Home > Badminton

Juara di Denmark Open 2026, Fajar/Fikri Sukses Balas Dendam karena Termotivasi Hasil Asian Games

Di Denmark Open 2025, Pasangan Fajar/Fikri harus rela keluar sebagai runner-up.
Image
Gangga Basudewa Editor : Gangga Basudewa
Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Sumber:(Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)
Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Sumber:(Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)

SKOR.id - Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, sukses menjuarai Denmark Open 2026 setelah tampil dominan pada partai final. Mereka mengalahkan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dengan kemenangan dua gim langsung, 21-8 dan 21-11.

Fajar/Fikri yang berstatus unggulan ketiga tampil penuh percaya diri saat menghadapi Aaron/Soh, pasangan unggulan keempat asal Malaysia. Kemenangan meyakinkan tersebut sekaligus menjadi pembuktian bagi Fajar/Fikri setelah gagal meraih gelar pada final Denmark Open tahun lalu.

Fajar Alfian mengaku sangat bersyukur akhirnya bisa membawa pulang gelar juara dari turnamen bergengsi tersebut. Ia berharap pencapaian ini menjadi awal bagi mereka untuk meraih prestasi yang lebih besar pada turnamen-turnamen berikutnya.

"Alhamdulillah sangat bersyukur setelah tahun lalu gagal di final, kali ini kami bisa menjuarai Denmark Open. Semoga menjadi awal untuk prestasi kami ke depannya lebih lagi, motivasi dan percaya diri lebih meningkat," kata Fajar.

Baca Juga: MPL Indonesia Season 18: Hasil, Jadwal, Klasemen Lengkap

Baca Juga: Liga Champions 2026-2027: Jadwal, Hasil, dan Klasemen Lengkap

Menurut Fajar, kekalahan yang mereka alami pada Asian Games 2026 turut menjadi motivasi untuk bangkit dan kembali menunjukkan performa terbaik. Pengalaman pahit tersebut dijadikan bahan evaluasi agar mereka bisa tampil lebih baik dalam menghadapi persaingan di level internasional.

Saat menghadapi Aaron/Soh, Fajar/Fikri juga memiliki keuntungan dari pengalaman pertemuan sebelumnya. Fajar menyebut mereka sudah cukup sering berhadapan dengan pasangan Malaysia tersebut, bahkan sebelum dirinya berpasangan dengan Fikri.

Kondisi shuttlecock yang melaju cepat membuat Fajar/Fikri memilih strategi menyerang sejak awal pertandingan. Mereka tidak memberikan kesempatan kepada Aaron/Soh untuk mengembangkan permainan hingga akhirnya mampu mengunci kemenangan dengan skor mencolok.

"Shuttlecock sangat kencang lajunya jadi kami tidak mau bermain bertahan. Kami dari awal selalu menekan, selalu bermain menyerang jadi lawan juga tidak bisa berkembang," ujar Fajar.

Sementara itu, Muhammad Shohibul Fikri menegaskan bahwa dirinya tidak ingin cepat puas setelah meraih gelar juara. Ia bertekad menjadikan setiap pertandingan sebagai kesempatan baru untuk kembali membuktikan kemampuan.

Fikri juga mengakui pengalaman Fajar menjadi pelajaran berharga, terutama ketika menghadapi tekanan di partai final. Ia merasa kini lebih dewasa dalam mengelola pikiran dan berusaha tidak terlalu terbebani oleh ekspektasi.

"Saya mencoba untuk sudah nggak usah banyak terlalu mikir apa-apa, yang penting banyak usaha, ikhtiar dan doa," kata Fikri.

Gelar Denmark Open 2026 diharapkan turut memperpanjang tren positif bulutangkis Indonesia. Fajar berharap prestasi tersebut dapat menjadi pemacu bagi atlet senior maupun junior untuk terus berkembang dan meraih lebih banyak gelar di panggung internasional.

× Image