Home > Super League

Erick Thohir Minta Kepolisian Usut Tuntas Kasus Tewasnya Suporter Persib

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengecam keras insiden kekerasan yang menyebabkan seorang suporter Persib Bandung kehilangan nyawa.
Image
Teguh Kurniawan Editor : Teguh Kurniawan
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Sumber:(Dok. Istimewa)
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Sumber:(Dok. Istimewa)

SKOR.id - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengecam keras insiden kekerasan yang menyebabkan seorang suporter Persib Bandung kehilangan nyawa.

Seperti diketahui, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (25/10/2026) malam, setelah pertandingan Super League 2026-2027 antara Persib melawan tuan rumah Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.

Korban merupakan remaja berusia 16 tahun berinisial ARK. Dia diduga mengalami penyerangan saat perjalanan pulang menuju Bandung, ditemukan tewas di Jalan Raya Jakarta-Bogor KM 50, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Erick Thohir sangat menyayangkan hal tersebut karena sepak bola, menurutnya, tak lagi berarti ketika suporter tak bisa kembali ke rumah.

"Ya, seperti yang selalu saya katakan, suporter itu harus bisa pulang ke rumah dengan selamat," kata sosok yang juga menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI itu kepada awak media di Jakarta, Senin (26/10/2026) malam.

"Tentu, kami dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan saya juga sebagai Ketua PSSI, harus memiliki tanggung jawab bersama," dia menambahkan.

Baca Juga: Shin Tae-yong dan Carlos Pena Buka Suara soal Kerusuhan Suporter di Banten International Stadium

Baca Juga: Insiden Penyerangan Bus Persib EPA dan Pendukung Persija, PSSI Ancam Pencabutan Izin Suporter Tandang

Erick mendukung adanya sanksi keras terhadap pelaku, namun penanganannya harus disesuaikan dengan lokasi.

Jika insiden terjadi di dalam stadion, maka klub dan suporter terkait mesti bertanggung jawab.

"Konsekuensinya bahkan bisa berupa pengurangan poin karena insiden tersebut terjadi di dalam area pertandingan," katanya.

Namun, apabila peristiwa berlangsung di luar stadion, dia menyerahkan wewenang sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk memberi hukuman seberat-beratnya kepada pelaku.

"Saya juga sudah menelepon Kapolres Bogor, meminta agar kasus ini ditindaklanjuti dengan jelas. Apakah ini merupakan tindak kriminal murni atau berkaitan dengan persaingan dan ketidaksukaan antarsuporter?" ujar Erick.

"Kita tunggu hasil penanganan dari Polres. Kalau kejadiannya di luar area pertandingan, tentu penegakan hukumnya menjadi ranah kepolisian. Apalagi jika sampai ada korban jiwa," lanjutnya.

Erick tak habis pikir mengapa insiden seperti ini terus terjadi. Sepak bola, menurutnya, harus menjadi alat pemersatu bukan sumber konflik.

Dalam dua pekan terakhir saja, sudah lebih dari tiga insiden kekerasan yang melibatkan suporter. Ini jelas tak boleh terulang.

"Sampai kapan negara kita harus terus terpecah seperti ini? Padahal, ketika sepak bola kita menjadi juara FIFA ASEAN Cup, kita bisa menyatukan seluruh bangsa," katanya.

"Oleh karena itu, hal ini harus kita tata kembali dengan pendekatan yang baik sekaligus penegakan hukum yang tegas," dia memungkasi.

× Image