Juventus Dibantai Lazio: Dicemooh Fans, Pemain Saling Tuding, Pelatih Bingung

SKOR.id - Usai dibantai Lazio, Juventus mendapatkan berbagai macam hal negatif dalam skuad mereka saat ini.
Juventus dibantai Lazio 0-3 di kandang sendiri pada laga giornata ketujuh Liga Italia, Senin (19/10/2026) dini hari WIB.
Kekalahan menyakitkan ini meninggalkan beberapa hal negatif bagi Si Nyonya Tua.
Dalam laga ini, tiket terjual habis, tetapi banyak dari suporter yang sudah meninggalkan kursinya sebelum laga usai.
Baca Juga: Liga Italia 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap
Baca Juga: Puncaki Klasemen Liga Italia, Apa yang Bisa Diperbaiki Inter Milan?
Mereka yang masih tertinggal, mencemooh tim mereka sendiri usai peluit panjang tanda laga usai.
Rasa frustrasi yang dimiliki fans tampaknya juga dialami oleh para pemain Juventus.
Bremer contohnya, yang terang-terangan memberi kritik pada rekan setimnya.
"Memang, pelatih yang memberikan instruksi, tetapi para pemain lah yang harus melaksanakannya di lapangan," ujar Bremer.
"Ada 11 pemain di lapangan ditambah lima pemain yang masuk sebagai pangganti. Saya tak bisa menggendong semuanya. Saya coba membantu, berbicara kepada mereka, tetapi pemain punya karakter masing-masing. Kita bisa mendorong mereka sampai poin tertentu, tetapi hanya itu, beberapa punya mental kuat dibanding lainnya."
"Jika mereka mendengar cemoohan, mereka bersembunyi dan takut. Saya tahu kami memiliki banyak pemain muda dan pemain baru, jadi jika dibandingkan dengan skuad Juventus beberapa tahun lalu, ini situasi yang berbeda."
Bremer mengaku ia tak menyalahkan satu atau dua pemain, tetapi ia tak memungkiri bahwa ada pemain-pemain yang takut dan berembunyi ketika keadaan tak berjalan sesuai rencana.
Jika Bremer mempertanyakan rekan satu tim, pelatih Luciano Spalletti justru bingung.
Spalletti tak bisa menemani tim pada laga ini karena hukuman yang ia terima akibat insiden lawan Cagliari.
"Tentu saja ini adalah tim Juventus yang inferior, tim yang sama sekali tak mengontrol laga, juga tak punya ide ke mana laga akan mereka bawa. Ini sulit dijelaskan bahkan untuk kami sendiri," ujar Spalletti.
"Dalam sepak bola, anda bisa melihat lawan, anda dapat melihat bola, dan jika anda bereaksi terlalu lambat, tak menunjukkan semangat atau ritme permainan, taktik dan sistem bermain jadi tak ada gunanya."
Spalletti mengatakan bahwa Juventus tak menunjukkan bisa mengatur tempo, tak punya ide, tak pernah berlari, tak bekerja keras, menyerah saat laga tak berjalan sesuai rencana, hal-hal inilah yang ia benci.
"Saya juga terkejut dengan penampilan ini, jadi saya perlu berpikir keras," ujar Spalletti.
Juventus kini hanya mendapatkan 11 poin dari tujuh laga.
Musim lalu, tim asihan Igor Tudor mendapat 12 poin dalam tujuh laga, sebelum sang pelatih dipecat.
Sebelumnya, Thiago Motta membawa Juvenus mendapat 13 poin dalam tujuh laga.
Sumber: Football Italia, Google
