Alasan Bukayo Saka Mendapat Gelar Socrates Award di Ballon d'Or 2026

SKOR.id - Mengapa Bukayo Saka mendapat gelar Socrates Award di Ballon d'Or 2026?
Malam penganugerahan Ballon d'Or 2026 digelar di London, Selasa (27/10/2026) dini hari WIB.
Ada 13 penghargaan yang diberikan, salah satunya adalah Socrates Award.
Penghargaan ini diberikan kepada insan sepak bola atas kontribusi sosial, amal, dan aksi kemanusiaan luar biasa di luar lapangan hijau.
Baca Juga: Erick Thohir Minta Kepolisian Usut Tuntas Kasus Tewasnya Suporter Persib
Baca Juga: Apakah Mbappe Bisa Lampaui Rekor Gol Messi di El Clasico?
Bukayo Saka mendapat penghargaan ini dengan aksi kemanusiaannya membantu anak-anak yang membutuhkan di Nigeria, negeri asal orang tuanya.
Ia bekerja sama dengan badan amal "BigShoe" untuk membantu operasi medis anak-anak kurang mampu di sana.
Saka membantu setidaknya 120 operasi anak yang menderita berbagai macam penyakit, termasuk hernia hingga tumor otak.
Socrates Award
Penghargaan ini dinamai dari nama Sócrates, legenda sepak bola Brasil tahun 1980-an yang terkenal karena kecerdasannya di lapangan serta perannya yang vokal sebagai aktivis politik melawan kediktatoran militer di Brasil melalui gerakan "Democracia Corinthiana".
Tujuannya, untuk mengapresiasi pemain atau insan sepak bola yang aktif membantu masyarakat, seperti mendirikan yayasan amal, mendanai fasilitas kesehatan/pendidikan, memperjuangkan hak anak-anak, atau memimpin gerakan melawan rasisme dan ketimpangan sosial.
Bukayo Saka bukan yang pertama, penghargaan ini mulai diberikan pada tahun 2022 lalu.
Pada edisi perdana, Sadio Mané (Senegal) jadi pemenang usai membangun rumah sakit, sekolah, dan infrastruktur publik di kampung halamannya, Bambali.
Lalu pada 2023, giliran Vinícius Júnior (Brasil) yang menang setelah mendirikan Instituto Vini Jr. untuk membantu pendidikan anak-anak kurang mampu di Brasil menggunakan teknologi.
Pada 2024,Jennifer Hermoso (Spanyol) menang atas dedikasinya dalam memperjuangkan kesetaraan gender di dunia sepak bola wanita serta melawan pelecehan.
Tahun lalu, penghargaan diterima badan amal "Xana" yang dimiliki pelatih Spanyol, Luis Enrique, yang membantu anak-anak dengan penyakit serius dan membantu keluarga mereka.
Sumber: BBC, Google, Goal
