Home > Liga Italia

Petaka Jay Idzes dan Mimpi Buruk Kekalahan Beruntun Sassuolo

Mimpi buruk Sassuolo di Liga Italia belum berakhir dengan malam tadi Jay Idzes juga membuat petaka.
Image
Thoriq Az Zuhri Yunus Editor : Thoriq Az Zuhri Yunus
Mimpi buruk Sassuolo di Liga Italia belum berakhir dengan malam tadi Jay Idzes juga membuat petaka. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)
Mimpi buruk Sassuolo di Liga Italia belum berakhir dengan malam tadi Jay Idzes juga membuat petaka. (Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id)

SKOR.id - Petaka Jay Idzes juga ikut hadir dalam mimpi buruk kekalahan beruntun Sassuolo.

Sassuolo kalah lagi, kali ini kalah 0-3 di kandang AS Roma pada laga lanjutan Liga Italia, Minggu (8/11/2026) dini hari WIB.

Bagi si Hijau Hitam, ini adalah kekalahan beruntun kelima mereka di Liga Italia musim ini.

Sassuolo kini baru mengoleksi delapan angka dari 11 laga, bertengger di posisi ke-17, hampir masuk zona merah degradasi.

Baca Juga: Kevin Diks Kembali Tampil di Bundesliga, Nathan Tjoe-A-On Jadi Bintang Willem II

Baca Juga: 3 Pembalap Langgar Bendera Kuning, Mengapa Hanya Veda Ega Pratama yang Dihukum?

Lima kekalahan beruntun ini menyamai rekor kelam klub yang terakhir kali terjadi lebih dari satu dekade lalu, tepatnya antara Januari hingga Maret 2014.

Tak hanya itu, Sassuolo kini berstatus sebagai tim dengan pertahanan terburuk di Serie A.

Dalam 11 laga, mereka sudah kebobolan 29 kali.

Sebagai perbandingan, tim terburuk kedua adalah Udinese yang kebobolan 25 kali dan kini ada di dasar klasemen.

Catatan negatif Sassuolo memang tak terhenti meski Jay Idzes sudah kembali.

Idzes sudah kembali berlaga dalam dua laga terakhir usai cedera, meski Sassuolo belum bisa mendapatkan hasil positif.

Salah satu penyebabnya adalah gelombang cedera.

Domenico Berardi, Cristian Volpato, Daniel Boloca, Ismael Koné, dan Fedde Leysen absen karena cedera.

Pelatih Alberto Aquilani bahkan harus mengubah sistem menjadi 3-5-2 malam tadi, meski tak membuahkan hasil.

Khusus Jay Idzes, malam tadi ia sempat terlibat dalam momen krusial dua gol pertama AS Roma.

Pertama, sapuannya yang kurang sempurna berujung pada gol pembuka Mario Hermoso (27').

kedua, bloknya atas tembakan Donyell Malen memantul mengenai rekan setimnya, Sebastian Walukiewicz, hingga berbuah gol bunuh diri tiga menit berselang (30').

Di luar ini, Idzes tampil cukup apik.

Ia mencatat tiga tekel, satu blok, 11 sapuan, dua inetrsep, dan lima kali mendapat bola liar.

Idzes sebenarnya juga memenangi lima dari enam duel yang ia lakukan, meski kemudian Sassuolo harus kebobolan tiga gol.

Sumber: Football Italia, Google, FotMob

× Image