Amorim Belajar dari Kesalahan di Man United, AC Milan Bantai Lecce

SKOR.id - Ruben Amorim belajar dari kesalahannya di Manchester United, membawa AC Milan tampil kesetanan.
AC Milan menang telak 3-0 lawan Lecce pada laga giornata kelima Liga Italia, Senin (21/9/2026) dini hari WIB.
Gol dari Christian Pulisic, Adrien Rabiot, dan Diego Moreira membawa AC Milan belum terkalahkan di Serie A musim ini.
Penampilan apik ini hadir usai hasil imbang 2-2 lawan Lazio pekan lalu, dan kekalahan 0-2 lawan Benfica di tengah pekan.
Baca Juga: Moto3 2026: Hasil, Jadwal, Klasemen Lengkap
Baca Juga: MPL Indonesia Season 18: Hasil, Jadwal, Klasemen Lengkap
Dalam dua laga ini, Amorim merasa ada hal yang sama dengan saat ia melatih Manchester United.
Jika dulu ia tetap tak mau bergeming dan tak mau mengubah taktik, kini yang terjadi berbeda.
Para pemain AC Milan ia beri kebebasan lebih, membuat permainan lebih cair.
"Apa yang saya rasakan di laga sebelumnya sama dengan yang saya rasakan di Manchester United, dan saya tak boleh membuat kesalahan yang sama," ujar Amorim.
"Kadang kami tak punya karakteristik yang sempurna untuk memainkan suatu pola, dan jika kami tak bisa melakukannya, kami harus beradaptasi. Saya rasa hari ini hal tersebut berhasil, di laga lain kami bisa kembali dengan tiga bek di belakang, hal terpenting adalah memiliki banyak opsi cara bermain."
Lalu apa yang membuat Amorim berubah dan kini memberikan kebebasan lebih kepada para pemain?
"Ini hasil observasi laga dan karakteristiknya. Tentu saja saya mendengarkan pemain, pelatih khususnya di tim besar selalu mendengarkan para pemain, melihat dan memahami mereka," kata Amorim.
"Setiap pemain ingin bermain sesuai karakteristik mereka, dan jika pelatih ingin memiliki identitas, itulah hal yang sulit dilakukan."
Hasilnya, AC Milan meraih hasil positif usai dua laga tak menang.
Khusus di Serie A, AC Milan meraih tiga kemenangan dan dua hasil imbang dalam lima laga awal.
Amorim jadi pelatih pertama yang mampu mendapat 11 poin dalam lima laga awal Liga Italia di AC Milan sejak Nils Liedholm melakukannya pada 1963.
"Kami masih punya banyak PR, tetapi kami memperbaiki diri dan belajar," kata Amorim.
"Kami punya kesulitan di laga sebelumnya karena struktur permainan terpaku di satu posisi, tetapi kini pemain punya lebih banyak kebebasan dan mereka bermain lebih baik saat diberi kebebasan lebih."
Sumber: Football Italia, Google
