Insiden Penyerangan Bus Persib EPA dan Pendukung Persija, PSSI Ancam Pencabutan Izin Suporter Tandang

SKOR.id - Izin suporter tandang yang baru kembali didapat untuk musim 2026-2027 terncam dicabut karena adanya dua insiden penyerangan bus oleh oknum suporter.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan waktu satu minggu kepada operator kompetisi, I.League, dan klub untuk menyepakati langkah pencegahan kekerasan suporter.
Jika tidak tercapai kesepakatan, maka PSSI akan melakukan intervensi, termasuk mempertimbangkan penghentian izin kehadiran suporter tandang, yang musim ini memang masih dalam catatan.
Ancaman itu disampaikan setelah dua insiden penyerangan, yakni menimpa rombongan Persib Bandung U-18 di Batang, Jawa Tengah, dan suporter Persija Jakarta yang tergabung dalam The Jakmania Cikampek di Tol Palikanci, Cirebon, Jawa Barat, dalam rentang waktu kurang dari 24 jam.
Baca Juga: Super League 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen
Baca Juga: Championship 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen
"Saya akan kasih kesempatan liga, klub, untuk bersepakat satu minggu ini. Kalau tidak ada kesepakatan, ya kami PSSI akan intervensi, jangan-jangan tidak ada lagi suporter away," kata Erick Thohir, Selasa (13/10/2026).
Ia menegaskan klub dan operator kompetidi harus bertanggung jawab atas keselamatan suporter, terutama dalam pertandingan yang melibatkan pendukung tim tamu.
Menurutnya dalam konferensi pers di Kantor Kemenpora RI, Jakarta, kehadiran suporter tandang harus disertai kesepakatan dan tanggung jawab klub serta liga, untuk memastikan keselamatan.
"Tentu konteks itu satu hal, konteks yang lain ketika terjadi penyerangan, ya, apakah yang suporter oknum, saya tidak mau bicara suporter, oknum suporter menyerang sebuah bus, ya, yang saya lihat itu sudah menjurus kriminalitas," ujar Erick Thohir.
Lelaki yang juga Menpora RI itu akan mendorong pengurangan poin bagi klub yang tidak mampu menjaga suporternya. Ia menegaskan langkah tegas diperlukan agar kekerasan tidak kembali terjadi.
"Saya akan mendorong klub-klub yang tidak bisa menjaga suporternya, pengurangan poin sekarang. Tapi saya kasih kesepakatan dulu, ya, cuman kita akan lakukan tindak tegas pastinya," katanya.
Lebih lanjut ia mengapresiasi respons kepolisian dalam menangani kasus tersebut dan mengatakan telah berkomunikasi dengan Kapolri serta Kabareskrim, dan mendapat informasi bahwa lebih dari satu orang telah ditangkap.
Insiden pertama terjadi di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Bus rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib U-18 yang sedang dalam perjalanan menuju Bandung setelah bertanding melawan Garuda United di Solo diserang sekelompok orang.
Sehari kemudian, bus rombongan The Jakmania Cikampek dilempari benda keras saat melintas di Tol Palikanci KM 200, Cirebon, Senin (12/10/2026) dini hari WIB. Sejumlah kaca bus rusak dan beberapa anggota rombongan dilaporkan mengalami luka-luka.
Erick Thohir turut menyoroti pentingnya perlindungan terhadap pemain muda yang berlaga di kompetisi EPA. Menurutnya, seluruh klub harus memastikan keamanan pemain yang melakukan perjalanan untuk bertanding di kandang lawan.
"Ini harus kita proteksi, apalagi yang diserang Elite Pro Akademi, yang mungkin masa depan pembinaan pemain kita, dan saya tidak bicara ini Elite Pro Akademi klub mana, semua klub kita harus lindungi karena mereka kan bertanding juga ke klub-klub lain. Nah, ini kita harus lindungi," ucapnya.
