Home > Timnas Indonesia

Emil Audero Ingin Timnas Indonesia Merepotkan Negara Eropa

Emil Audero juga mengungkapkan alasannya menerima tawaran untuk membela Timnas Indonesia.
Image
Muhamad Rais Adnan Editor : Muhamad Rais Adnan
Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero. (Grafis: Skor.id)
Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero. (Grafis: Skor.id)

SKOR.id – Emil Audero mengaku tidak menyesali keputusannya membela Timnas Indonesia. Penjaga gawang yang kini memperkuat Rayo Vallecano tersebut mengungkapkan keinginannya merasakan pengalaman baru di luar sepak bola Eropa menjadi salah satu alasan menerima tawaran Skuad Garuda pada 2025.

Keputusan itu menjadi babak baru dalam perjalanan karier Audero. Meski lahir di Indonesia dan memiliki darah Italia dari sang ibu, ia baru memutuskan memperkuat tim nasional Merah Putih setelah sempat menolak panggilan pertamanya.

Audero mengungkapkan kepada Gianlucadimarzio.com bahwa kesempatan membela Indonesia memberinya pengalaman berharga, baik sebagai pesepak bola maupun dalam kehidupan pribadi.

“Saya ingin mencoba pengalaman baru dan melihat bagaimana sepak bola di luar Eropa,” kata Audero.

Baca Juga: Puji Erick Thohir, Presiden FIFA Belum Bisa Lupakan Kemenangan Timnas Indonesia

Baca Juga: Calvin Verdonk Catat Sejarah untuk Indonesia di Liga Champions

Sebelum akhirnya menerima tawaran tersebut, Audero sebenarnya sudah mendapat panggilan dari Indonesia ketika masih berseragam Inter Milan. Namun, saat itu ia belum bisa memenuhi tawaran tersebut karena persoalan keluarga.

“Saya belum menerimanya karena ada situasi keluarga yang harus dipertimbangkan,” ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, situasi berubah hingga Audero akhirnya mantap memilih Indonesia sebagai negara yang dibelanya di level internasional.

Keputusan tersebut terbukti tidak membuatnya kecewa. Setahun setelah bergabung dengan Timnas Indonesia, Audero justru merasa mendapatkan banyak hal dari pengalaman barunya bersama Skuad Garuda.

“Saya sangat senang dengan keputusan yang saya ambil. Pengalaman seperti ini memberikan banyak hal kepada saya, baik dari sisi pribadi maupun sepak bola,” ungkapnya.

Keputusan Audero membela Timnas Indonesia juga tidak terlepas dari ikatan keluarganya dengan Tanah Air. Pemain yang memiliki kewarganegaraan Italia dan Indonesia itu menegaskan bahwa dirinya mempunyai hubungan yang kuat dengan negara tempat kelahirannya.

“Ayah saya orang Indonesia, sedangkan ibu saya orang Italia. Saya lahir di Indonesia. Saya merasa memiliki akar yang kuat di sana,” tuturnya.

Meski kini memperkuat Indonesia, hubungan Audero dengan Italia tetap erat. Bahkan, ia masih mempertahankan aksen khas wilayah Piemonte dalam percakapannya.

“Terkadang, ada orang yang mengatakan bahwa saya memiliki aksen khas Piemonte,” katanya.

Bersama Timnas Indonesia, Audero turut merasakan pencapaian penting setelah membantu tim meraih gelar FIFA ASEAN Cup melalui kemenangan atas Thailand dalam adu penalti. Penampilannya di bawah mistar menjadi salah satu faktor yang mendukung keberhasilan tersebut.

Menurut Audero, gelar itu semakin meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap sepak bola Indonesia. Dukungan suporter bahkan terasa begitu besar hingga membuat tim harus mengubah rencana menjelang pertandingan final.

“Antusiasme sebenarnya sudah terasa sejak awal. Setelah meraih gelar juara ASEAN Cup, kemenangan besar pertama dalam sejarah kami, antusiasme itu kini semakin meningkat,” ujarnya.

Ia juga mengaku tak selalu mudah menggambarkan besarnya kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola.

“Terkadang, saya kesulitan menjelaskan betapa besar gairah mereka terhadap sepak bola,” kata Audero.

Besarnya perhatian suporter bahkan membuat Timnas Indonesia harus mengganti hotel karena banyak orang yang ingin bertemu dengan para pemain.

“Kami harus pindah hotel karena terlalu banyak orang yang menghentikan kami untuk meminta foto dan tanda tangan,” ungkapnya.

Pengalaman bersama Timnas Indonesia turut membuat Audero menaruh harapan besar terhadap masa depan sepak bola nasional. Ia menilai pengembangan pemain melalui sekolah sepak bola dapat menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas tim sekaligus memperbaiki posisi Indonesia di peringkat FIFA.

“Sepuluh tahun dari sekarang, saya ingin melihat Indonesia menjadi Tim Nasional yang mampu merepotkan negara-negara Eropa,” ujarnya.

Ia juga menyoroti besarnya kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola yang menurutnya tidak jauh berbeda dengan Italia.

“Keduanya sangat mirip. Jika Indonesia bermain sepak bola sebagus cara masyarakatnya mengikuti sepak bola, Indonesia pasti akan menjadi Brasil,” kata Audero.

Gairah tersebut juga terlihat dari dukungan suporter terhadap klub-klub Eropa yang datang ke Indonesia atau menjalani tur di kawasan Asia. Juventus, AC Milan, dan Inter Milan, misalnya, bisa menemukan suporter Indonesia yang menyanyikan lagu-lagu dukungan dalam bahasa Italia.

“Ketika klub seperti Juventus, Milan, dan Inter tiba di hotel, mereka akan menemukan kelompok suporter garis keras Indonesia yang menyanyikan lagu-lagu dukungan untuk klub tersebut dalam bahasa Italia. Kita pasti bertanya, ‘Bagaimana mungkin? Bagaimana mereka bisa mengetahui lagu-lagu itu?’” tuturnya.

Audero turut menyinggung popularitas Sassuolo di Indonesia berkat kehadiran Jay Idzes.

“Mereka mengenal Sassuolo dengan baik karena Idzes,” katanya.

Ia pun merasakan dampak dukungan masyarakat Indonesia terhadap klub yang dibelanya. Kehadirannya memberikan tambahan perhatian di media sosial, seperti yang terjadi saat memperkuat Cremonese dan kini bersama Rayo Vallecano.

“Tahun lalu, hal itu terjadi pada Cremonese bersama saya. Sekarang, hal serupa juga terjadi pada Rayo Vallecano,” ungkapnya.

Lolos ke Piala Dunia Jadi Impian Besar

Di level klub, Audero juga menorehkan catatan bersejarah setelah bergabung dengan Rayo Vallecano dari Como pada penghujung bursa transfer musim panas. Ia menjadi pemain Indonesia pertama yang tampil di La Liga.

“Saya menjadi pemain Indonesia pertama yang bermain di kompetisi ini. Itu merupakan pengalaman baru dan tentu saja sangat berarti,” ujarnya.

Sementara itu, bersama Timnas Indonesia, Audero telah berhasil mewujudkan salah satu targetnya, yakni meraih trofi bersama tim nasional. Setelah keberhasilan di ASEAN Cup, ia kini mengincar pencapaian lebih tinggi di Piala Asia.

“Salah satu target saya adalah memenangkan trofi bersama Tim Nasional, dan kami berhasil melakukannya dengan baik,” katanya.

Meski demikian, ada satu ambisi yang memiliki arti lebih besar bagi Audero, yakni membawa Indonesia tampil di Piala Dunia.

“Lolos ke Piala Dunia. Berpartisipasi di Piala Dunia bersama Indonesia adalah sesuatu yang luar biasa,” tegasnya.

Sumber: Gianlucadimarzio.com

× Image