John Herdman Bawa Pelajaran Berharga dari Piala AFF untuk Hadapi FIFA ASEAN Cup 2026

SKOR.id - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman mengambil banyak pelajaran dari Piala AFF, menjelang persiapan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Pada ajang Piala AFF 2026, Timnas Indonesia gagal lolos dari fase grup, setelah hanya finis di peringkat ketiga.
Skuad Garuda meraih dua kemenangan, sekali imbang dan sekali kalah di Grup A Piala AFF 2026.
Hasilnya, Timnas Indonesia hanya meraih tujuh poin, di bawah Singapura dengan delapan poin dan Vietnam yang menjadi pemuncak klasemen dengan 10 poin.
Baca Juga: Kapten Baru Timnas Indonesia Bahas Rivalitas Kawasan hingga Kedatangan Pemain Anyar
Baca Juga: John Herdman Bertemu Mantan Pemainnya di Kanada, Fokusnya Hanya untuk Timnas Indonesia
Kini John Herdman akan memimpin skuad Timnas Indonesia di ajang FIFA ASEAN Cup 2026.
Berbekal hasil di Piala AFF 2026, John Herdman mengatakan bahwa dua ajang tersebut berbeda.
"Ini merupakan tim yang berbeda. Tim yang benar-benar berbeda," ujar John Herdman.
"Saya pikir hanya ada lima pemain yang kami bawa dari lingkungan tersebut ke tim yang sekarang. Jadi, ini seperti membandingkan balapan Formula 1 dengan reli. Dua hal yang berbeda," ujarnya menambahkan.
John Herdman menekankan timnya harus beradaptasi di setiap pertandingan.
Namun, ia mengungkapkan Timnas Indonesia tak bis amelakukan rotasi pemain sebanyak di Piala AFF.
"Jadi, pelajarannya sangat jelas. Kami harus beradaptasi dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Kami harus melakukan rotasi skuad," ujar John Herdman.
"Kami tidak bisa melakukan rotasi sebanyak yang kami inginkan di AFF, tetapi saya pikir sekarang kami memiliki kedalaman skuad untuk menghadapi setiap pertandingan dengan wajah-wajah berbeda dan energi baru, sehingga bisa menghadapi semangat dan energi dari lawan-lawan kami," ujarnya menambahkan.
John Herdman senang dengan digelarnya kompetisi ini, karena Indonesia berpeluang mengangkat trofi di kandang sendiri.
Namun ia melihat bahwa memperebutkan trofi di ASEAN tidaklah mudah.
"Ya, ini merupakan kompetisi yang bermakna. Selamat kepada PSSI dan Pak Erick Thohir karena telah membawa turnamen bergengsi seperti ini ke negara kami. Kami memiliki kesempatan untuk mengangkat trofi di stadion sendiri. Kondisinya juga disiapkan untuk memberikan kesempatan terbaik bagi kami," ujarnya.
"Kami tahu ASEAN sangat sulit. Sangat sulit. Kami datang dengan banyak talenta, tetapi banyak tim lain memiliki pengalaman sebagai tim nasional. Jadi, talenta yang kami miliki bisa diimbangi oleh tim-tim yang sudah bermain bersama selama tiga, empat, atau lima tahun."
"Jadi, bagi kami sekali lagi, satu pertandingan demi satu pertandingan. Kami akan fokus menghadapi Singapura dan berusaha meraih tiga poin," ujarnya menambahkan.
