Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 Dinilai Pengamat Bukan Tolok Ukur Utama

SKOR.id - Timnas Indonesia harus tersingkir dari Piala AFF 2026, setelah ditahan imbang Singapura di laga pamungkas Grup A.
Sempat unggul lebih dulu melalui Ragnar Oratmangoen (47'), gol Ilhan Fandi di menit ke-66 membuyarkan keunggulan Timnas Indonesia.
Hingga pertandingan berakhir, Timnas Indonesia gagal mencetak gol tambahan untuk mengunci kemenangan atas Singapura.
Hasil ini membuat Skuad Garuda hanya mengoleksi tujuh poin dari empat laga, finis di bawah Singapura (8 poin), dan Vietnam (10) yang menjadi juara Grup A.
Baca Juga: Tahan Timnas Indonesia, Pelatih Singapura Makin Pede di Piala AFF 2026
Baca Juga: Gugur di Piala AFF 2026, Pelatih Timnas Indonesia Senang dan Sedih
Langkah Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 pun terhenti, setelah dipastikan gagal melaju ke babak semifinal.
Kiprah John Herdman pun menjadi sorotan, karena gagal membawa Timnas Indonesia tampil lebih jauh di Piala AFF 2026.
Namun, menurut pandangan pengamat sepak bola, Anton Sanjoyo, para pendukung Timnas Indonesia diminta melihat kegagalan ini dalam perspektif lebih luas.
Menurut Anton Sanjoyo, tolok ukur kesuksesan John Herdman bukanlah dari ajang Piala AFF 2026.
Kiprah Timnas Indonesia di ajang Piala Asia mendatang, menurutnya adalah patokan yang sebenarnya.
"Sejak John Herdman menangani tim pada Januari 2026, saya selalu menekankan bahwa tolok ukur utamanya adalah Piala Asia, bukan Piala AFF," kata Anton Sanjoyo.
"AFF seharusnya menjadi laboratorium ujian untuk membangun kedalaman skuad (lapisan pemain) yang mumpuni. Sayangnya, sejauh ini, misi tersebut belum berhasil," kata Anton Sanjoyo menambahkan.
Menurut Anton Sanjoyo, ajang Piala Asia merupakan panggung yang berbeda karena Timnas Indonesia harus berhadapan dengan kekuatan besar seperti Jepang, hingga Korea Selatan.
Oleh karena itu standar yang akan dihadapi Timnas Indonesia lebih tinggi, berbeda dengan level Asia Tenggara.
Ada tiga hal yang disarankan oleh Anton Sanjoyo setelah kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
"Pertama, Herdman tidak boleh dipecat. Proses ini masih berjalan, dan pergantian pelatih saat ini hanya akan merusak fondasi yang sedang dibangun," tegasnya.
"Kedua, Herdman harus bekerja lebih keras dan tidak boleh bersantai. Ia perlu meracik ulang strategi yang paling pas dengan sumber daya pemain yang ada. Skema seperti 3-4-3 harus dievaluasi ulang jika kualitas bek tengah yang tersedia tidak memenuhi syarat."
"Ketiga, Herdman wajib meningkatkan komunikasi dengan para pelatih di Liga Super dan Divisi Satu. Mereka adalah sumber informasi terbaik mengenai kualitas pemain lokal. Herdman dibayar mahal untuk membawa timnas bersaing di level elite Asia. Waktu menuju Piala Asia semakin sempit. Ini saatnya bagi Herdman untuk membuktikan kapasitasnya dalam meramu strategi dan memaksimalkan potensi pemain Indonesia," pungkasnya.
