Erick Thohir Bawa Kepemudaan Naik Kelas, Fokus Sinergi Pusat dan Daerah

SKOR.id - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, mendorong dilakukannya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, untuk membawa sektor kepemudaan naik kelas.
Sinkronisasi ini penting untuk menyeragamkan program, sehingga kebijakan pemerintah dapat terlaksana dengan efektif.
Berbicara dalam "Forum Nasional: Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan", Kamis (15/10/2026), Erick Thohir menilai perlunya koordinasi yang lebih terarah.
Sektor kepemudaan juga menjadi fokus Erick Thohir, karena pemerintah pusat dan daerah tak bisa berjalan sendiri untuk membuat sektor ini naik kelas.
Baca Juga: Puji Erick Thohir, Presiden FIFA Belum Bisa Lupakan Kemenangan Timnas Indonesia
Baca Juga: Menpora Erick Thohir Terbitkan Permenpora Baru untuk Atasi Dualisme OKP
"Menjelang 100 Tahun Sumpah Pemuda serta menyongsong puncak bonus demografi, sektor kepemudaan dan keolahragaan ditegaskan tidak boleh lagi dipandang sebelah mata, melainkan harus dibawa naik kelas melalui sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah," kata Erick Thohir kepada awak media.
Dalam kesempatan ini, Erick Thohir juga menegaskan bahwa Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), tak hanya fokus dalam sektor olahraga.
Pembangunan sektor kepemudaan juga harus ditingkatkan, apalagi ada 130 juta penduduk di bawah usia 30 tahun.
Mereka yang ada di usia produktif ini adalah tulang punggung pembangunan nasional.
"Dengan aset 130 juta penduduk Indonesia yang berusia di bawah 30 tahun, sektor kepemudaan harus ditempatkan di barisan depan pembangunan nasional," ungkap Erick Thohir.
Langkah nyata yang dilakukan pemerintah salah satunya adalah penataam organisasi kepemudaan.
Selain itu juga akan dilakukan verifikasi organisasi, regenerasi kepemimpinan, pengembangan career hub, kewirausahaan pemuda, hingga program magang.
Erick Thohir juga ingin agar pemerintah daerah melihat potensi olahraga lebih jauh, seperti investasi ekonomi, kesehatan, hingga pembentukan karakter.
Menpora juga mengungkapkan potensi besar industri olahraga global mencapai Rp8.000 triliun.
Sementara itu di Indonesia baru dapat digarap sekitar Rp40 triliun, atau sekitar 0,5 persen.
Pemerintah daerah juga didorong untuk menggenjot sektor sport tourism, contohnya MotoGP Mandalika yang memberikan dampak ekonomi besar.
Fasilitas olahraga juga menjadi perhatian Erick, ia menegaskan agar yang sudah ada tidak mangkrak dan menjadi beban anggaran.
"Pemerintah daerah didorong melakukan Kerjasama Operasional (KSO) dengan pihak swasta atau klub olahraga secara transparan tanpa menghilangkan aset daerah," ungkap Erick Thohir.
Hal lain yang ditekankan adalah pengaktifan ajang olahraga di 514 kota/kabupaten, guna peningkatan partisipasi olahraga, menekan anggaran kesehatan, dan membentuk kedisiplinan gebnerasi muda.
Perhatian juga diberikan kepada mantan atlet disabilitas agar dapat berkarya dan mengajar, dengan mendorong program sertifikasi.
"Saya bisa, Bapak dan Ibu di daerah juga pasti harus bisa. Mari kita bangun perspektif baru bahwa sektor Pemuda dan Olahraga adalah prioritas. Antara pemerintah pusat dan daerah kita harus saling mendukung untuk menciptakan perubahan besar bagi bangsa ini," ungkap Erick Thohir.
