Faktor di Balik Barcelona Bisa Kembali Jor-joran di Bursa Transfer

SKOR.id - Barcelona kembali mencuri perhatian di bursa transfer musim panas 2026. Setelah beberapa tahun terakhir identik dengan krisis finansial dan keterbatasan belanja pemain, klub asal Catalunya itu kini tampil agresif dan berani menggelontorkan dana besar demi mendatangkan pemain-pemain kelas dunia.
Langkah ini tentu memunculkan pertanyaan besar: Bagaimana Barcelona bisa kembali belanja jor-joran?
Perubahan drastis mulai terlihat ketika Barcelona resmi mendatangkan winger timnas Inggris, Anthony Gordon, dengan nilai transfer mencapai 93,2 juta dolar AS (sekitar Rp1,5 triliun). Angka tersebut cukup mencolok, mengingat sejak era kepelatihan Hansi Flick dimulai, total belanja transfer mereka sebelumnya hanya sedikit di atas 105 juta dolar AS.
Namun, aktivitas Barcelona tampaknya belum berhenti. Klub berjuluk Blaugrana itu bahkan sudah mengajukan tawaran fantastis senilai 116 juta dolar AS untuk striker Atlético Madrid, Julián Álvarez. Meski tawaran awal ditolak, negosiasi diprediksi masih akan terus berlanjut dalam waktu dekat.
Baca Juga: Patung Lilinnya Dipajang di Madame Tussauds, Harry Kane seperti Melihat ke Cermin
Baca Juga: Misi Sukses Lewandowski di Barcelona: Datang sebagai Bintang, Pergi sebagai Legenda
Tak hanya itu, sejumlah pemain top Eropa lainnya juga dikaitkan dengan Barcelona. Hal ini menegaskan bahwa mereka kembali menjadi kekuatan besar di pasar transfer.
Lolos Aturan Financial Fair Play La Liga
Di balik kebangkitan ini, ada satu faktor krusial: Barcelona akhirnya mampu memenuhi aturan Financial Fair Play (FFP) La Liga, khususnya regulasi 1:1. Aturan ini mengharuskan klub hanya bisa membelanjakan dana sesuai dengan pemasukan yang mereka hasilkan.
Dalam beberapa musim terakhir, kegagalan memenuhi aturan ini menjadi hambatan utama Barcelona untuk mendaftarkan pemain baru, meskipun mereka sebenarnya masih memiliki nilai klub yang sangat tinggi secara global.
Kini, situasinya berubah. Presiden klub, Joan Laporta, sukses membawa Barcelona kembali ke jalur yang sesuai regulasi. La Liga bahkan telah memberikan lampu hijau bagi klub untuk beroperasi tanpa batasan ketat di bursa transfer.
Beberapa faktor penting yang mendukung hal ini antara lain: Dibukanya kembali Camp Nou yang mulai menghasilkan pemasukan signifikan, pendapatan dari kursi VIP stadion yang kini diakui sebagai revenue resmi, serta pengurangan beban gaji setelah beberapa pemain, termasuk Robert Lewandowski, hengkang.
Dengan struktur gaji yang lebih longgar, Barcelona kini leluasa mendaftarkan pemain baru tanpa kendala administratif seperti sebelumnya.
Meski kondisi keuangan mulai membaik, Barcelona sadar bahwa situasi ini belum tentu bertahan lama. Renovasi Camp Nou masih berlangsung, dan pada 2027 mereka diperkirakan harus kembali pindah sementara ke Estadi Olímpic Lluís Companys.
Perpindahan ini berpotensi menurunkan pendapatan klub secara signifikan. Jika itu terjadi, Barcelona bisa kembali kesulitan memenuhi aturan FFP dan harus mengencangkan ikat pinggang di bursa transfer.
Karena itu, manajemen klub memilih untuk memaksimalkan momentum saat ini. Target mereka bukan hanya memperkuat skuad untuk musim depan, tetapi juga membangun fondasi tim untuk dua musim ke depan.
Strategi ini dinilai krusial, terutama untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Lewandowski sekaligus menjaga daya saing di level domestik maupun Eropa.
Jika kesempatan ini tidak dimanfaatkan dengan maksimal, Barcelona kemungkinan baru bisa kembali agresif di pasar transfer pada 2028.
Sumber: Sports Illustrated
