Home > Badminton

Dejan/Apri Raih Gelar Perdana sebagai Pasangan, Optimistis Tatap Masa Depan

Ganda campuran Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu berhasil menjadi juara Pontianak International Challenge 2026.
Image
Teguh Kurniawan Editor : Teguh Kurniawan
Ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu. Sumber:(Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)
Ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu. Sumber:(Grafis: Deni Sulaeman/Skor.id)

SKOR.id - Ganda campuran Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu berhasil meraih gelar perdana sebagai pasangan. Itu didapatkan di Pontianak International Challenge 2026.

Pada partai final, Minggu (30/8/2026), Dejan/Apri menekuk wakil Taiwan, Lin Sheng-ming/Sun Liang-ching, lewat pertarungan ketat rubber game, 19-21, 27-25, 21-19.

Saling percaya dan chemistry yang makin terbangun antara keduanya menjadi kunci kemenangan.

"Sangat tidak mudah pertandingan hari ini, tensinya sangat tinggi dan kami terus tertekan tapi kami terus coba untuk menaikkan hawa pertandingannya. Walau dengan keadaan gugup dan tegang tapi bagaimana kami harus bisa mengatasinya," kata Apri.

"Lawan bermain sangat bagus, mereka kuat dan power-nya kencang. Pemain putranya pintar mengarahkan bola jadi kami posisinya banyak tidak enak. Alhamdulillah, di saat-saat akhir kami bisa mendapatkan formula yang tepat untuk melawannya," Dejan menambahkan.

Baru sekitar dua bulan dipasangkan, tepatnya sejak akhir Juni, wajar jika Dejan/Apri masih mencari bentuk permainan terbaik.

Dan, gelar juara ini hadir di saat yang tepat untuk menambah motivasi mereka. Meski hanya level International Challenge, ini menjadi modal untuk menapak lebih tinggi lagi di masa depan.

Pasangan anyar di sektor ganda campuran, Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu, pecah telur juara di Pontianak International Challenge 2026. (Dok. PBSI)
Pasangan anyar di sektor ganda campuran, Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu, pecah telur juara di Pontianak International Challenge 2026. (Dok. PBSI)

"Alhamdulillah, sangat senang dan bersyukur bisa ambil gelar juara di sini. Karena ini bisa jadi modal untuk kami memulai, untuk modal untuk bisa membangun kepercayaan, membangun keyakinan satu sama lain," ujar Dejan.

"Gelar juara yang penting karena bukan tentang levelnya tapi tentang prosesnya. Kami sedang berproses ke level yang lebih tinggi, semoga ini menjadi pijakan pertamanya," lanjut pebulu tangkis yang terakhir berpasangan dengan Bernadine Anindya Wardana itu.

Sementara, buat Apri, kesuksesan di Pontianak International Challenge 2026 membuatnya lebih yakin bahwa ganda campuran bisa menjadi lembar baru yang menjanjikan.

Sejak pisah dengan Greysia Polii, peraih medali emas Olimpiade 2020 itu memang tak kunjung menemukan irama walau sempat beberapa kali berganti partner di sektor ganda putri.

Kini, Apri mencoba fokus penuh di ganda campuran, dan berharap bersama Dejan dirinya bisa perlahan kembali ke level elite dunia.

"Terima kasih untuk Dejan dan tim pelatih kami, juga teman-teman ganda campuran yang sudah membantu kami, dan saya khususnya yang baru pindah ke ganda campuran," ujarnya.

"Sekiranya ini menjadi modal kami semua di sektor ganda campuran untuk bangkit lagi, untuk berjuang ekstra keras ke depan," dia memungkasi.

Pontianak International Challenge 2026 merupakan turnamen kedua Dejan/Apri sebagai pasangan baru.

Sebelumnya, mereka debut di Taipei Open 2026, bulan lalu, tapi langsung gugur pada babak pertama.

Gelar juara ini cukup menjadi penawar kekecewaan, sekaligus mengembalikan kepercayaan diri bahwa mereka masih punya kualitas dan daya saing.

Sumber: PBSI

× Image