Home > Other Sports

Lewat Indonesia Sports Summit 2026, Erick Thohir Dorong Agar Olahraga Dijadikan Investasi

Menpora RI, Erick Thohir, mengatakan bahwa industri olahraga Indonesia punya potensi besar tapi belum dimaksimalkan.
Image
Teguh Kurniawan Editor : Teguh Kurniawan
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, membuka Indonesia Sports Summit 2026 di Jakarta International Convention Center, Senayan, Jakarta. Sumber:(Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, membuka Indonesia Sports Summit 2026 di Jakarta International Convention Center, Senayan, Jakarta. Sumber:(Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)

SKOR.id - Olahraga kini harus dipandang sebagai sumber ekonomi potensial buat negara, bukan lagi pemborosan biaya semata,

Hal itu ditegaskan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, saat membuka Indonesia Sports Summit 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (11/9/2026) sore.

Menurut Erick, Indonesia punya sejak dulu sudah punya banyak potensi sport industry, namun belum digarap dengan maksimal.

"Tiga tahun setelah kemerdekaan, 1948, para pemimpin bangsa kita melakukan komitmen luar biasa, yakni pekan olahraga pertama. Ini investasi awal pembangunan karakter bangsa lewat olahraga," kata Erick.

"Tujuh belas tahun setelah kemerdekaan, kita menjadi negara keempat di Asia yang menggelar Asian Games. Luar biasa. Tapi, ini bukan cuma soal olahraga, tapi ada economy impact," tambahnya.

Baca Juga: CEO Ajax Bakal Hadir di Indonesia Sports Summit 2026, Ini yang Bakal Dibahas

Baca Juga: Lomba Sihir, Diskoria dan Tulus Semarakkan Sportainment pada ISS 2026

Event-event besar melahirkan berbagai landmark di ibu kota, terutama Gelora Bung Karno yang masih menjadi pusat olahraga hingga saat ini.

Sayang, kata Erick, seiring waktu persepsinya berubah. Olahraga kemudian dipandang sebagai penguras biaya, biaya, dan biaya.

Itulah mengapa kini saatnya mengembalikan perspektif tersebut, bahwa olahraga sejatinya adalah investasi, baik investasi karakter, kesehatan, dan terutama ekonomi.

Namun, dibandingkan dengan industri global, Indonesia saat ini masih jauh tertinggal.

"Di Indonesia Sports Summit tahun lalu saya bicara, sport industry dunia Rp8.000 triliun, sport tourism-nya Rp9.700 triliun. Sementara, kita hari ini hanya tidak sampai Rp40 triliun, artinya hanya 0,5 persen dari komparasi global industry," ujar Erick Thohir.

Sang Menpora yakin bahwa angka sebenarnya tidak sekecil itu. Jika serius, banyak potensi olahraga yang bisa digali dan menghasilkan dampak ekonomi.

"Liga sepak bola itu kemarin ketika dihitung memberikan Rp10,5 triliun impact ekonomi. Dari pihak Danantara juga sudah menghitung MotoGP Mandalika, didapat Rp4,5 triliun. Artinya memang ada, kalau kita benar-benar serius membangun ini dan menghitung ulang berapa ekonomi impact masing-masing event," katanya.

"Berbagai event lari, marathon, kemudian ada kejuaraan IBL, juga padel sekarang. Ini economy impact-nya ada. Kalau ini benar-benar menjadi sebuah value, menjadi pertumbuhan ekonomi, bisa juga membuka lapangan pekerjaan," dia menambahkan.

Tapi, Erick menegaskan bahwa membangun pertumbuhan ekonomi dari sektor olahraga tak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus berdasarkan kerja sama antara pemerintah, private sector, dan masyarakat.

Bangun ekosistem

Keresahan ini yang akhirnya mendorong Kemenpora RI menciptakan satu ekosistem di mana siapapun bisa terlibat dalam pengembangan industri olahraga tanah air.

Pada Indonesia Sports Summit 2026, mereka resmi meluncurkan sebuah laman khusus bernama Sport in Indonesia, yang merupakan portal digital yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan mengenai penyelenggaran event olahraga.

Mulai dari sejarah, kalender event, pembelian tiket, akomodasi, pembuatan visa bagi turis, hingga langkah-langkah investasi dan penyelenggaraan. Semua terangkum lengkap dalam satu platform.

Bahkan, buat pengunjung dari luar negeri, ada pula informasi mengenai hal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan berdasarkan adat di daerah tempat penyelenggaraan event.

"Hari ini kita coba membangun sebuah ekosistem, membangun satu pintu untuk sebuah portal supaya isu-isu kemudahan, apakah berinvestasi, event, hal lainnya, visa, semua. Ini kita jadi satukan," kata Erick Thohir.

Menpora berharap, dengan hadirnya Sport in Indonesia, cita-cita mendongkrak industri olahraga tanah air bisa segera terwujud.

× Image