SKOR.id - Kiper FC Dallas, Maarten Paes, bicara soal persaingannya dengan penjaga gawang Palermo FC, Emil Audero Mulyadi, di Timnas Indonesia.
Seperti diketahui, Emil Audero Mulyadi resmi menjadi pesaing Maarten Paes di Timnas Indonesia setelah proses naturalisasinya rampung, Maret lalu. Namun, kiper kelahiran Mataram, 18 Januari 1997, itu belum dimainkan dalam dua laga terakhir Timnas Indonesia melawan Australia dan Bahrain.
Dalam dua pertandingan lanjutan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia itu, posisi penjaga gawang utama Timnas Indonesia masih dipercayakan kepada Maarten Paes.
Maarten Paes pun memberikan pendapat bijaknya terkait persaingannya dengan Emil Audero Mulyadi.
“Dia penjaga gawang yang luar biasa. Dia bermain untuk klub-klub besar seperti Inter Milan, Juventus, Sampdoria. Sekarang dia bermain untuk Palermo dengan status pinjaman dari Como. Pengalaman di Serie A. Jadi, bagi saya sangat menyenangkan bisa bertemu dengannya, berlatih dengannya,” kata Maarten Paes, dikutip dari Youtube FC Dallas.
“Saya rasa, kami berdua memiliki kualitas tinggi. Gaya bermain di bawah mistar sedikit berbeda, tapi kami berdua memiliki kualitas yang baik. Kami saling bersaing, tapi dengan cara yang sangat normal dan ramah. Dan itu hanya di lapangan,” ujar Paes.
Lebih lanjut, kiper berusia 26 tahun itu menuturkan bahwa persaingan untuk mendapatkan posisi utama di tim adalah hal yang lumrah di sepak bola. Itu juga dialaminya di FC Dallas. Meski bersaing, dia tetap orang yang sama, yakni menjadi orang yang baik dan lebih memilih untuk belajar dari satu sama salin daripada saling membenci.
“Itu cara saya melakukannya. Kemudian, pelatih yang memutuskan penjaga gawang mana yang mereka pikir akan memberikan hasil terbaik. Jadi, itu di luar kendali saya. Kali ini saya yang dipilih, saya sangat senang. Ini adalah kehormatan untuk mendapatkan caps di kariermu dan harus terus bekerja keras, bermain lebih banyak menit dan mendapatkan hasil yang baik,” jelasnya.
Selain itu, Paes juga merasa tenang saat ini Timnas Indonesia memiliki barisan kiper yang berkualitas. Selain Emil Audero Mulyadi, saat ini juga ada dua kiper yang berlaga di Liga 1 yakni Ernando Ari Sutaryadi dan Nadeo Argawinata. Apalagi dia dipastikan tidak bisa bermain dalam laga melawan Cina, 5 Juni nanti, lantaran terkena akumulasi kartu kuning. Meski dia mengakui, saat ini PSSI sedang berupaya banding untuk sanksi tersebut.
“Kami memiliki pengganti yang bagus,” pungkasnya.