Skor 10: Kutukan Aneh di Sepak Bola, Termasuk Nomor Punggung

Vivaldi Yudha

Editor:

  • Periode kedua Romelu Lukaku bersama Chelsea musim lalu terbilang mengecewakan.
  • Salah satu hal yang disebut sebagai faktor kegagalan Lukaku adalah nomor punggung 9 yang dipakainya.
  • Termasuk nomor punggung, berikut adalah 10 kutukan aneh di sepak bola.

SKOR.id - Setidaknya ada sepuluh kutukan aneh yang terjadi di dunia sepak bola, di antaranya nomor punggung.

Romelu Lukaku kembali ke Chelsea tahun lalu dengan status sebagai salah satu penyerang tajam di Liga Italia.

Akan tetapi, siapa sangka pembelian sebesar 97,5 juta pounds itu jauh di bawah ekspektasi Chelsea. Lukaku hanya mencetak 15 gol dari 43 penampilan.

Salah satu hal yang disebut-sebut sebagai faktor kegagalan Lukaku adalah nomor 9 yang dipakainya.

Di Chelsea, nomor punggung 9 adalah nomor keramat di mana yang memakainya tidak bisa tampil impresif, sebut saja Alvaro Morata, Radamel Falcao, hingga Steve Sidwell.

Termasuk nomor punggung, berikut adalah sepuluh kutukan aneh yang ada di sepak bola:

10. Kutukan Drake

Drake, seorang rapper asal Kanada ternyata juga membawa kutukan dalam dunia sepak bola.

Pada tahun 2019 Layvin Kurzawa mengunggah foto bersama Drake dan pada laga PSG selanjutnya lawan Lille mereka kalah 1-5.

Pada tahun yang sama Manchester City disingkirkan oleh Tottenham Hotspur di Liga Champions setelah Sergio Aguero membagikan foto bersama sang rapper.

9. Nomor Punggung 7 Manchester United

Seperti Chelsea dengan nomor sembilannya, Manchester United juga memiliki kutukan pada nomor punggung 7.

Setelah ditinggal Cristiano Ronaldo 2009 lalu, pemain yang memakai nomor tujuh selalu sial.

Michael Owen, Antonio Valencia, Angel Di Maria, dan Memphis Depay adalah para korbannya.

8. Jangan Sentuh Trofi

Di Liga Champions, ada kutukan di mana para pemain "dilarang" menyentuh trofi saat memasuki lapangan.

Kutukan ini dimulai oleh Ludovic Giuly yang menyentuh trofi Si Kuping Besar saat laga final Liga Champions 2004.

Akhirnya, AS Monaco yang diperkuat Ludovic Giuly digulung tim Portugal, FC Porto tiga gol tanpa balas.

Kejadian serupa juga terjadi di Liga Champions 2005 karena Gennaro Gattuso. Kala itu AC Milan kalah dari Liverpool.

7. Bayer "Neverkusen"

Bayer Leverkusen memiliki satu kutukan karena mereka kesulitan menjuarai Bundesliga sampai sekarang.

Pada musim 1999-2000 Bayer Leverkusen gagal menjadi juara setelah Michael Ballack mencetak gol bunuh diri pada laga terakhir. Kala itu mereka kalah selisih gol dari Bayern Munchen.

Pada 2001/02, mereka kehilangan keunggulan lima poin di puncak klasemen, kalah di final Liga Champions, dan DFB-Pokal. Sampai sekarang runner up lima kali Bundesliga itu belum pernah juara.

6. Kutukan Aaron Ramsey

Kutukan yang satu ini bisa dibilang mengerikan. Pada tahun 2018 Aaron Ramsey mencetak gol untuk Arsenal ke gawang CSKA Moskow dan gol itu disusul dengan kabar meninggalnya Eric Bristow.

Hal itu juga terjadi tahun ini ketika Ramsey mencetak gol untuk Rangers April lalu dan dan tak lama setelah itu, diumumkan June Brown – yang memerankan Dot Cotton di Eastenders – telah meninggal.

5. Kutukan 100 Tahun Birmingham City

Orang-orang Romawi yang diusir dari Birmingham pada Boxing Day 1906 untuk pembangunan Stadion St. Andrews tampaknya meninggalkan kutukan di sana.

Pada 1980-an, Ron Saunders memerintahkan agar salib diletakkan di lampu sorot dan di tahun 90-an Barry Fry sangat ingin menyingkirkan kutukan itu dengan cara buang air kecil di keempat sudut lapangan, namun juga tak berhasil.

Lima tahun setelah 100 tahun kutukan itu berlangsung, Birmingham City akhirnya menjuarai Piala Liga Inggris 2011 dengan mengalahkan Arsenal di final.

4. Kutukan Agen Yaya Toure di Manchester City

Kutukan ini dimulai pada tahun 2014 ketika Manchester City tidak memberikan kue ulang tahun untuk Yaya Toure.

Kedatangan Pep Guardiola kian menguatkan kutukan ini setelah ia mendepak Yaya Toure dari skuad Liga Champions 2015-2016.

Pada 2018 saat ia hengkang, agennya yang bernama Dimitri Seluk menyumpahi The Citizens tidak akan juara  Liga Champions di bawah Guardiola. Sejak itu mereka selalu kalah ketika memasuki semi final bahkan final.

3. Kutukan Juara Piala Dunia

Empat dari lima juara Piala Dunia terakhir tersingkir di babak penyisihan grup di turnamen berikutnya, kecuali Brasil.

Jerman menjadi negara Eropa keempat yang mengalami nasib buruk ketika mereka berada di posisi terbawah Grup F pada 2018. Sebelumnya ada Spanyol, Italia, dan Prancis.

Di Piala Dunia 2022 Prancis adalah tim yang terancam dengan kutukan ini setelah mereka menjadi juara di edisi 2018.

2. Kutukan Bela Guttman untuk Benfica

Setelah membawa Benfica juara Liga Champions pada 1960-1961 dan 1961-1962, Bela Guttman keluar karena permintaan kenaikan gajinya ditolak.

Dia menyatakan bahwa Benfica tidak akan memenangkan trofi Eropa lagi selama 100 tahun ke depan dan mereka selalu kalah pada lima final (1963, 1965, 1968, 1988, 1990).

Namun, tim muda Benfica yang menjadi juara di UEFA Youth League tahun ini akhirnya mengakhiri kutukan tersebut.

1. Kutukan Kucing Hitam di Racing Club

Pada tahun 1967, pendukung Independiente menerobos masuk ke lapangan Racing Club dan mengubur tujuh kucing hitam mati di bawah rumput mereka menyusul kemenangan perdana mereka di Copa Libertadores.

Kutukan itu tampaknya hampir berhasil pada 1976 saat Racing Club lolos dari degradasi setelah unggul satu poin.

Racing Club benar-benar terdegradasi pada tahun 1983 dan dinyatakan bangkrut pada tahun 1998.

Mereka pun menggali lapangan untuk menghilangkan kutukan tersebut, mereka menemukan sisa-sisa kucing yang dikubur pada 2001 dan mereka pun menjadi juara liga untuk pertama kalinya sejak 34 tahun terakhir.

Berita Sepak Bola Internasional Lainnya:

VIDEO: Sambil Pramusim di Jepang, PSG Rilis Jersey Tandang Terbarunya

Sadio Mane Sabet Gelar Pemain Terbaik Afrika 2022, Kalahkan Salah dan Mendy

Source: Give Me Sport

RELATED STORIES

VIDEO: Matthijs de Ligt Ungkap Perbedaan Juventus dan Bayern Munchen

VIDEO: Matthijs de Ligt Ungkap Perbedaan Juventus dan Bayern Munchen

Berikut ini video wawancara perdana Matthijs de Ligt sebagai pemain Bayern Munchen.

Skor 10: Pelatih dengan Pengeluaran Terbanyak di Bursa Transfer

Skor 10: Pelatih dengan Pengeluaran Terbanyak di Bursa Transfer

Berikut ini 10 besar pelatih yang dalam kariernya mengeluarkan banyak dana transfer.

Skor 10: Pembelian Termahal di Liga Italia pada Bursa Transfer Musim Panas 2022

Skor 10: Pembelian Termahal di Liga Italia pada Bursa Transfer Musim Panas 2022

Berikut 10 pembelian termahal dalam bursa transfer musim panas di Liga Italia 2022.

Skor 8: Trio Lini Tengah Fenomenal

Berikut adalah delapan trio lini tengah fenomenal yang pernah dimiliki tim Eropa untuk meraih gelar Liga Champions.

Skor co creators network
RIGHT_ARROW
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
RIGHT_ARROW

THE LATEST

Trofi Piala Eropa atau Piala UEFA European Championship. (Dede Sopatal Mauladi/Skor.id).

World

Kilas Balik Piala Eropa 1968: Ketika Italia ke Final dengan Cara Toss Koin

Tanpa pilihan tepat dari Giacinto Facchetti dalam toss koin lawan Uni Soviet, Italia tidak akan melangkah ke final dan tidak akan juara Piala Eropa 1968.

Rais Adnan | 17 May, 09:35

Cover Deltras - Hendy AS Skor.id

Liga 2

Deltras FC Jadi Satu-satunya Tim Liga 2 yang Lolos Lisensi Klub Profesional Musim 2023-2024

Deltras FC mengaku kesungguhan manajemen klub dalam pengelolaan standarisasi manajemen secara professional jadi kuncinya.

Taufani Rahmanda | 17 May, 09:35

Euro 2024 (Piala Eropa 2024. (Jovi Arnanda/Skor.id)

World

Euro 2024: Semua Hal yang Harus Kamu Tahu tentang Turnamen Ini

Berikut ini adalah semua hal tentang Euro 2024 (Piala Eropa 2024), dari daftar tim hingga stadion digelarnya turnamen ini.

Pradipta Indra Kumara | 17 May, 07:46

Timnas Slovenia akan tampil di Euro 2024. (Yusuf/Skor.id).

World

Profil Tim Grup C Euro 2024: Slovenia

Berikut ini profil Timnas Slovenia, kontestan Euro 2024 yang tampil lagi di turnamen ini setelah absen 24 tahun.

Irfan Sudrajat | 17 May, 07:45

Euro 2024 akan digelar di Jerman pada 14 Juni hingga 15 Juli 2024. (Jovi Arnanda/Skor.id).

World

Euro 2024: Jadwal, Hasil, dan Klasemen Lengkap

Euro 2024 akan digelar mulai 14 Juni 2024 di Jerman, berikut ini jadwal pertandingannya, serta hasil, dan klasemen yang akan diperbarui saat turnamen ini bergulir.

Irfan Sudrajat | 17 May, 07:44

Liga 1 2023-2024. (M. Yusuf/Skor.id)

Liga 1

Liga 1 2023-2024: Jadwal, Hasil, Klasemen, dan Profil Klub Lengkap

Jadwal, hasil, dan klasemen Liga 1 2023-2024 yang terus diperbarui seiring berjalannya kompetisi, plus profil tim peserta.

Taufani Rahmanda | 17 May, 07:10

Pro Futsal League 2023-2024. (Rahmat Ari Hidayat/Skor.id)

National

Pro Futsal League 2023-2024: Jadwal, Hasil, dan Klasemen Lengkap

Jadwal, hasil, dan klasemen Pro Futsal League 2023-2024 terus diperbaharui seiring berjalannya kompetisi.

Taufani Rahmanda | 17 May, 07:10

Women Pro Futsal League 2023-2024. (Rahmat Ari Hidayat/Skor.id)

National

Women Pro Futsal League 2023-2024: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

Jadwal, hasil, dan klasemen Women Pro Futsal League 2023-2024 yang terus diperbarui seiring berjalannya kompetisi.

Taufani Rahmanda | 17 May, 07:09

Laga MPL Indonesia, RRQ Hoshi vs Alter Ego. (Jovi Arnanda/Skor.id).

Esports

MPL ID S13: Head-to-Head RRQ Hoshi vs Alter Ego

Berikut ini sejarah pertemuan head-to-head RRQ Hoshi vs Alter Ego, laga yang akan kembali tersaji di MPL Indonesia Season 13.

Thoriq Az Zuhri | 17 May, 03:26

Laga MPL Indonesia, RRQ Hoshi vs Dewa United. (Jovi Arnanda/Skor.id)

Esports

MPL ID S13: Head-to-Head RRQ Hoshi vs Dewa United

Berikut ini sejarah pertemuan head-to-head RRQ Hoshi vs Dewa United, laga yang akan kembali tersaji di MPL Indonesia Season 13.

Thoriq Az Zuhri | 17 May, 03:25

Load More Articles