Ada Andil dari Indonesia, Como 1907 Lolos ke Liga Champions untuk Pertama Kalinya

SKOR.id - Como 1907 dipastikan lolos ke Liga Champions Eropa atau UEFA Champions League (UCL) untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Kepastian itu didapat setelah kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Italia musim ini, Serie A 2025-2026, resmi berakhir pada Senin (25/5/2026) dini hari WIB.
Como 1907 finis di peringkat keempat, sekaligus menang atas AC Milan dan Juventus FC dalam persaingan mewakili Italia pada Liga Champions.
Tim berjuluk I Lariani itu bakal mentas di ajang paling bergengsi pada level klub Eropa itu bersama dengan Inter Milan, SSC Napoli, dan AS Roma.
Baca Juga: Rekap Liga Italia 2025-2026: Juara, Top Skor, Top Assist, Tiket Eropa, dan Degradasi
Baca Juga: Emil Audero: Degradasi, tetapi Bisa Main di Liga Champions Musim Depan
Catatan yang diraihnya tersebut semakin mempertegas lonjakan klub sejak ada andil Indonesia, yakni Djarum Group selaku pemilik mayoritas Como 1907.
Pengakuisisian klub terjadi pada 2019 menjelang klub ini promosi ke Serie C2 setelah menjuarai Serie D, atau divisi kelima dalam sistem kompetisi Italia.
Satu musim di C2, Como 1907 promosi ke Serie C kemudian juara pada 2021 sehingga promosi ke Serie B. Pada kasta kedua tersebut, hanya dua musim.
I Lariani lalu naik ke Serie A di 2024 dan kembali mentas di kasta tertinggi pada musim 2024-2025, setelah terakhir terjadi sekaligus satu-satunya di 1949-1950.
Kini, pada musim keduanya di Serie A, klub bisa melenggang ke Liga Champions. Statistik pun menjadi bukti kelayakan sebagai tim papan atas Italia.
Como 1907 merupakan tim dengan pertahanan terkuat di musim ini, sebab merupakan peserta paling sedikit kebobolan, yakni kemasukan 19 gol.
Soal kesuburan, mereka mampu mencetak 65 gol, dan produktivitas tersebut hanya kalah dari Inter Milan selaku juara Serie A 2025-2026 dengan 89 gol.
Kehadiran Indonesia di klub bukan untuk memberikan hasil instan, melainkan proses. Djarum Group di Como 1907 tak seraya yang terjadi di Man City atau PSG.
I Lariani menorehkan prestasi tidak dengan strategi rekrutmen gila-gilaan. Semuanya dilakukan dengan terencana matang dan pelan tapi pasti, penuh strategi.
Klub tidak menabrak aturan keuangan liga dan sepak bola Eropa. Pada bursa transfer musim panas lalu, mereka boleh saja mendatangkan 11 pemain baru.
Namun, lima di antaranya merupakan pemain yang sebelumnya sudah dipinjam. Transfer termahal adalah Jesus Rodriguez dari Real Betis seharga 22,5 juta euro.
Sementara pada bursa transfer Januari, Como 1907 hanya merekrut dua pemain tambahan, dengan pembelian termahal berada di kisaran 12 juta euro.
Publik Italia, Eropa, bahkan Dunia, mungkin tak menyangka dengan kiprah klub kecil yang bermarkas di tepian danau itu. Tapi tidak dengan orang Indonesia.
Publik Tanah Air kenal betul dengan sepak terjang Djarum di dunia olahraga nasional, khususnya bulu tangkis, yang peduli pada pembinaan ketimbang hasil instan.
