The Jakmania Layangkan Nota Protes ke PSSI Jelang Persija vs Persib Terkait Pernyataan Marc Klok

SKOR.id - Jelang laga panas pekan ke-32 BRI Super League 2025/26 antara Persija Jakarta kontra Persib Bandung, tensi rivalitas kembali memanas.
Kubu suporter Persija, The Jakmania, yang secara resmi melayangkan nota protes kepada PSSI terkait sejumlah polemik yang muncul jelang pertandingan krusial tersebut.
Nota protes itu muncul menyusul hasil wawancara media dengan kapten Persib, Marc Klok, yang memantik kontroversi lewat pernyataannya terkait larangan kehadiran suporter tamu.
Dalam wawancara tersebut, Klok disebut melontarkan pernyataan bernada ajakan kepada Bobotoh untuk datang ke Samarinda dengan kalimat, “Datang aja lah, gas!”.
Pernyataan tersebut langsung menuai reaksi keras dari The Jakmania.
Mereka menilai ucapan tersebut berpotensi memancing situasi yang tidak kondusif, terutama karena pertandingan Persija melawan Persib selama ini dikenal sebagai salah satu laga dengan tingkat risiko keamanan tertinggi dalam sepak bola Indonesia.
Dalam poin pertama nota protesnya, The Jakmania mempertanyakan sikap tegas PSSI atas pernyataan yang mereka anggap provokatif tersebut. Mereka menegaskan bahwa sejak awal operator kompetisi telah menetapkan larangan kehadiran suporter tim tamu demi menjaga keamanan pertandingan. Karena itu, seluruh pihak, termasuk pemain, dinilai wajib menghormati keputusan tersebut.
“Pertandingan ini merupakan laga berisiko tinggi. Semua pihak harus menahan diri dan tidak melontarkan pernyataan yang dapat memicu eskalasi situasi,” demikian inti sikap yang disampaikan The Jakmania.
Baca Juga: Marc Klok Nilai Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda Tidak Ideal
Baca Juga: Persib Tegaskan Tak Ikut Campur soal Dipindahkannya Laga Lawan Persija
Tak hanya itu, pada poin kedua, kelompok suporter terbesar Persija tersebut meminta PSSI memberikan tindakan tegas kepada pihak-pihak yang dianggap melakukan provokasi. Menurut mereka, proses perbaikan hubungan rivalitas antara Jakmania dan Bobotoh tengah diupayakan dalam beberapa tahun terakhir, sehingga pernyataan yang berpotensi memanaskan suasana dinilai dapat merusak proses rekonsiliasi tersebut.
Selain menyoroti pernyataan Marc Klok, The Jakmania juga mempertanyakan keputusan penyelenggaraan pertandingan yang digelar di luar Pulau Jawa, tepatnya di Samarinda. Mereka menilai keputusan itu bertentangan dengan semangat fair play, mengingat Persija seharusnya berstatus sebagai tuan rumah.
Dalam nota protes poin ketiga, mereka menyinggung komitmen Ketua PSSI yang sebelumnya pernah menegaskan bahwa kerja sama dengan aparat keamanan seharusnya mampu mendukung pelaksanaan pertandingan sesuai kandang masing-masing klub.
Bagi The Jakmania, pemindahan venue ini menimbulkan pertanyaan besar soal konsistensi federasi dalam menjaga integritas kompetisi. Mereka menilai situasi ini membuat Persija sebagai pihak yang paling dirugikan secara teknis maupun psikologis.
Pada poin terakhir, The Jakmania mendesak PSSI untuk bertanggung jawab penuh dalam menciptakan iklim sepak bola nasional yang lebih sehat, adil, dan bermartabat. Mereka berharap federasi dapat mengambil langkah konkret agar pertandingan besar seperti Persija kontra Persib tidak lagi dibayangi polemik non-teknis.
