SKOR.id - Papua Football Academy (PFA) angkatan ketiga mencatat prestasi dengan menjuarai Liga TopSkor DIY U-14 2025 di Maguwoharjo Football Park dari 18 Januari hingga 22 Februari 2025. Gelar ini menjadi trofi perdana bagi angkatan ketiga di luar Papua.
Keikutsertaan PFA 2011 dalam Liga TopSkor DIY U-14 2025 merupakan langkah awal mereka bertanding di luar Tanah Papua.
Meski menjadi pengalaman pertama, anak-anak kebanggaan Papua ini menunjukkan kualitas permainan yang atraktif dan sikap sportivitas yang tinggi.
Kompetisi tahunan ini diikuti oleh berbagai tim muda dari Yogyakarta dan sekitarnya, memberikan kesempatan bagi pemain-pemain berbakat untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Walaupun baru pertama kali berlaga di luar daerah asal, para pemain PFA tampil percaya diri dan menunjukkan permainan yang solid.
Kendati bermain bersamaan dengan seri nasional Piala Soeratin U-13, PFA Batch-3 tetap tampil berani dengan skuad yang ada.
Sejak penyisihan, PFA tampil dominan dengan menyapu bersih lima laga awal dengan kemenangan, mencetak total 28 gol dan tidak kebobolan.
Keberhasilan mereka berlanjut dengan menyingkirkan Fachruddin Academy Pandawa di perempat final dengan skor 3-0. Di semifinal, PFA kembali bertemu Jupiter United, lawan yang sebelumnya mereka hadapi di fase grup, dan memenangkan pertandingan dengan skor 2-0.
Puncaknya, mereka meraih gelar juara setelah mengalahkan Puslat Pesat Magelang. Laga final yang berlangsung sengit itu berakhir dengan skor telak 4-0.
Selain prestasi yang dicapai, PFA menunjukkan komitmen terhadap nilai-nilai fair play selama turnamen. Hal ini menjadi aspek penting di luar trofi yang diraih.

Selama kompetisi, para pemain menunjukkan sportivitas, menghormati lawan, wasit, dan mematuhi aturan yang berlaku.
Sikap disiplin dan saling menghargai yang ditunjukkan para pemain.
Kemenangan sejati diraih melalui kejujuran dan rasa hormat. Semangat fair play ini merupakan bagian dari filosofi PFA dalam membentuk pemain yang tidak hanya unggul di lapangan, tetapi juga memiliki karakter yang kuat di luar lapangan.
Pengalaman bermain dan atmosfer kompetitif yang diperoleh selama turnamen kali ini sangat berharga.
Kemenangan ini bukan hanya trofi pertama bagi PFA 2011 di luar Papua, tetapi juga simbol talenta muda Papua memiliki potensi besar untuk bersinar di kancah nasional.
Apalagi pesepak bola muda Papua dikenal karena teknik dan fisiknya, tetapi masih minim kesempatan berkompetisi di luar daerah. Dengan keberhasilan ini, PFA telah membuka jalan bagi generasi muda Papua untuk bermimpi lebih besar.
Pelatih PFA Batch-3, Kelly Pepuho, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian anak asuhnya. Selain juga bersyukur atas pencapaian yang didapat.
“Para pemain menunjukkan mental juara sepanjang turnamen. Mereka berjuang dengan semangat dan membuktikan bisa bersaing di mana pun,” katanya.
“Kami berharap prestasi ini menjadi awal dari pencapaian-pencapaian besar lainnya. Semua pemain punya semangat yang tinggi,” ia menambahkan.
Keberhasilan Papua Football Academy, yang didukung PT Freeport Indonesia, menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua untuk terus mengembangkan potensi dan bermimpi besar.
Mereka ingin memberi bukti eksistensi: “Dari Tanah Papua, untuk Indonesia!” (*Artikel ini dibuat oleh kontributor Skor.id, Ari Dwi Prasetyo).