Home > Super League

Persija vs Persib: Erick Thohir Ingatkan Jangan Sampai Tragedi Kanjuruhan Terulang di Ibu Kota

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menginginkan pertandingan Super League 2026-2027 antara Persija Jakarta versus Persib Bandung berjalan dengan aman dan tertib.
Image
Teguh Kurniawan Editor : Teguh Kurniawan
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Sumber:(Grafis: Jovi Arnanda/Skor.id)
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Sumber:(Grafis: Jovi Arnanda/Skor.id)

SKOR.id - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menginginkan pertandingan Super League 2026-2027 antara Persija Jakarta versus Persib Bandung berjalan dengan aman dan tertib.

Laga tersebut dijadwalkan berlangsung hari ini, Sabtu (12/9/2026) sore pukul 15.30 WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Sebuah momen penting, mengingat betapa sulitnya menggelar duel dua rival bebuyutan itu di ibu kota.

Ya, terakhir kali Persija diizinkan menjamu Persib di Jakarta sudah lewat tujuh tahun lalu, tepatnya pada 2019.

Baca Juga: Jelang Persija vs Persib di SUGBK, PSSI Sampaikan Pesan Damai

Baca Juga: Persija vs Persib Resmi Kembali Digelar di Jakarta, Ferry Paulus Wanti-wanti Jakmania

Musim ini, setelah melalui banyak pertimbangan, berbagai diskusi antara stakeholder, dan lampu hijau dari pihak kepolisian, pertandingan bertajuk 'EL Clasico' itu akhirnya boleh digelar di Jakarta.

Namun, Erick Thohir mewanti-wanti agar pertandingan tidak ternoda oleh kelakuan segelintir oknum tak bertanggung jawab.

Dia paham bahwa pertandingan bakal berlangsung dalam tensi panas, tapi itu bukan alasan untuk terjadinya insiden-insiden di luar sepak bola yang bisa mencoreng wajah bangsa.

Erick Thohir berbicara kepada awak media pada even Indonesia Sports Summit 2026 di JICC, Senayan, Jakarta, 11 September 2026. (Teguh Kurniawan/Skor.id)
Erick Thohir berbicara kepada awak media pada even Indonesia Sports Summit 2026 di JICC, Senayan, Jakarta, 11 September 2026. (Teguh Kurniawan/Skor.id)

"Ingat, kita pernah kena peristiwa yang membuat muka kita tercoreng di seluruh dunia. Dan, pada saat itu, kalau sampai ada sanksi FIFA, tidak ada yang namanya tim nasional hari ini karena di-banned 8-10 tahun," kata sang Ketum kepada awak media saat menghadiri Indonesia Sports Summit 2026 di JICC, Senayan, Jakarta, Jumat (11/9/2026).

"Saya mengingatkan, peristiwa Kanjuruhan itu jangan pernah dilupakan. Untuk pertandingan Persija dan Persib ini, saya berharap Persija menjadi tuan rumah yang baik dan Persib Bandung menjaga teritorinya di Jawa Barat." dia menambahkan.

Lebih lanjut, Erick Thohir memberi ultimatum bahwa siapapun yang coba memantik keributan, bahkan sampai menimbulkan korban jiwa, bakal mendapat hukuman berat.

Dia tidak lagi bicara soal sanksi larangan menonton atau denda finansial, tapi siap menempuh jalur hukum.

"Liga dan PSSI, termasuk saya, sudah bicara dengan semua pihak terkait, siapapun individu yang membuat kekerasan ataupun provokasi yang menyebabkan ada suporter yang tidak pulang rumah dengan selamat, kami bersepakat bersama Polri memastikan akan ada proses hukum yang seberat-beratnya," ujarnya.

"Sebab yang namanya meninggal itu adalah nyawa manusia. Apa bedanya dengan kekerasan-kekerasan yang terjadi di tindak kriminal lain. Mau itu pembunuhan, perampokan, itu adalah sama. Jangan biarkan anak-anak kita, keluarga kita, menjadi korban berikutnya," tegas sosok yang juga menjabat Menpora RI tersebut.

Oleh karena itu, Erick meminta semua pihak, mulai dari panitia pelaksana (panpel), kepolisian, hingga suporter, saling berkoordinasi untuk memastikan pertandingan Persija kontra Persib berjalan lancar.

Dia mengingatkan lagi bahwa terlepas dari perbedaan yang ada, insan sepak bola Indonesia adalah satu kesatuan.

"Jadi jelas posisinya, siapapun oknum individu yang melakukan hal-hal yang menjurus atau mengakibatkan terenggutnya nyawa suporter akan dihukum sekeras-kerasnya. Harus ada jera karena ini (nyawa) manusia, dan bangsa kita juga di bawah payung Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila," pungkasnya.

× Image