IPL 2026 Resmi Dimulai, Erick Thohir Soroti Dua Komponen Penting Padel Indonesia

SKOR.id - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, menilai perkembangan olahraga padel di Indonesia menunjukkan arah positif.
Hal itu terlihat dari mulai bergulirnya kompetisi liga yang berjalan beriringan dengan pembinaan tim nasional.
Erick Thohir menyampaikan hal tersebut saat menghadiri pembukaan Indonesian Padel League 2026 di Bandeja Padel Arena, Ancol, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, keberadaan liga dan tim nasional menjadi dua elemen penting dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan.
Ia bahkan menyebut keduanya sebagai dua sayap yang harus berjalan beriringan di setiap cabang olahraga.
"Saya senang, bangga, dan bersyukur ketika banyak cabang olahraga mulai memikirkan dua sayap. Satu liga dan satu tim nasional. Karena ini keseimbangan yang harus terjadi di semua cabang olahraga,” ujar Erick Thohir.
Baca Juga: Bergulir Mulai Agustus, Indonesian Padel League 2026 Bawa Kompetisi Padel ke Era Profesional
Baca Juga: ASICS Community Slam 2026 Gelar Turnamen Padel untuk Kali Pertama, Luncurkan 2 Produk Baru
Perkembangan padel Indonesia juga mulai terlihat dari pencapaian di Asian Games 2026.
Meski tergolong sebagai cabang olahraga baru, padel Indonesia mampu membawa pulang medali perak.
Erick Thohir menilai pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa proses pembinaan atlet melalui tim nasional mulai menunjukkan hasil.
“Kita lihat bagaimana kemarin padel di Asian Games, hampir saja meraih emas, tapi Alhamdulillah, perak. Luar biasa, untuk cabor baru ikut sudah meraih perak. Itu bukti bahwa pembangunan tim nasional berjalan,” jelasnya.
Di sisi lain, Erick menilai keberadaan liga memiliki peran penting dalam memberikan lebih banyak kesempatan bertanding bagi para atlet.
Kompetisi antarklub juga dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk membangun sisi komersial olahraga padel di Indonesia.
“Sekarang liga juga sedang berjalan, sebagai bentuk komersialisasi. Karena tentu saja, sekarang ada banyak kompetisi untuk pemain tim nasional yang berpartisipasi di klub-klub. Saya dengar ada 10 klub, dan ini dapat meningkatkan jam terbang mereka untuk banyak pertandingan,” ucap Erick.
Format Indonesian Padel League 2026 juga mendapat perhatian Erick, khususnya terkait keterlibatan pemain asing.
Ia mengapresiasi format kompetisi yang memungkinkan pemain asing dan lokal bermain bersama.
Erick menambahkan pola tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas pertandingan, tetapi juga membuka peluang transfer pengetahuan bagi pemain Indonesia.
“Saya juga senang mendengar bahwa pemain asing di liga padel ini juga tidak bermain dalam satu grup saja. Jadi, misalnya ada dua pemain, mereka harus mix. Ini juga merupakan bagian dari membangun atau mentransfer pengetahuan dari pemain asing dan Indonesia. Ini adalah hal yang positif,” ungkap Erick.
“Saya berharap, tidak hanya padel, klub olahraga lain juga melakukan hal yang sama. Tetapi saya senang padel di bawah kepemimpinan Bapak Galih, Bapak Mochtar, dan sekarang Bapak Rudi, dapat mendukung perkembangan seperti ini, prestasi, dan industri olahraga."
Dukungan terhadap perkembangan liga juga disampaikan Wakil Ketua Umum I PBPI, Mochtar Sarman.
Ia memastikan PBPI mendukung penyelenggaraan lebih banyak kompetisi untuk memperkuat ekosistem padel di Indonesia.
Mochtar mengatakan liga dapat menjadi wadah bagi atlet untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus menjadi tempat pencarian talenta-talenta muda.
“Kami selalu mendukung, seperti yang dikatakan Bapak Menteri, lebih banyak liga, agar ekosistem ini terus berkembang. Di sinilah kita bisa menjadi platform bagi atlet kita untuk berkompetisi di tingkat internasional dan mencari talenta muda,” tutur Mochtar.
Talenta yang muncul dari kompetisi tersebut nantinya akan masuk dalam proses pembinaan lebih lanjut untuk dipersiapkan membela Indonesia.
“Tentu saja. Ini adalah salah satu tempat di mana kita akan melihat talenta-talenta muda, talenta-talenta berbakat, sehingga kita dapat membina mereka lagi, sehingga kita dapat membawa nama bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Liga Padel Indonesia, Rudi Laksmana, mengungkapkan Indonesian Padel League 2026 saat ini diikuti oleh 10 tim. Jumlah tersebut masih terbuka untuk bertambah menjadi 12 tim pada masa mendatang.
“Ya, jika kita lihat, saat ini kita memiliki 10 tim. Insya Allah, di masa depan akan menjadi 12. Kita hanya akan memiliki 12 tim,” jelas Rudi.
Rudi menegaskan, kompetisi tersebut tidak hanya berorientasi pada pencarian atlet berprestasi.
Lebih jauh, liga mulai membentuk ekosistem industri yang melibatkan berbagai elemen di dalam olahraga padel.
“Padel ini bukan hanya soal prestasi saja, tetapi ekosistemnya sudah berjalan. Seperti yang saya katakan sebelumnya, ada pelatih, pemain, wasit, UMKM, sarana penunjang. Jadi, ekosistem komersialnya sudah berjalan,” terangnya.
Ia berharap penyelenggaraan liga secara konsisten dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Ini juga meningkat, menjadi sumber pendapatan bagi kita semua. Jadi, kami berharap jika kami terus menjalankan liga ini secara konsisten, selain mencari atlet untuk tim kami, ekosistem ini akan terus meningkatkan perekonomian di masyarakat."
Tak berhenti pada penambahan jumlah tim, Liga Padel Indonesia juga berencana memperluas jangkauan kompetisi ke sejumlah daerah.
Rudi menyebut ekosistem padel saat ini telah berkembang di sejumlah wilayah, termasuk Makassar, Kalimantan, dan Bali.
“Kami akan memiliki 12 area. Saat ini sudah ada wilayah di Makassar, Kalimantan, dan tentu saja Bali. Insya Allah, akan ada dua lagi. Ada juga yang mengatakan akan ada satu di Jawa Tengah,” pungkasnya.
