Home > World

Kilas Balik Piala Dunia 1950: Maracanazo, Kekecewaan Brasil Saat Uruguay Raih Gelar Kedua

Kilas balik Piala Dunia 1950, tragedi Maracanazo saat Uruguay pecundangi Brasil di Maracana.
Image
Pradipta Indra Kumara Editor : Pradipta Indra Kumara
Kilas balik Piala Dunia 1950, tragedi Maracanazo dan gelar juara kedua Uruguay. Sumber:(Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)
Kilas balik Piala Dunia 1950, tragedi Maracanazo dan gelar juara kedua Uruguay. Sumber:(Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)

SKOR.id - Berikut ini kilas balik Piala Dunia 1950, yang diwarnai tragedi Maracanazo, ketika Uruguay meraih gelar juara.

Skor.id menghadirkan kembali artikel kilas balik Piala Dunia, menjelang digelarnya Piala Dunia 2026.

Menyambut Piala Dunia 2026, Skor.id menghadirkan artikel-artikel menarik membahas fakta, sejarah, dan statistik tentang Piala Dunia.

Baca Juga: Kilas Balik Piala Dunia 1934: Mengenang Laga Brutal Italia vs Spanyol

Baca Juga: Kilas Balik Piala Dunia 1938: Italia Juara, Indonesia dan Kuba Tampil Perdana

Berita seputar kilas balik Piala Dunia yang telah tayang, dapat dibaca di sini.

Edisi kali ini membahas Piala Dunia 1950, yang lekat dengan tragedi Maracanazo, dan gelar kedua Uruguay. Berikut ini selengkapnya.

Piala Dunia 1950 adalah edisi keempat Piala Dunia digelar, setelah edisi 1942 dan 1946 dibatalkan karena Perang Dunia kedua. Brasil menjadi tuan rumah, yang diselenggarakan pada 24 Juni sampai 16 Juli 1950.

Piala Dunia 1950 berbeda dari Piala Dunia lainnya, karena ini menjadi satu-satunya turnamen yang pemenangnya tidak ditentukan melalui laga final satu kali.

Sebanyak 16 tim lolos untuk mengikuti turnamen empat tahunan ini, namun setelah undian pembagian grup, hanya ada 13 tim yang menyatakan akan berpartisipasi di Piala Dunia 1950. India, Skotlandia, dan Turki mundur dari pesta sepak bola terbesar di dunia ini. Alhasil Grup 3 hanya berisi tiga tim, sementara di Grup 4 cuma diisi Uruguay dan Bolivia.

Dari 13 tim yang bermain berkompetisi, hanya Inggris yang menjalani debut mereka di Piala Dunia 1950 ini. Namun, ini menjadi penampilan terakhir Amerika Serikat sampai mereka comeback pada Piala Dunia 1990, juga menjadi partisipasi terakhir Bolivia sampai 1994.

Karena kekurangan peserta, maka format pertandingan pun diubah. Ini dilakukan untuk mendongkrak penjualan tiket, mengingat Brasil mengeluarkan biaya sangat besar untuk menyiapkan Piala Dunia 1950.

Tim-tim yang finis pertama di babak penyisihan grup, dimasukkan ke dalam putaran final yang berisi empat tim. Tidak seperti partai final pada umumnya, penentuan juara Piala Dunia 1950 dilakukan dengan format round-robin.

Keempat tim yang melaju ke babak final adalah Brasil, Uruguay, Swedia, dan Spanyol. Jelang laga terakhir antara Uruguay dan Brasil di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, tuan rumah sangat diunggulkan.

Brasil kala itu memuncaki klasemen, unggul satu poin dari Uruguay. Sementara La Celeste butuh kemenangan untuk jadi juara, Selecao cuma butuh hasil imbang untuk mengangkat piala di akhir pertandingan.

Brasil diunggulkan pada pertandingan ini, mengingat rapor positif mereka sepanjang babak sebelumnya serta dukungan tuan rumah.

Namun kemenangan justru berpihak kepada Uruguay, tim underdog yang hanya memainkan satu pertandingan, menang 8-0 atas Bolivia, sebelum melaju ke putaran selanjutnya.

Di hadapan 173.850 penonton di Stadion Maracana, Uruguay sukses menjungkalkan prediksi dengan meraih kemenangan 2-1. Brasil membuka keunggulan melalui Friaca sesaat setelah turun minum, tetapi Uruguay berhasil melesakkan dua gol balasan via Juan Alberto Schiaffino dan Alcides Ghiggia.

Kemenangan Uruguay disebut-sebut sebagai salah satu kekecewaan terbesar dalam sejarah sepak bola, hingga munculan istilah Maracazano, yang artinya bencana Maracana.

Sayangnya, itu menjadi gelar kedua sekaligus terakhir bagi Uruguay di ajang Piala Dunia.

Venue Pertandingan

Karena Perang Dunia kedua, Piala Dunia tidak lagi digelar sejak 1938. Piala Dunia 1942 dan 1946 ditiadakan. Setelah perang usai, FIFA ingin segera melanjutkan Piala Dunia, namun mereka kesulitan menemukan negara yang tertarik menjadi tuan rumah.

Sampai akhirnya Brasil mengajukan diri jadi tuan rumah pada Kongres FIFA 1946, dan bersedia menyelenggarakan turnamen pada 1950.

Sebanyak enam venue di enam kota Brasil menggelar 22 pertandingan Piala Dunia 1950. Stadion Maracana menjadi yang terbanyak menyelenggarakan laga, dengan delapan pertandingan, termasuk final.

Butuh biaya sekitar 275 juta dolar untuk membangun Stadion Maracana sendiri.

1. Stadion Maracana

Dibangun: 1948

Diresmikan: 1950

Kapasitas: 200.000

2. Stadion Pacaembu

Dibangun: 1938

Diresmikan: 1940

Kapasitas: 60.000

3. Stadion Sete de Setembro

Dibangun: 1947

Dibuka: 1950

Kapasitas: 30.000

4. Stadion dos Eucaliptos

Dibangun: 1931

Dibuka: 1931

Kapasitas 20.000

5. Stadion Ilha do Retiro

Diresmikan: 1937

Kapasitas: 20.000

6. Stadion Vila Capanema

Diresmikan: 1947

Kapasitas: 10.000

Hasil pertandingan

Grup 1

Brasil 4-0 Meksiko

Yugoslavia 3-0 Swiss

Brasil 2-2 Swiss

Yugoslavia 4-1 Meksiko

Brasil 2-0 Yugoslavia

Swiss 2-1 Meksiko

Grup 2

Inggris 2-0 Cile

Spanyol 3-1 Amerika Serikat

Spanyol 2-0 Cile

Amerika Serikat 1-0 Inggris

Spanyol 1-0 Inggris

Cile 5-2 Amerika Serikat

Grup 3

Swedia 3-2 Italia

Swedia 2-2 Paraguay

Italia 2-0 Paraguay

Grup 4

Uruguay 8-0 Bolivia

Putaran Final

Uruguay 2-2 Spanyol

Brasil 7-1 Swedia

Brasil 6-1 Spanyol

Uruguay 3-2 Swedia

Swedia 3-1 Spanyol

Uruguay 2-1 Brasil

Data dan Statistik

Tuan Rumah: Brasil

Waktu pengelenggaraan: 24 Juni - 16 Juli

Peserta: 13

Juara: Uruguay

Jumlah Laga: 22Jumlah

Gol: 88 (4 per pertandingan)

Jumlah Penonton: 1.045.246 (47.511 per pertandingan)

Top Skor: Ademir (9, Brasil)

Sumber: Berbagai Sumber

× Image