Home > World

Infantino Stop Proposal FIFA Forward Enterprise Demi Jaga Soliditas FIFA

Demi menjaga soliditas anggota FIFA, Presiden FIFA Gainni Infantino menghentikan proses proposal penjualan saham FIFA Forward Enterprise.
Image
Thoriq Az Zuhri Yunus Editor : Thoriq Az Zuhri Yunus
Demi menjaga soliditas anggota FIFA, Presiden FIFA Gainni Infantino menghentikan proses proposal penjualan saham FIFA Forward Enterprise. (Foto: Mario Sonatha/Skor.id).
Demi menjaga soliditas anggota FIFA, Presiden FIFA Gainni Infantino menghentikan proses proposal penjualan saham FIFA Forward Enterprise. (Foto: Mario Sonatha/Skor.id).

SKOR.id - Presiden FIFA, Gianni Infantino, menghentikan pengajuan proposal penjualan saham FIFA Forward Enterprise demi menjaga soliditas anggota FIFA.

Hal ini diungkapkan Infantino dalam rilis resmi yang dikeluarkan oleh FIFA.

"Setelah mendengarkan dengan saksama seluruh pandangan yang disampaikan, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menimbulkan perpecahan yang, terlepas dari seberapa besar tingkat dukungannya, tidak lagi sejalan dengan tujuan awal yang ingin dicapai," kata Infantino.

"Proyek FIFA Forward Enterprise dimaksudkan sebagai landasan untuk semakin memperkuat asosiasi-asosiasi anggota FIFA dan pengembangan sepak bola di seluruh dunia, khususnya di negara-negara yang paling membutuhkan dukungan.”

Baca Juga: MSC 2026: Hasil, Jadwal, dan Klasemen Lengkap

Baca Juga: Piala AFF 2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

Infantino meyakinkan bahwa dari awal proposal muncul FIFA hanya akan menjalankan proyek tersebut apabila memperoleh dukungan mayoritas asosiasi anggota.

Selain itu Infantino juga mengatakan bahwa setiap langkah akan dilakukan melalui proses konsultasi dengan asosiasi anggota, Dewan FIFA, konfederasi-konfederasi benua, serta para pemangku kepentingan lainnya.

"Tujuan kami selalu, dan akan selalu, menyatukan serta memajukan sepak bola. Karena itu, usulan ini tidak akan dilanjutkan," ujar Infantino.

Langkah lebih lanjut, FIFA akan bertemu dengan pihak terkait dalam beberapa hari ke depan guna mencari kesamaan pandangan demi melanjutkan pengembangan sepak bola global, terutama di negara-negara yang paling membutuhkan bantuan.

Sebelumnya, proposal penjualan saham minoritas anak perusahaan FIFA Forward Enterprise yang mengurusi kompetisi terbesar FIFA menjadi polemik besar di dunia.

Banyak penolakan terjadi termasuk dari Konfederasi Concacaf, AFC, hingga UEFA yang mengancam akan memboikot Piala Dunia andai proposal tetap akan dijalankan.

Di Indonesia, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa badan sepak bola Tanah Air itu mendukung masa depan persepakbolaan yang yang lebih inklusif.

"Konteksnya harus kita lihat secara utuh. Prestasi dan kebangkitan sepak bola kita hari ini tidak lepas dari kehadiran masyarakat, pemerintah, dan tentunya FIFA yang selalu mendampingi kita," kata Erick Thohir kepada media, Jumat (31/7/2026) di Jakarta.

“Kita harus berterima kasih, terutama kepada FIFA. Mengingat kembali peristiwa Kanjuruhan, jika saat itu tidak ada kesepakatan antara pemerintah, masyarakat, dan FIFA, tim nasional kita mungkin tidak ada hari ini karena ancaman suspend selama delapan tahun."

Ia juga kembali menegaskan bahwa sepak bola Indonesia masih butuh bantuan.

"Kita sampaikan kepada FIFA bahwa kita butuh dibantu. Secara jumlah penggemar, kita bahkan lebih besar dari Brasil. Interaksi di media sosial klub-klub top Eropa membuktikan bahwa followers dari Indonesia selalu mendominasi. Artinya, kita jangan hanya mau dijadikan market," kata Erick.

"Itulah mengapa kita meminta FIFA hadir di sini. Kini terbukti, mereka telah berinvestasi dengan mendirikan kantor di Jakarta dan berkontribusi langsung dengan anggaran satu hingga dua juta dolar per tahun untuk kawasan Oseania dan Asia Tenggara. Mereka serius di sini."

Penulis: Fitriyan Zamzami / Republika

(Berita ini sudah tayang di Republika dengan judul: Jaga Soliditas Anggota, Infantino Hentikan Proses FIFA Forward Enterprise)

Sumber: Republika

× Image