Wasit TNC 2026: Tak Sekadar Memimpin, tapi Mengedukasi Pemain

SKOR.id - Topskor National Championship (TNC) 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Seri nasional dari Liga TopSkor ini turut menjadi pengalaman penting bagi para wasit yang bertugas memimpin pertandingan.
Salah satunya M. Anwar, wasit dari Askab Bogor yang untuk pertama kalinya merasakan atmosfer seri nasional Liga TopSkor atau TNC. Ia mengaku mendapatkan pengalaman berbeda dibandingkan saat bertugas di kompetisi regional.
“Rasanya, alhamdulillah, sangat senang banget. Apalagi antusias orang tua dari wilayah banyak banget support-nya. Rasanya luar biasa,” kata M. Anwar.
Menurut Anwar, tantangan memimpin pertandingan di level nasional lebih besar karena menghadapi tim dan pelatih dari berbagai daerah yang belum tentu dikenalnya. Hal itu membuat Anwar merasa lebih tertantang dan banyak belajar.
“Di regional, kami kayak sudah kenal dengan tim atau pelatihnya. Sekarang di nasional ini luar biasa banget. Kami harus dekat banget dengan kejadian dan segala macamnya,” ujarnya.
Anwar juga menilai seorang wasit harus memiliki kesiapan fisik dan mental. Ia merasakan langsung tantangan tersebut ketika memimpin pertandingan yang mempertemukan tim dari Pekanbaru dan Jakarta.
“Saya memimpin pertandingan tim dari Pekanbaru melawan Jakarta, itu luar biasa permainannya. Apalagi dari Pekanbaru, mereka sangat luar biasa. Penyerangannya luar biasa,” tutur Anwar.
Sementara, wasit FIFA Benny Andriko menilai peran wasit dalam kompetisi usia muda tidak sebatas mengambil keputusan di lapangan. Wasit juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan pemahaman mengenai aturan permainan kepada pemain.
“Khususnya buat kategori umur seperti KU-14, KU-16, dan seterusnya, wasit juga harus mengedukasi kepada pemain. Harus proaktif kepada pemain, memberikan percontohan seperti peraturan-peraturan permainan di dalam lapangan,” ujar Benny.
Menurut Benny, edukasi dapat diberikan ketika terjadi pelanggaran atau terdapat perubahan aturan permainan. Setelah mengambil keputusan, wasit dapat menjelaskan konteks aturan tersebut agar pemain memahami alasan di balik keputusan yang diberikan.
Benny mengatakan wasit juga harus mampu menjaga ritme pertandingan atau melakukan manajemen pertandingan agar berlangsung aman hingga selesai. Hal tersebut semakin penting seiring perkembangan aturan sepak bola yang terus mengalami perubahan dan amandemen.
“Wasit di sini lebih proaktif, kemudian lebih mengedukasi kepada pemain, pelatih, manajer, maupun penonton lainnya,” katanya.
Benny melihat TNC 2026 memiliki nilai penting bagi perkembangan pemain muda Indonesia. Menurutnya, kompetisi nasional seperti ini dapat memperlihatkan potensi pemain dari daerah yang sebelumnya belum banyak mendapatkan perhatian.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, Liga TopSkor Seri Nasional banyak menghadirkan pemain-pemain bagus, sangat menjanjikan. Mungkin bibit-bibit muda di daerah yang tidak nampak di daerahnya, tetapi di sini bisa terlihat,” ucapnya.
Ia yakin kehadiran pemandu bakat dalam TNC dapat membuka peluang bagi para pemain muda untuk melanjutkan karier ke jenjang yang lebih tinggi. “Dengan LTS Nasional ini mereka bisa memantau pemain naik ke jenjang lebih tinggi dalam berkompetisi,” ujar Benny. *Naskah berita ini dibuat oleh Ari Dwi Prasetyo
