Pesan Mendalam Ahmad Bustomi untuk Dony Tri Pamungkas

SKOR.id - Dony Tri Pamungkas menjadi salah satu pemain muda yang tampil apik bersama Timnas Indonesia pada FIFA Series 2026. Bermain dalam dua laga melawan Saint Kitts dan Nevis serta Bulgaria, performa Dony Tri Pamungkas di posisi bek kiri menuai pujian.
Potensi Dony Tri Pamungkas pun sudah dilihat eks gelandang Timnas Indonesia, Ahmad Bustomi, jauh sebelum dirinya dipanggil ke Timnas senior.
Sekadar mengingatkan, Ahmad Bustomi pernah memperkuat Persija Jakarta pada Liga 1 musim 2021-2022. Ketika itu, Dony Tri Pamungkas masih menjadi bagian tim junior Persija, yang kerap dipromosikan untuk bermain ke tim senior Macan Kemayoran.
“Waktu itu dari Persela saya pindah ke Persija setengah musim. Nah, angkatannya Dony itu bagus-bagus. Jadi waktu itu ada Dony Tri, Rio Fahmi, ada (Muhammad) Ferarri. Jadi saya sering ketika saya nambah latihan, mereka itu ikut,” kata Ahmad Bustomi, di sela-sela kegiatan Second Chance di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (29/3/2026).
Menurut Bustomi, awalnya para pemain muda tersebut malu-malu. Namun akhirnya diajak bicara, hingga akhirnya mereka merasa nyaman.
“Saya lihat mereka punya potensi yang luar biasa,” jelas eks pemain Arema FC itu.
Lebih lanjut, dia pun ikut senang kali ini Dony Tri sudah bisa dipanggil ke Timnas senior. Terlebih, pemain berusia 21 tahun itu mampu menunjukkan performa yang impresif bersama skuad Garuda pada FIFA Series kali ini.
Namun begitu, Bustomi juga memberikan pesan yang mendalam untuk Dony Tri.
“Semoga bisa menjaga performanya. Saya bilang sama dia harus konsisten di situ,” pesannya.
Selain itu, pria yang kini sudah berprofesi sebagai pelatih tersebut juga turut mengomentari kiprah pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman. Meski begitu, dia tidak ingin membandingkan John Herdman dengan pelatih Timnas Indonesia sebelumnya.
“Kalau Timnas setiap pelatih punya filosofinya masing-masing, punya gaya masing-masing. Saya enggak mau membandingkan. Yang jelas semua pelatih itu sama, ingin memenangkan pertandingan. Semua pelatih ingin untuk berprestasi,” ujar pelatih berusia 40 tahun tersebut.
“Masih banyak pertandingan ke depan, nanti kita lihat seperti apa. Itu proses juga. Jadi saya pribadi juga sebagai penonton, sebagai rakyat, harus siap dengan proses itu. Tidak ada yang instan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, pada FIFA Series 2026, Timnas Indonesia gagal menjadi juara. Itu setelah mereka kalah tipis 0-1 dari Bulgari pada laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3/2026) malam WIB.
