5 Fakta Menarik Viktor Axelsen yang Gantung Raket di Usia 32 Tahun

SKOR.id - Dunia bulu tangkis dikejutkan dengan keputusan Viktor Axelsen, yang mengumumkan keputusannya untuk pensiun.
Melalui media sosial miliknya, Viktor Axelsen mengungkapkan alasan pensiun dari dunia bulu tangkis.
Pebulu tangkis berusia 32 tahun itu, mengungkap faktor kesehatan menjadi salah satu pertimbangan dirinya pensiun.
"Hari ini bukanlah hari yang mudah bagi saya. Karena masalah punggung saya yang kambuh, saya tidak lagi mampu berkompetisi dan berlatih di level tertinggi," tulisnya di media sosial.
Baca Juga: Dipercaya Jadi Kapten, Fajar Alfian dan Putri KW Ungkap Misi bersama Tim Thomas-Uber Indonesia
Baca Juga: Resmi Lepas Tim Bulu Tangkis Indonesia ke Thomas dan Uber Cup 2026, Ketum PBSI Beri 3 Pesan
"Menerima situasi ini sungguh sulit. Tapi sekarang saya telah mencapai titik di mana tubuh saya tidak mengizinkan saya untuk melanjutkan."
"Sejak hari pertama saya memegang raket, saya tahu impian saya adalah menjadi yang terbaik di dunia," ungkapnya.
Meski begitu, pebulu tangkis Denmark itu tak akan sepenuhnya meningalkan bulu tangkis, dan tetap akan memberikan yang terbaik di olahraga tersebut.
"Saya akan selalu ada di sini dengan cara apa pun. Saya telah memberikan segalanya untuk bulu tangkis, dan bulu tangkis telah memberikan segalanya kembali kepada saya," ungkapnya.
Sepanjang kariernya, Viktor Axelsen memenangi banyak gelar bergengsi termasuk dua medali emas Olimpiade dan memenangi Kejuaraan Dunia.
Viktor Axelsen juga menjadi pemain tunggal putra pertama yang memenangkan semua turnamen BWF Super 1.000.
Tak hanya dikenal sebagai salah satu pebulu tangkis putra terbaik yang pernah ada, Viktor Axelsen juga memiliki sisi lain yang menarik.
Dilansir dari Olympics, terdapat beberapa fakta menarik lain seperti seputar Viktor Axelsen, berikut ini selengkapnya.
1. Awal Karier Sebagai Pemain Ganda
Debut senior Viktor Axelsen dimulai pada Denmark Open 2009, tetapi bukan sebagai pemain tunggal putra.
Pertandingan senior pertamanya di turnamen internasional terjadi pada bulan Oktober 2009, saat berpasangan dengan Steffan Rasmussen.
Namun, duet tersebut kalah dari pasangan rekan senegara mereka, Rasmus Nielsen dan Michael Them pada babak kuelifikas dalam pertandingan ketat 21-16, 23-25, dan 19-21.
Dua bulan kemudian ia memasuki kualifikasi Turkiye International 2009, dan tampil di turnamen utama setelah memenangkan tiga laga kualifikasi, tetapi akhirnya terhenti di babak perempat final oleh Rasmus Nielsen.
2. Berbahasa Mandarin
Tak hanya fokus mengembangkan kemampuan dan karier, Viktor Axelsen juga belajar bahasa mandarin agar ia dapat berkomunikasi dengan para penggemar dan jurnalis dari Cina, yang dikenal memiliki banyak pebulu tangkis hebat.
Hal ini juga membantunya membina hubungan lebih dekat dengan salah satu pelatihnya, Zhang Lianying.
3. Kekalahan Terbanyak
Tak banyak pebulu tangkis yang mampu mendominasi pertemuan melawan Viktor Axelsen dengan kemenangan.
Kento Momota yang merupakan andalan Jepang, tercatat 17 kali bertemu Viktor Axelsen dan mampu memnang dalam 14 pertemuan, hanya tiga kali kalah.
Catatan 14 kekalahan juga dialami Viktor Axelsen ketika berhadapan dengan Chen Long yang berhadapan dengannya sebanyak 20 kali.
4. Kemenangan Terbanyak
Rekor kemenangan terbanyak Viktor Axelsen menurut catatan BWF badminton adalah melawan Chou Tien Chen, yaitu 22 kali dalam 26 pertemuan.
Selanjutnya melawan Anthony Sinisuka Ginting, dengan catatan 14 kemenangan dalam 19 pertemuan.
5. Bisnis Keluarga
Ayah Viktor, Henrik Axelsen, diketahui menjadi manajer untuk sang putra.
Sebelumnya, ia memiliki sebuah bisnis keluarga yang ia jalankan sebelum berkecimbung di dunia bulu tangkis.
Henrik dulunya menjalankan agensi periklanan kecil, sebelum mendedikasikan diri menjadi manajer Viktor.
Sumber: Olympics, BWF Badminton
