5 Mantan Wonderkid Indonesia yang Menghilang Setelah Bersinar di Usia Muda

Taufan Bara Mukti

Editor:

  • Indonesia banyak melahirkan talenta-talenta muda yang berbakat di sepak bola.
  • Namun, tak semua pemain yang bersinar di usia muda mendapatkan karier yang mulus.
  • Skor.id menyajikan lima pemain yang mengalami penurunan usai gemilang di usia muda.

SKOR.id - Indonesia tak henti-hentinya melahirkan pemain muda berbakat, namun jenjang para wonderkid tak selalu mulus sampai akhir karier.

Kualitas pemain usia muda di Indonesia tak perlu diragukan lagi. Sudah banyak pemain muda berbakat yang namanya mencuat ke permukaan.

Itu pula yang membuat timnas U-16 dan U-19 Indonesia sanggup berbicara banyak di kancah ASEAN maupun Asia sejak dahulu.

Namun, jenjang karier para wonderkid tak bisa diterka arahanya. Beberapa sanggup tampil konsisten hingga akhir karier, tapi tak jarang pula yang layu sebelum berkembang.

Ketiadaan jembatan dari kelompok usia muda ke tim senior yang berupa kompetisi menjadi salah satu penyebab sinar para wonderkid meredup dengan sendirinya.

 

Baru pada 2018 PSSI menginisiasi kompetisi Elite Pro Academy untuk kelompok U-16 dan U-20.

Atau ada juga yang tenggelam karena digerogoti cedera atau disibukkan dengan kegiatan lain di luar sepak bola.

Berikut Skor.id menyajikan lima pemain Indonesia yang bersinar di usia muda sebelum akhirnya "menghilang":

1. Irvin Museng

Nama Irvin Museng sempat menjadi pembicaraan karena menjadi top skor Danone Nations Cup 2005. Lelaki asal Makassar itu juga pernah menimba ilmu di akademi Ajax Amsterdam pada usia muda.

Panggilan timnas Indonesia juga sudah didapatkan Irving sejak U-12 usai menjadi top skor di Danone Nations Cup. Tak cukup sampai di situ, Irving sempat pula dipanggil membela timnas U-16 Indonesia pada medio 2008.

Karier profesional Irving dimulai dengan bergabung ke PSM Makassar. Namun di sana ia tak bertahan lama, pada 2009 ia hengkang ke Pro Duta FC.

Sayang, kondisi cedera menghantui eks-pemain Medan Chiefs itu hingga akhirnya ia mengumumkan pensiun pada 2013 setelah gagal menemukan permainan terbaik di Persiba Balikpapan.

Usia Irving sejatinya masih terbilang muda karena baru berumur 29 tahun saat ini. Namun kariernya sebagai pesepak bola telah tertutup kabut cedera.

2. Alan Martha

Alan Martha generasi pertama program Sociedad Anonima Deportiva (SAD) yang dikirim ke Uruguay pada 2008. Dalam rombongan tersebut juga terdapat nama Alfin Tuassalamony dan Novri Setiawan.

Sepulang dari Uruguay Alan Martha bergabung dengan Sriwijaya U-21 dan meraih gelar juara Liga Indonesia U-21 pada 2012-2013. Ia kemudian direkrut dan masuk tim senior Persija Jakarta setahun berselang.

Namun ketika PSSI dibekukan oleh FIFA dan kompetisi mandek pada 2015, karier Alan pun ikut terganggu. Alan kala itu memilih untuk kuliah dan bermain tarkam untuk mengisi aktivitas.

Pada 2017 Alan Martha sempat memperkuat Celebest FC selama setengah musim, sebelum hengkang ke Persikad Depok. Ia dikabarkan mengikuti seleksi di PSMS Medan pada musim lalu, namun nasib baik belum menghampirinya.

Hingga kini pemain yang pernah membela timnas U-19 Indonesia dan mencetak quat-trick ikonik ke gawang Vietnam itu belum terlihat bergabung dengan tim profesional di Indonesia.

3. Syamsir Alam

Seangkatan dengan Alan Martha di SAD Uruguay, Syamsir Alam juga sudah menepi dari dunia sepak bola profesional. Bakat Syamsir sudah tercium sejak masih berusia 11 tahun.

Kala itu ia tampil di Danone Nations Cup U-11 pada medio 2003. Setahun berselang ia langsung dipercaya masuk ke timnas U-14 Indonesia.

Syamsir juga pernah mengikuti seleksi di tim junior Belanda, Vitesse Arnhem dan Heerenveen, namun gagal. Pada 2011 Syamsir memperkuat tim Belgia, CS Vise, hingga 2013. Tim Amerika Serikat, DC United, pun pernah diperkuat Syamsir Alam dengan status pemain pinjaman.

Tim-tim Indonesia yang pernah dibela lelaki kelahiran 6 Juli 1992 itu antara lain Sriwijaya FC, Pelita Bandung Raya, dan Persiba Balikpapan. Namun mulai tahun 2016 nama Syamsir seolah tenggelam dari persepakbolaan nasional.

Syamsir memilih banting setir ke dunia entertainment dan menjadi host salah satu acara televisi. Ia juga masih terlihat bermain sepak bola meski bukan lagi di level profesional.

4. Reffa Money

Pertengahan 2000-an, Reffa Mony disebut-sebut sebagai salah satu pemain muda terbaik yang dimiliki Indonesia. Reffa kerap dipercaya masuk timnas U-13 hingga U-19 Indonesia.

Reffa juga dikirim ke Uruguay dalam program SAD bersama Alan Martha dan Syamsir Alam. Reffa bahkan menjadi kapten tim. Namun cedera lutut parah membuat Reffa tak ikut rombongan Indonesia yang dikirim ke CS Vise.

Putra dari legenda Persebaya Surabaya, Yusuf Mony, ini memperkuat Persis Solo pada Liga Indonesia 2011 sekembalinya dari Uruguay. Akan tetapi permasalahan cedera yang ia derita kembali kambuh dan performa terbaiknya pun tak muncul.

Reffa lolos menjadi anggota TNI Angkatan Darat (AD) pada 2014. Ia juga sempat menyelesaikan kuliah di Universitas Dr Soetomo, Surabaya, selagi menepi dari lapangan hijau.

Reffa yang kini berusia 29 tahun memang belum mengumumkan bakal pensiun. Ia sempat menyatakan siap kembali ke lapangan hijau jika ada tim yang tertarik meminangnya. Nama Reffa sempat masuk dalam daftar pemain tim PS TNI di Piala Jenderal Sudirman pada 2015-2016.

5. Okto Maniani

Oktavianus Maniani mencuri perhatian kala memperkuat timnas Indonesia di Piala AFF 2010 kala usianya masih 20 tahun. Di bawah arahan Alfred Riedl, Okto mengobrak-abrik lini pertahanan lawan dari sisi sayap.

Namun sebelum era itu, Okto sudah sering keluar masuk timnas Indonesia di level U-15, U-17, dan U-23. Berbagai tim nasional seperti PSMS Medan, Persidafon Dafonsoro, Sriwijaya FC, dan Barito Putera pernah dibela Okto.

Piala AFF 2010 boleh jadi adalah puncak karier Okto sebagai pesepak bola. Sebab, usai gelaran tersebut karier Okto seolah menurun. Pada 2011 pemain yang kini berumur 30 tahun itu juga sempat mengalami cedera parah.

Okto dirumorkan gabung Persib pada 2018. Namun manajemen Maung Bandung mengaku tak ada pembicaraan untuk merekrut sang pemain. Okto pernah pula mendapat sanksi larangan bermain selama enam bulan dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI karena memukul perut wasit saat membela Persewar Waropen pada Liga 2 2019.

Pemain yang sempat membintangi sinetron "Madun" pada 2015 itu terakhir diketahui membela Persiba Balikpapan di ajang Liga 2 2020.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor Indonesia (@skorindonesia)

Berita Timnas Indonesia Lainnya:

Pemain Berlabel Timnas Indonesia Sesaki Kursus Pelatih Lisensi C AFC di Malang

Wonderkid asal Aceh Berprestasi di Liga Qatar, Kini Menuju Timnas Indonesia

Penerjemah Shin Tae-yong Bocorkan Pemain Liga Qatar yang Tengah Dipantau Timnas Indonesia

RELATED STORIES

Wonderkid: Mikkel Damsgaard Pemain Emas Sampdoria, Dibeli 6 Juta Kini Nilainya 20 Juta

Wonderkid: Mikkel Damsgaard Pemain Emas Sampdoria, Dibeli 6 Juta Kini Nilainya 20 Juta

Kilau Mikkel Damsgaard bersama Sampdoria di Liga Italia telah membuat banyak klub elite Eropa terpukau.

Wonderkid: Rafli Asrul, Disebut Des Walker Punya Kemiripan dengan Jorginho

Wonderkid: Rafli Asrul, Disebut Des Walker Punya Kemiripan dengan Jorginho

Pelatih Garuda Select Des Walker menyebut gaya bermain Rafly Asrul mirip gelandang Chelsea, Jorginho.

Wonderkid: I Made Putra Kaicen, Penerus "Dinasti" Kiper Timnas Indonesia dari Bali

I Made Putra Kaicen diyakini akan meneruskan tongkat estafet kiper asal Bali di timnas Indonesia.

Skor co creators network
RIGHT_ARROW
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
PLAY_ICON
RIGHT_ARROW

THE LATEST

Timnas U-17 Korea Selatan vs Timnas U-17 Indonesia (Korea Selatan U-17 vs Indonesia U-17) pada Grup C Piala Asia U-17 2025 di Arab Saudi, 4 April 2025. (Deni Sulaeman/Skor.id)

Timnas Indonesia

Head-to-Head Timnas U-17 Indonesia vs Korea Selatan: Pernah Kalah 0-9!

Pernah kalah 0-9, berikut ini adalah head-to-head Timnas U-17 Indonesia saat melawan Korea Selatan.

Thoriq Az Zuhri | 04 Apr, 02:37

Bukayo Saka mencetak gol setelah memanfaatkan assist Martin Odegaard. (Rahmat Ari Hidayat/Skor.id).

Liga Inggris

Prediksi dan Link Live Streaming Everton vs Arsenal di Liga Inggris 2024-2025

Berikut ini adalah prediksi pertandingan dan link live streaming Everton vs Arsenal dalam laga lanjutan Liga Inggris.

Thoriq Az Zuhri | 03 Apr, 23:32

AFC

World

Termasuk Indonesia, 5 Negara Asia dengan Lonjakan Ranking FIFA Tertinggi

Berikut ini adalah lima negara di Asia yang punya lonjakan Ranking FIFA tertinggi untuk ranking tanggal 3 April 2025.

Thoriq Az Zuhri | 03 Apr, 23:15

Piala Asia U-17 2025 di Arab Saudi atau AFC U-17 Asian Cup Saudi Arabia 2025. (Deni Sulaeman/Skor.id)

Timnas Indonesia

Piala Asia U-17 2025: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

Jadwal, hasil, dan klasemen Piala Asia U-17 2025, yang terus diperbarui seiring berjalannya turnamen.

Taufani Rahmanda | 03 Apr, 16:54

Timnas U-17 Korea Selatan vs Timnas U-17 Indonesia (Korea Selatan U-17 vs Indonesia U-17) pada Grup C Piala Asia U-17 2025 di Arab Saudi, 4 April 2025. (Deni Sulaeman/Skor.id)

Timnas Indonesia

Prediksi dan Link Live Streaming Korea Selatan vs Indonesia di Piala Asia U-17 2025

Timnas U-17 Indonesia mengawali kiprah di Piala Asia U-17 2025 dengan bersua Korea Selatan U-17, Jumat (4/4/2025) malam WIB.

Taufani Rahmanda | 03 Apr, 16:05

Klub asal Filipina, Makati FC, yang diperkuat empat pemain Timnas putri Indonesia pada PFF Womens Football League 2025. (Deni Sulaeman/Skor.id)

Timnas Indonesia

4 Pemain Timnas Putri Indonesia Gabung Klub Filipina di PFF Womens Football League 2025

Tiga pemain Timnas putri Indonesia bahkan langsung unjuk gigi bersama Makati FC di PFF Womens Football League 2025.

Taufani Rahmanda | 03 Apr, 14:04

Honor of Kings (Jovi Arnanda/Skor.id)

Esports

Aksi Mulia Komunitas Honor of Kings di Hari Raya

Honor of Kings mengajak komunitasnya untuk turut serta dalam program donasi yang digelar melalui acara Ramadhan Livestream Fest.

Gangga Basudewa | 03 Apr, 14:03

Ketua Umum PSSI Erick Thohir. (Foto: Yogie Gandanaya/Grafis: Yusuf/ Skor.id)

Timnas Indonesia

Timnas Indonesia Naik Peringkat FIFA, Erick Thohir Tegaskan Terus Kejar 100 Besar

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, merespons peningkatan peringkat Timnas Indonesia pada Ranking FIFA terbaru.

Taufani Rahmanda | 03 Apr, 11:44

ragnar oratmangoen timnas

National

Ragnar Oratmangoen Beri Bantuan untuk Anak-anak di Gaza Rayakan Lebaran Idulfitri 2025

Penyerang Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen, memberikan bantuan hadiah, permen, minuman, dan kegiatan bermain.

Taufani Rahmanda | 03 Apr, 10:05

Kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia, Liga 1 2024-2025. (Hendy Andika/Skor.id)

Liga 1

Liga 1 2024-2025: Tiga Tim Dipastikan Aman dari Degradasi

Liga 1 2024-2025 menyisakan tujuh pekan lagi, dan tiga tim sudah dipastikan tidak akan terdegradasi.

Rais Adnan | 03 Apr, 09:00

Load More Articles