Home > Badminton

Jonatan Christie Ingin Rasakan Juara Indonesia Open di Istora Senayan, Putri KW juga Penasaran

Pebulu tangkis tunggal putra dan tunggal putri Indonesia, Jonatan Christie dan Putri Kusuma Wardani, bicara target pada Indonesia Open 2026.
Image
Taufani Rahmanda Editor : Taufani Rahmanda
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie. (Grafis: Skor.id)
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie. (Grafis: Skor.id)

SKOR.id - Pebulu tangkis tunggal putra dan tunggal putri Indonesia, Jonatan Christie dan Putri Kusuma Wardani menegaskan targetnya pada Indonesia Open 2026.

Turnamen level BWF World Tour Super 1000 bertajuk Polytron Indonesia Open 2026 dipastikan bakal digelar di Istora Senayan, Jakarta, pada 2-7 Juni mendatang.

Menyongsong penyelenggaraan tersebut, dua pebulu tangkis Tanah Air memastikan bakal tampil semaksinal mungkin demi mengejar ambisi pribadi meraih gelar juara.

Jojo, sapaan Jonatan, bahkan mengakui turnamen level BWF World Tour Super 1000 menjadi salah satu target utama baginya karena belum pernah jadi kampiun di sana.

Baca Juga: Masih di Istora Senayan, Indonesia Open 2026 Digelar Juni dengan Balutan Inovasi Teknologi

Baca Juga: Daftar Harga Tiket Indonesia Open 2026, Mulai dari Rp40 Ribu dan Dibuka Mei

Keinginan untuk melengkapi koleksi gelar di Istora Senayan juga menjadi motivasi tambahan baginya setelah sebelumnya sukses di Asian Games dan Indonesia Masters.

"Pastinya ada rasa penasaran karena Indonesia Open saya belum pernah menjuarai. Itu juga salah satu yang menjadi target pribadi saya,” kata Jonatan.

“Karena bagaimanapun juga Indonesia Open adalah salah satu turnamen terbaik di dunia yang saya juga berharap bisa mendapatkan gelarnya," ia menambahkan.

Menatap persaingan di sektor tunggal putra yang semakin ketat, Jojo menilai peringkat dunia kini tidak lagi menjadi jaminan mutlak.

Menurutnya, perkembangan teknologi olahraga atau sport science telah membantu pemain dari berbagai negara untuk bersaing di level atas, sehingga setiap pemain memiliki peluang yang sama.

"Banyak atlet terutama tunggal putra sekarang yang perkembangannya cukup pesat. Mungkin di zaman sekarang juga sport science itu sangat lebih cukup penting. Jadi kembali lagi ke diri kita masing-masing, kita bisa menampilkan semaksimal apa untuk bersaing di kompetisi yang saat ini," Jojo menguraikan.

Senada dengannya, Putri KW yang kini menduduki peringkat enam dunia juga memendam ambisi besar. Ia mengaku sangat penasaran.

Untuk bisa menembus babak-babak akhir di hadapan publik sendiri, terutama karena belum pernah mencapai babak semifinal selama bermain di Indonesia.

Para pebulu tangkis Tanah Air; Jonatan Christie, Febi Setianingrum, Putri Kusuma Wardani, Nikolaus Joaquin, dalam konferensi pers penyelenggaraan Polytron Indonesia Open 2026 di Jakarta pada 14 April 2026. (Foto: PBSI)
Para pebulu tangkis Tanah Air; Jonatan Christie, Febi Setianingrum, Putri Kusuma Wardani, Nikolaus Joaquin, dalam konferensi pers penyelenggaraan Polytron Indonesia Open 2026 di Jakarta pada 14 April 2026. (Foto: PBSI)

"Target pribadi yang pasti pengin dapat hasil yang terbaik di Indonesia Open. Penasaran juga sebetulnya, kan main di Indonesia saya kayak sampai semifinal tuh belum pernah ada ya. Penasaran," kata Putri.

Ia pun mengakui bahwa persaingan pada sektor tunggal putri menuntut tingkat konsentrasi dan daya tahan yang sangat tinggi.

Menurutnya, kunci untuk bisa bersaing dengan pemain-pemain di jajaran lima besar dunia adalah menjaga fokus sejak awal hingga akhir pertandingan.

"Kalau untuk di tunggal putri, menurut aku yang lebih ininya tuh dari kayak konsistensi di dalam lapangannya. Memang nggak mudah untuk bisa lawan top satu, top dua, dan sampai top lima itu. Kayak harus bener-bener kitanya juga dari awal sampai akhir dari fokus dan konsistensi polanya," ia memungkasi.

Di lain sisi, Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Subagja menegaskan bahwa pihaknya mematok target tinggi bagi para atlet Indonesia yang akan berlaga di Indonesia Open 2026.

Tampil di hadapan publik sendiri, para pebulu tangkis Tanah Air diharapkan mampu memanfaatkan status tuan rumah sebagai suntikan motivasi untuk memberikan prestasi terbaik bagi Indonesia.

"Untuk target, tentu kami berharap para atlet Indonesia dapat memberikan penampilan yang terbaik dan meraih hasil maksimal di turnamen ini,” ujar Ricky.

“Bermain di kandang sendiri harus menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk tampil lebih percaya diri, sekaligus memberikan kebanggaan bagi masyarakat Indonesia.”

"Namun yang tidak kalah penting, kami juga ingin melihat progres dan daya juang atlet-atlet kita dalam menghadapi kompetisi di level tertinggi dunia," ia menjabarkan.

× Image