SKOR.id - Penyerang Timnas Indonesia yang berkarier di Australia, Rafael Struick, belakangan terpinggirkan dalam tugas membela negara dan juga klub.
Catatan tidak baik Rafael Struick berlanjut dari Timnas Indonesia ke Brisbane Roar FC. Ia kembali tak mendapat kesempatan bermain pada Jumat (4/4/2025).
Pemain berusia 22 tahun ini bahkan tidak disertakan dalam tim atau tak masuk daftar susunan pemain (DSP) di laga pekan ke-25 A League Men 2024-2025.
Tepatnya menjamu Macarthur FC di Stadion Suncorp, Brisbane, itu menjadi pertandingan kedua beruntun baginya tidak diandalkan selepas membela negara.
Rafael Struick juga tak ada dalam DSP Brisbane Roar pada duel pekan ke-24 ketika menjamu Auckland FC di stadion yang sama, tepatnya 30 Maret 2025.
Menariknya, dua bentrokan tanpa kehadirannya itu selalu berakhir memalukan untuk tim, yakni mengalami kekalahan dari tamunya dengan "cara berbeda".
Tanpa Rafael Struick, Brisbane Roar tak mampu mencetak gol lawan Auckland FC keok 0-2. Lalu di laga terkini, bisa unggul satu gol tapi akhirnya kalah 1-5.
Dua hasil negatif itu membuat mereka menempati peringkat ke-12 klasemen sementara A League Men 2024-2025, atau pada urutan kedua dari bawah.
Sementara itu di Timnas Indonesia pada FIFA Matcday periode Maret 2025, Rafael Struick akhirnya merasakan terpinggirkan setelah terus menjadi andalan.
Semula pada lanjutan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, ia masih jadi starter saat menghadapi Timnas Australia di 20 Maret 2025.
Namun pada pertandingan tandang tersebut, eks-penyerang ADO Den Haag itu hanya tampil satu babak, digantikan Eliano Reijnders sejak awal babak kedua.
Kemudian pada duel Timnas Indonesia vs Bahrain, 25 Maret 2025, ia akhirnya merasakan tidak diandalkan, sejak terakhir kali terjadi hampir setahun yang lalu.
Pada putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, 26 Maret 2024, Rafael Struick hanya menghangatkan bangku cadangan Garuda saat tandang lawan Vietnam.
Dalam duel terkini menghadapi Timnas Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pun demikian, ia hanya jadi "penonton" di bangku cadangan.