, bahkan rekan kerja saya," katanya.

"Ada juga banyak organisasi, seperti National Childbirth Trust - badan amal Inggris untuk orangtua, atau bahkan dokter lokal Anda akan memberikan bantuan yang Anda butuhkan."***

Berita Bugar Lainnya:

Rutin Mengonsumsi Buah dapat Melawan Gejala Depresi

Depresi Lebih Menyerang Remaja Putri daripada Remaja Laki-laki, Apa Penyebabnya?

6 Gejala Depresi yang Tidak Boleh Anda Abaikan

Source: thenationalnews.com

RELATED STORIES

Tips Cemerlang Ini Akan Menggandakan Manfaat Jahe sebagai Obat Anti-Peradangan

Tips Cemerlang Ini Akan Menggandakan Manfaat Jahe sebagai Obat Anti-Peradangan

Anda tidak hanya mengurangi limbah makanan, tetapi Anda akan mendapatkan manfaat kesehatan dua kali lipat dari apa yang Anda dapatkan dengan cara konvensional.

Jalan Kaki Ringan setelah Makan Membantu Menurunkan Risiko Diabetes 2

Jalan Kaki Ringan setelah Makan Membantu Menurunkan Risiko Diabetes 2

Bagaimana Jalan Kaki 2 Menit Setelah Makan Dapat Membantu Menurunkan Risiko Diabetes Tipe 2?

10 Sumber Protein Terbaik pada Makanan

10 Sumber Protein Terbaik pada Makanan

Berapa banyak protein yang harus Anda makan, dan makanan apa yang benar-benar mengenyangkan? Cari tahu bagaimana mendapatkan semua protein yang Anda butuhkan dan kapan harus menambah asupan Anda.

Peringatan bagi Orangtua: 'Flu Tomat' Serang Anak-anak di India, Mirip Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut

Peringatan karena virus 'flu tomat' baru menginfeksi 82 ​​anak-anak meninggalkan mereka dengan lepuh yang menyakitkan.

Skor co creators network
RIGHT_ARROW
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
RIGHT_ARROW

THE LATEST

Bukayo Saka mencetak gol setelah memanfaatkan assist Martin Odegaard. (Rahmat Ari Hidayat/Skor.id).

Liga Inggris

Prediksi dan Link Live Streaming Everton vs Arsenal di Liga Inggris 2024-2025

Berikut ini adalah prediksi pertandingan dan link live streaming Everton vs Arsenal dalam laga lanjutan Liga Inggris.

Thoriq Az Zuhri | 03 Apr, 23:32

AFC

World

Termasuk Indonesia, 5 Negara Asia dengan Lonjakan Ranking FIFA Tertinggi

Berikut ini adalah lima negara di Asia yang punya lonjakan Ranking FIFA tertinggi untuk ranking tanggal 3 April 2025.

Thoriq Az Zuhri | 03 Apr, 23:15

Piala Asia U-17 2025 di Arab Saudi atau AFC U-17 Asian Cup Saudi Arabia 2025. (Deni Sulaeman/Skor.id)

Timnas Indonesia

Piala Asia U-17 2025: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

Jadwal, hasil, dan klasemen Piala Asia U-17 2025, yang terus diperbarui seiring berjalannya turnamen.

Taufani Rahmanda | 03 Apr, 16:54

Timnas U-17 Korea Selatan vs Timnas U-17 Indonesia (Korea Selatan U-17 vs Indonesia U-17) pada Grup C Piala Asia U-17 2025 di Arab Saudi, 4 April 2025. (Deni Sulaeman/Skor.id)

Timnas Indonesia

Prediksi dan Link Live Streaming Korea Selatan vs Indonesia di Piala Asia U-17 2025

Timnas U-17 Indonesia mengawali kiprah di Piala Asia U-17 2025 dengan bersua Korea Selatan U-17, Jumat (4/4/2025) malam WIB.

Taufani Rahmanda | 03 Apr, 16:05

Klub asal Filipina, Makati FC, yang diperkuat empat pemain Timnas putri Indonesia pada PFF Womens Football League 2025. (Deni Sulaeman/Skor.id)

Timnas Indonesia

4 Pemain Timnas Putri Indonesia Gabung Klub Filipina di PFF Womens Football League 2025

Tiga pemain Timnas putri Indonesia bahkan langsung unjuk gigi bersama Makati FC di PFF Womens Football League 2025.

Taufani Rahmanda | 03 Apr, 14:04

Honor of Kings (Jovi Arnanda/Skor.id)

Esports

Aksi Mulia Komunitas Honor of Kings di Hari Raya

Honor of Kings mengajak komunitasnya untuk turut serta dalam program donasi yang digelar melalui acara Ramadhan Livestream Fest.

Gangga Basudewa | 03 Apr, 14:03

Ketua Umum PSSI Erick Thohir. (Foto: Yogie Gandanaya/Grafis: Yusuf/ Skor.id)

Timnas Indonesia

Timnas Indonesia Naik Peringkat FIFA, Erick Thohir Tegaskan Terus Kejar 100 Besar

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, merespons peningkatan peringkat Timnas Indonesia pada Ranking FIFA terbaru.

Taufani Rahmanda | 03 Apr, 11:44

ragnar oratmangoen timnas

National

Ragnar Oratmangoen Beri Bantuan untuk Anak-anak di Gaza Rayakan Lebaran Idulfitri 2025

Penyerang Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen, memberikan bantuan hadiah, permen, minuman, dan kegiatan bermain.

Taufani Rahmanda | 03 Apr, 10:05

Kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia, Liga 1 2024-2025. (Hendy Andika/Skor.id)

Liga 1

Liga 1 2024-2025: Tiga Tim Dipastikan Aman dari Degradasi

Liga 1 2024-2025 menyisakan tujuh pekan lagi, dan tiga tim sudah dipastikan tidak akan terdegradasi.

Rais Adnan | 03 Apr, 09:00

Arema FC.jpg

Liga 1

Arema FC Isyaratkan Bakal Ada Pemain Asing yang Didepak

Manajemen Arema FC sudah mulai membuat proyeksi tim untuk menatap musim depan.

Rais Adnan | 03 Apr, 07:55

Load More Articles