Home > National

Dukung Keputusan Ketum PSSI, I.League Dorong Sanksi Tegas Aksi Kekerasan di Sepak Bola Indonesia

Dukung keputusan Ketum PSSI, I.League mendorong adanya sanksi tegas terkait aksi kekerasan di sepak bola Indonesia.
Image
Pradipta Indra Kumara Editor : Pradipta Indra Kumara
I.League, identitas baru dari PT Liga Indonesia Baru atau LIB yang merupakan operator kompetisi sepak bola profesional di Indonesia. (Grafis: Yudhy Kurniawan/Skor.id)
I.League, identitas baru dari PT Liga Indonesia Baru atau LIB yang merupakan operator kompetisi sepak bola profesional di Indonesia. (Grafis: Yudhy Kurniawan/Skor.id)

SKOR.id - Operator kompetisi sepak bola profesional Indonesia, I.League, mendukung keputusan Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir, terkait sanksi untuk mereka yang terlibat dalam kekerasan di sepak bola Indonesia.

I.League mendorong penguatan regulasi dan kode disiplin bersama PSSI, termasuk adanya kemungkinan untuk penerapan sanksi berat hingga pengurangan poin.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengungkapkan, ketegasan perlu diambil sebagai langkah untuk melindungi klub, kompetisi, dan seluruh elemen sepak bola Indonesia.

Langka ini juga bertujuan menjaga momentum positif yang selama ini telah dibangun bersama.

Baca Juga: Terpantau Masih TC di Bali, Satu Lawan Borneo FC Dikabarkan Mundur dari AFC Challenge League 2026-2027

Baca Juga: Indonesia Women's League 2026-2027: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap

"Kami sepenuhnya mendukung sikap Ketua Umum PSSI. Sepak bola Indonesia sedang berkembang ke arah yang semakin baik. Kompetisi semakin kompetitif, atmosfer stadion semakin hidup, dan suporter tim tamu akhirnya kembali bisa hadir," kata Ferry Paulus.

"Semua kemajuan ini harus kita jaga. Jangan sampai tindakan kekerasan justru membawa sepak bola kita kembali mundur," kata Ferry Paulus menambakan.

Ferry mengungkapkan bahwa perkembangan positif kompetisi, harus diikuti peningkatan tanggung jawab klub dan seluru elemen suporter.

Olehkarena itu, penguatan ketentuan disiplin perlu dipertimbangkan, seingga memberi efek jera, sekaligus mencega potensi kejadian konflik yang lebih besar.

"Melihat perkembangan dan potensi konflik yang mulai muncul, kami berpandangan bahwa ketentuan hukuman perlu diperkuat. Sanksi tidak boleh hanya berhenti pada denda atau hukuman yang tidak memberikan efek jera. Kami siap berkoordinasi dengan PSSI untuk mendorong sanksi yang lebih berat, termasuk pengurangan poin bagi klub apabila terjadi pelanggaran serius sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegas Ferry Paulus.

I.League juga menekankan pentingnya membedakan pelanggaran disiplin dalam penyelenggaraan pertandingan, dengan tindakan kriminal di luar pertandingan.

Pelanggaran keamanan dan ketertiban di stadion, masuk ke dalam regulasi pertandingan yang menjadi bagian mekanisme disiplin sepak bola dengan tanggung jawab klub dan konsekuensi yang ditentukan berdasar ketentuan yang berlaku.

Sementara itu tindakan kriminal di luar cakupan penyelenggaraan pertandingan, seperti penyerangan, penganiayaan akan masuk ranah penegakan hukum oleh kepolisian.

Penegakan konsekuensi disiplin bagi klub tetap harus memiliki dasar regulasi serta pembuktian yang sah.

Ferry Paulus menegaskan, penguatan sanksi bertujuan untuk melindungi keberlanjutan kebijakan kehadiran suporter tim tamu, yang diterapkan musim ini.

Kebijakan ini merupakan hasil proses panjang dan pembangunan kepercayaan bersama PSSI, FIFA, Kepolisian, serta klub pemangku kepentingan.

"Kami ingin suporter tamu tetap bisa hadir. Justru karena itulah aturan harus ditegakkan lebih tegas. Jangan sampai kesempatan yang sudah diperjuangkan bersama selama ini kembali hilang hanya karena tindakan segelintir orang. Kami tidak ingin klub dan mayoritas suporter yang sudah tertib ikut menjadi korban," kata Ferry Paulus.

I.League akan menindaklanjuti dan mengevaluasi kepatuhan klub, mitigasi risiko pertandingan, koordinasi keamanan, dan melaklukan pembinaan serta komunikasi dengan komunitas suporter.

Selain itu juga dilakuukan penguatan ketentuan disiplin, serte malakukan koordinasi dengan PSSI melalui mekanisme dan kemenangan yang berlaku.

"Ketegasan ini bukan untuk menghukum sepak bola Indonesia, melainkan untuk melindungi masa depannya. Kami ingin kompetisi terus maju, stadion semakin ramai, dan suporter bisa mendukung klub kebanggaannya dengan aman. Sepak bola kita sudah melangkah maju, dan kita tidak boleh membiarkannya mundur lagi," pungkasnya.

Sumber: I.League

× Image