Gagal Total di Denmark, PBSI dan Kapten Tim Thomas Indonesia Sampaikan Permohonan Maaf

SKOR.id - Tim bulu tangkis putra Indonesia baru saja mencatatkan sejarah paling kelam sepanjang partisipasi mereka di Piala Thomas.
Untuk kali pertama sejak turnamen tersebut menggunakan format penyisihan grup pada 1984, skuad Merah Putih gagal lolos ke fase knockout.
Sebuah noda memalukan dalam perjalanan panjang Indonesia di Piala Thomas, apalagi sebagai pemegang rekor juara (14 kali).
Nasib buruk diterima setelah Fajar Alfian dan kawan-kawan tumbang 1-4 dari Prancis pada laga pamungkas Grup D Piala Thomas 2026 di Horsens, Denmark, Selasa (28/4/2026).
Butuh kemenangan, atau setidaknya kalah tipis 2-3, mereka justru kehilangan empat poin beruntun dari wakil Prancis, sebelum merebut satu poin hiburan di akhir duel.
Alhasil, posisi Indonesia di klasemen disalip Thailand dan Prancis yang melenggang ke perempat final.
Ini merupakan pil luar biasa pahit, terutama dengan harapan besar penggemar untuk melihat tim kebanggaan mereka bisa berbicara banyak di Piala Thomas 2026.
Tiga final dalam tiga edisi, termasuk satu gelar juara pada 2021, membuat Indonesia didapuk sebagai unggulan kedua pada turnamen tahun ini. Namun, semua asa kini telah sirna.
"Atas nama PBSI, saya memohon maaf karena belum bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Thomas Cup kali ini. Harus kami akui Prancis tampil lebih baik dari kita," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian.
"Kami menerima hasil ini dan mengakui keunggulan tim Prancis yang mampu memanfaatkan peluang dengan sangat baik di setiap partai," lanjutnya.
Eng Hian menjelaskan bahwa secara strategi dan komposisi pemain, tim Prancis memiliki keuntungan tersendiri.
Kehadiran Popov bersaudara yang bermain rangkap di sektor tunggal maupun ganda memberikan fleksibilitas dalam penyusunan line-up.
Hal ini membuat tiga partai awal didominasi sektor tunggal, yang secara peringkat dunia maupun rekor pertemuan relatif berimbang dengan para pemain Indonesia.
Indonesia sebenarnya memiliki peluang untuk mencuri poin, salah satunya melalui tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting.
Namun dalam pertandingan melawan Toma Junior Popov, Ginting mengalami kendala fisik di penghujung gim ketiga setelah sempat terjatuh dan mengalami kram.
Kondisi tersebut berdampak pada pergerakan yang tidak lagi optimal serta menurunnya akurasi pukulan sehingga peluang untuk mengamankan poin tidak dapat dimaksimalkan.
Ginting akhirnya harus mengakui keunggulan Toma Junior Popov dengan skor tipis 20-22 di gim penentuan.
Pada partai keempat, yang menjadi salah satu penentu peluang Indonesia untuk memperpanjang asa lolos ke perempat final, pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani diharapkan mampu menyumbangkan poin.
Terlebih, secara rekor pertemuan mereka unggul 2-0 atas pasangan Eloi Adam/Leo Rossi.
Namun, pada pertandingan tersebut, Sabar/Reza belum mampu menampilkan performa terbaik. Permainan yang kurang lepas serta tekanan dari lawan membuat banyak peluang tidak berhasil dikonversi menjadi kemenangan.
Satu-satunya poin bagi Indonesia dalam pertandingan melawan Prancis diraih oleh ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Mereka berhasil mengalahkan Popov bersaudara melalui pertarungan rubber game.
“Saya atas nama tim Thomas Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas kekalahan kami tadi malam. Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik, tetapi tim Prancis juga tampil sangat baik," ujar kapten tim Thomas Indonesia, Fajar Alfian.
"Kami mengerti performa kami belum maksimal dan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk menatap ke depan. Terima kasih untuk semua dukungan yang telah diberikan. Kami bertekad akan kembali lebih kuat," dia menambahkan.
Hasil buruk di Piala Thomas 2026 menjadi bahan evaluasi penting bagi PBSI dalam melakukan pembinaan dan persiapan ke depan.
Fokus berikutnya akan diarahkan pada peningkatan konsistensi performa, kesiapan fisik, serta mental bertanding, khususnya dalam menghadapi tim-tim dengan fleksibilitas komposisi pemain seperti yang ditunjukkan oleh Prancis.
Ke depan, PBSI berkomitmen untuk melakukan perbaikan menyeluruh guna meraih hasil yang lebih baik pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya.
Sumber: PBSI
