Piala AFF Diguncang Isu Match Fixing, Pemain Timnas Laos Ditangkap

SKOR.id - Pemain Timnas Laos, Soukphachan Lueanthala, dikabarkan ditangkap terkait dugaan keterlibatan dalam praktik pengaturan skor atau match-fixing pada ajang ASEAN Hyundai Cup.
Kabar tersebut dilaporkan oleh media Inggris, The Guardian, yang mengungkap dugaan adanya jaringan perjudian di balik manipulasi pertandingan sepak bola Laos.
Lueanthala, yang bermain sebagai winger untuk klub Salavan United, diduga membantu mengorganisasi operasi pengaturan skor yang melibatkan sindikat taruhan.
Jaringan tersebut diyakini berbasis di Vietnam dan diduga memiliki hubungan dengan sejumlah pihak di sepak bola Laos.
Menurut laporan The Guardian, penangkapan Lueanthala terjadi setelah beberapa pemain Laos diperiksa polisi menyusul pertandingan terakhir fase grup melawan Myanmar pada 4 Agustus.
Baca Juga: MPL Indonesia Season 18: Hasil, Jadwal, Klasemen Lengkap
Baca Juga: RRQ Hoshi Terancam Gagal Playoff Lagi, Ini Skenario yang Bisa Selamatkan Sang Raja
Meski demikian, hingga laporan tersebut diterbitkan, Federasi Sepak Bola Laos (LFF) maupun kepolisian belum mengonfirmasi secara resmi kabar penangkapan tersebut.
Pada 7 Agustus, LFF mengumumkan telah membuka penyelidikan terhadap dugaan penyuapan, perjudian ilegal, dan manipulasi pertandingan. Kasus tersebut kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.
Sumber yang mengetahui dugaan kasus tersebut mengatakan kepada The Guardian bahwa Lueanthala dicurigai berperan sebagai penghubung antara pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan pengaturan skor. Ia juga diduga memberikan instruksi kepada pemain lain untuk menjalankan skema tersebut.
Performa Buruk Laos Jadi Sorotan
Dugaan pengaturan skor ini mencuat setelah Laos mencatatkan hasil buruk sepanjang fase grup ASEAN Hyundai Cup. Mereka menelan empat kekalahan dari empat pertandingan yang dimainkan.
Laos kalah 0-5 dari Thailand, 0-4 dari Malaysia, dan 1-4 dari Filipina. Pada pertandingan terakhir, mereka kembali menelan kekalahan telak 2-7 dari Myanmar.
Namun, rentetan kekalahan tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan adanya manipulasi pertandingan. Dugaan keterlibatan pemain maupun pihak lain masih harus dibuktikan melalui proses penyelidikan.
Kasus ini juga kembali menyoroti persoalan kesejahteraan pemain sepak bola Laos. The Guardian mengutip sumber yang menyebutkan bahwa pemain tim nasional Laos hanya menerima bayaran sebesar US$10 per hari hingga tahun lalu.
Dalam laporan yang sama, seorang pemain bahkan dikabarkan mengaku telah mengatur tiga pertandingan dengan imbalan masing-masing US$10.000.
Bukan Kasus Pertama di Sepak Bola Laos
Laos sebelumnya juga pernah menghadapi kasus pengaturan skor. Pada 2020, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan hukuman larangan beraktivitas seumur hidup kepada Thipphonexay Inthavongsa.
Hukuman tersebut diberikan setelah AFC menyatakan Inthavongsa bersalah karena berkonspirasi memanipulasi pertandingan internasional melawan Hong Kong pada 2017.
Dugaan kasus yang melibatkan Lueanthala kini kembali menempatkan integritas sepak bola Laos dalam sorotan. Namun, status hukum dan keterlibatan pihak-pihak yang disebutkan masih menunggu kepastian dari hasil penyelidikan resmi.
Sumber: The Guardian
