Home > World

FIFA Siapkan Teknologi Offside Baru di Piala Dunia 2026

Dalam sistem terbaru ini, FIFA akan menerapkan teknologi offside semi-otomatis yang lebih canggih untuk mendukung kinerja VAR.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Cover Piala Dunia 2026. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)
Cover Piala Dunia 2026. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)

SKOR.id - Penggunaan bendera offside yang terlambat dikibarkan berpotensi segera menjadi sejarah. FIFA resmi memperkenalkan inovasi teknologi terbaru yang akan digunakan pada Piala Dunia 2026 guna meningkatkan akurasi sekaligus kecepatan pengambilan keputusan.

Dikutip dari BBC, dalam sistem terbaru ini, FIFA akan menerapkan teknologi offside semi-otomatis yang lebih canggih untuk mendukung kinerja Video Assistant Referee (VAR). Teknologi tersebut memungkinkan asisten wasit mengambil keputusan lebih cepat tanpa harus menunggu sebuah serangan selesai, seperti yang kerap terjadi sebelumnya.

Salah satu fitur utama adalah adanya peringatan audio secara real-time. Jika seorang pemain berada dalam posisi offside lebih dari 10 centimeter, sistem akan langsung memberikan sinyal kepada asisten wasit. Ini menjadi peningkatan signifikan dibanding versi sebelumnya, yang hanya memberikan notifikasi jika pelanggaran offside mencapai lebih dari 50 centimeter.

Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan wasit di lapangan. Asisten wasit masih memiliki kewenangan untuk menentukan kapan harus mengangkat bendera. Bahkan, mereka bisa menunda keputusan jika merasa terjadi gangguan atau kesalahan pada sistem, meskipun FIFA menegaskan teknologi ini telah dilengkapi berbagai mekanisme pengaman.

Baca Juga: Deretan Striker yang Akan Dihadapi Frans Putros di Piala Dunia 2026

Baca Juga: Bintang Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo, Harapan Terakhir bersama Portugal

Namun, teknologi ini belum sepenuhnya sempurna. Offside dengan jarak sangat tipis masih sulit dideteksi, terutama dalam situasi kompleks seperti pemain yang terjatuh atau posisi yang saling berdekatan. Selain itu, sistem ini hanya berlaku untuk offside berdasarkan posisi, bukan keputusan subjektif seperti gangguan terhadap lawan tanpa menyentuh bola.

FIFA berharap inovasi ini dapat mengurangi frustrasi pemain dan suporter, sekaligus meminimalkan risiko cedera akibat permainan yang sebenarnya sudah dalam posisi offside tetapi tetap dilanjutkan.

Kasus serius pernah terjadi pada Mei 2025, ketika striker Nottingham Forest, Taiwo Awoniyi, harus mengalami koma setelah bertabrakan dengan tiang gawang. Insiden tersebut terjadi karena bendera offside terlambat diangkat oleh asisten wasit.

Selain itu, FIFA juga memperkenalkan penggunaan avatar 3D berbasis kecerdasan buatan untuk meningkatkan akurasi analisis. Seluruh pemain yang tampil di Piala Dunia 2026—sebanyak 1.248 pemain dari 48 tim—akan menjalani pemindaian digital. Proses ini hanya memakan waktu sekitar satu detik dan dilakukan saat sesi foto resmi sebelum turnamen.

Hasil pemindaian tersebut akan digunakan untuk menghasilkan animasi offside yang lebih tajam, detail, dan mudah dipahami oleh publik.

Teknologi Baru untuk Bola Keluar dan Garis Pandang

Tak hanya offside, FIFA juga mengembangkan teknologi untuk mendeteksi apakah bola sudah keluar lapangan sebelum terjadinya gol. Sistem ini akan menggunakan animasi 3D, serupa dengan teknologi garis gawang, untuk menunjukkan posisi bola secara presisi.

Chip yang ditanam di dalam bola juga akan membantu menentukan pemain terakhir yang menyentuh bola. Dengan demikian, VAR dapat mengevaluasi keputusan seperti sepak pojok dengan lebih akurat.

Inovasi lainnya adalah pengembangan fitur “line-of-sight” atau garis pandang. Teknologi ini menggunakan rekonstruksi 3D secara real-time untuk menilai apakah pandangan kiper terhalang dalam situasi offside.

Menariknya, sistem ini menyediakan dua sudut pandang virtual yang merepresentasikan perspektif kedua penjaga gawang, baik untuk VAR maupun siaran televisi. Hal ini diharapkan mampu memperjelas keputusan dalam situasi yang sebelumnya kerap menimbulkan perdebatan.

Dengan berbagai pembaruan tersebut, FIFA menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas keputusan wasit serta menghadirkan pengalaman pertandingan yang lebih adil dan transparan di Piala Dunia 2026.

Sumber: BBC

× Image