Home > Other Sports

Menpora Erick Thohir Terbitkan Permenpora Baru untuk Atasi Dualisme OKP

Menpora RI, Erick Thohir, menerbitkan Permenpora baru untuk mengatasi dualisme kepengurusan organisasi kepemudaan dan federasi olahraga nasional.
Image
Taufani Rahmanda Editor : Taufani Rahmanda
Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia atau Menpora RI. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)
Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia atau Menpora RI. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)

SKOR.id - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menerbitkan Peraturan Menpora (Permenpora) baru untuk mengatasi dualisme kepengurusan organisasi kepemudaan (OKP) dan federasi olahraga nasional.

Aturan tersebut mewajibkan organisasi yang telah menggelar kongres atau musyawarah nasional melaporkan hasilnya kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, tanpa perlu mengadakan pelantikan berulang kali.

"Di dalam peraturan tersebut sudah jelas bahwa ketika organisasi kepemudaan melaksanakan kongres, mereka cukup melaporkannya kepada kami. Tidak perlu lagi mengadakan pelantikan yang berulang-ulang," kata Erick pada Selasa (13/10/2026).

Kemenpora akan memverifikasi hasil kongres sebelum meneruskannya kepada Kementerian Hukum untuk memperoleh pengesahan kelembagaan. Mekanisme ini diharapkan mencegah munculnya kepengurusan tandingan.

Baca Juga: Super League 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen

Baca Juga: Championship 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen

Menpora Erick menyebut Organisasi Pemuda Hindu dan GIMURA telah menjalani proses verifikasi tersebut. Ke depan, mekanisme serupa diharapkan diterapkan pada KNPI yang pernah terpecah menjadi tujuh kubu serta tiga cabang olahraga yang masih mengalami dualisme.

"Capek kalau terus seperti ini. Tidak mungkin kita membangun sesuatu dengan perpecahan," mantan Menteri BUMN RI itu menegaskan di Kantor Kemenpora RI, Jakarta.

Selain pembenahan organisasi, Kemenpora menyiapkan Indonesia Youth Summit yang akan digelar sekitar dua pekan setelah Asian Para Games 2026.

Dari sekitar 5.100 pemuda yang disaring, sebanyak 160 peserta terpilih akan mengikuti pelatihan, diskusi, dan benchmarking bersama perwakilan pemuda Singapura.

Menpora RI sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan keterangan kepada awak media di Kantor Kemenpora RI, Jakarta, pada 13 Oktober 2026. (Taufani Rahmanda/Skor.id) Sumber:
Menpora RI sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan keterangan kepada awak media di Kantor Kemenpora RI, Jakarta, pada 13 Oktober 2026. (Taufani Rahmanda/Skor.id) Sumber:

Menpora Erick juga berencana melibatkan diaspora, peneliti, dan ilmuwan muda Indonesia di luar negeri untuk meningkatkan kapasitas pemuda di Tanah Air.

"Tahun depan kami mulai mencoba menarik diaspora yang bisa memberikan kontribusi dalam meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan kualitas pemuda di Indonesia," ujarnya.

Sementara itu Kemenpora turut meluncurkan program magang bagi aktivis pemuda, termasuk kelompok Cipayung Plus, dengan melibatkan PT Pegadaian dan PT Bank CIMB Niaga Tbk.

"Kami ingin mendorong agar tokoh-tokoh pemuda ke depan tidak hanya memiliki perspektif politik, tetapi juga perspektif ekonomi," kata Menpora Erick.

Kemenpora juga mematangkan revisi Undang-Undang Kepemudaan yang ditargetkan rampung sebelum 2028. Salah satu poin yang dibahas ialah peninjauan batasan usia pemuda bersama Komisi X DPR RI dan para pemangku kepentingan, sebagai bagian dari persiapan menuju 100 tahun Sumpah Pemuda.

× Image