Home > National

Momen Tak Terduga Juan Pablo Sorin Saat Sambangi Tempat Bersejarah di Jakarta

Eks bintang Barcelona dan Argentina, Juan Pablo Sorin, berkeliling Jakarta.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Eks bintang Barcelona dan Argentina, Juan Pablo Sorin, menikmati suasana di tempat bersejarah Jakarta.(Foto: Dok. Clash of Legends/Grafis: Yudhy Kurniawan/Skor.id)
Eks bintang Barcelona dan Argentina, Juan Pablo Sorin, menikmati suasana di tempat bersejarah Jakarta.(Foto: Dok. Clash of Legends/Grafis: Yudhy Kurniawan/Skor.id)

SKOR.id - Nama Juan Pablo Sorin mungkin lebih lekat dengan aksi di lapangan hijau. Namun dalam kunjungan perdananya ke Jakarta, legenda asal Argentina itu justru menunjukkan sisi lain yakni seorang penjelajah yang larut menikmati budaya, sejarah, dan kehangatan kota.

Sehari sebelumnya, Sorin baru saja tampil bersama Barcelona Legends dalam laga bertajuk Clash of Legends Jakarta 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Atmosfer pertandingan yang meriah belum sepenuhnya sirna, tetapi alih-alih beristirahat, pria berusia 49 tahun itu memilih melanjutkan petualangannya di ibu kota.

Rasa penasaran membawanya menjelajahi berbagai sudut Jakarta. Destinasi yang paling ingin ia kunjungi adalah Kota Tua—kawasan bersejarah yang ia dengar sarat cerita masa lalu.

Perjalanan Sorin dimulai dari jantung kota dengan mengunjungi Monumen Nasional. Ia kemudian singgah ke dua ikon religi yang berdiri berdampingan: Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta. Pemandangan tersebut meninggalkan kesan mendalam baginya.

Bagi Sorin, keberadaan dua rumah ibadah besar dalam satu kawasan bukan sekadar soal arsitektur, melainkan simbol harmoni. Ia melihatnya sebagai representasi nyata bahwa perbedaan dapat hidup berdampingan tanpa konflik.

Setibanya di Kota Tua, langkahnya melambat. Sorin tampak terpikat oleh deretan topeng kayu berwarna-warni yang dipajang di toko-toko lokal. Ia tak sekadar melihat, tetapi juga menyentuh dan berbincang langsung dengan para perajin tentang makna di balik setiap ukiran.

Ketertarikannya berlanjut saat ia menemukan berbagai kerajinan tradisional lain, seperti wayang dan cenderamata khas. Sorin bahkan menghabiskan waktu lebih lama dari jadwal, larut dalam percakapan dan cerita yang ia dengar.

Momen paling berkesan justru hadir secara sederhana. Di tengah keramaian Kota Tua, Sorin berjongkok di depan lapak kecil penjual gelang handmade. Ia mendengarkan dengan saksama, sementara anak-anak dan warga sekitar mulai mendekat. Suasana hangat pun tercipta dari interaksi ringan tanpa sekat.

Hari itu, Jakarta tak hanya menampilkan wajah modernnya, tetapi juga memperlihatkan jiwanya—melalui budaya, sejarah, dan keramahan masyarakatnya.

Bagi Sorin, pengalaman ini jauh melampaui sekadar agenda di luar lapangan dalam rangkaian Clash of Legends. Kunjungan perdananya menjadi perjalanan personal yang penuh makna.

“Saya sangat menikmati setiap momennya di sini. Bukan hanya tempatnya yang indah, tapi juga orang-orangnya yang hangat,” ujar Sorin.

× Image