Bung Ferry Soroti Boikot Jakmania di Launching Tim Persija

SKOR.id - Pendiri Jakmania, Ferry Indrasjarief, menyoroti aksi boikot yang dilakukan kelompok suporter Persija Jakarta.
Diketahui, Persija Jakarta melakukan launching tim di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Sabtu (29/8/2026) malam.
Sayangnya, momen penting tersebut tak diramaikan oleh suporter Jakmania yang sedang melakukan aksi mogok datang ke stadion jelang launching tim.
Tindakan boikot itu dilakukan karena manajeman Persija melakukan lonjakan harga tiket pertandingan Macan Kemayoran.
Baca Juga: Daftar Roster Lengkap Semua Tim MPL Indonesia Season 18
Baca Juga: MPL Indonesia Season 18: Hasil, Jadwal, Klasemen Lengkap
Menurut Ferry Indrasjarief, situasi tersebut sangat disayangkan. Ia menilai, persoalan yang terjadi menunjukkan adanya komunikasi yang tidak berjalan dengan baik.
"Ya sebenarnya sayang ya. Ini kan berarti ada komunikasi yang tidak berjalan dengan baik. Dan komunikasi itu enggak bisa dibilang manajemen kurang komunikasi, karena komunikasi itu dua arah, seperti cinta juga dua arah kan," ujar Ferry Indrasjarief saat ditemui di JIS.
Mantan ketua Jakmania itu menyebut sejatinya ada anggota yang sebenarnya ingin tetap menyaksikan launching dan pertandingan Persija hari ini, tetapi berada dalam situasi sulit karena adanya ajakan untuk melakukan boikot.
"Efeknya enggak bagus. Efeknya ke anggota, mereka jadi bingung. Ada yang pengen nonton tapi dilarang. Kabarnya, KTA-nya mau dicabut gitu. Sebenarnya sayang ya," katanya.
Pria yang akrab disapa Bung Ferry itu kemudian mengingat kembali tujuan awal organisasi suporter tersebut dibentuk.
Ia menjelaskan, dirinya bersama 39 anak muda lainnya, termasuk Gugun Gondrong, mendirikan Jakmania untuk mengajak masyarakat Jakarta memberikan dukungan kepada Persija.
"Karena waktu saya sama 39 anak muda yang lain, termasuk Gugun Gondrong, ber-40 kita mendirikan Jakmania, untuk apa? Untuk mengajak masyarakat Jakarta mendukung Persija, bukan melarang. Bukan melarang nonton gitu," ungkap Bung Ferry.
Bung Ferry juga berbicara mengenai alasan para suporter memilih menjadi anggota Jakmania. Menurutnya, salah satu harapan anggota adalah mendapatkan kemudahan dalam memperoleh tiket pertandingan Persija dengan harga yang lebih terjangkau.
Kembali terkait kenaikan harga tiket Persija ini, Bung Ferry mengaku sebenarnya sudah mengingatkan sejak jauh hari. Hal tersebut bahkan telah ia sampaikan sebelum Musyawarah Besar atau Mubes Jakmania digelar.
"Tiket naik itu kan saya sudah informasikan jauh sebelum ada mubes Jakmania. Ketika saya mengajak tiga calon Ketum itu untuk makan bersama di Kokas, saya ajak ngobrol," kata Ferry.
"Saya kasih tahu bahwa PR berat kalian, siapapun yang terpilih, adalah ada rencana dari manajemen untuk menaikkan harga tiket. Jadi sebaiknya ini dikomunikasikan dengan cepat."
Tiket Dialihkan ke Masyarakat Umum
Sementara itu, Ferry juga memberikan pandangannya terkait tiket yang sebelumnya dialokasikan untuk Jakmania, kemudian dialihkan kepada masyarakat umum.
Menurutnya, hal tersebut wajar dilakukan karena Jakmania memilih untuk tidak datang ke pertandingan.
"Biar bagaimanapun, tiket ini kan haknya penonton. Awalnya ditawarkan ke Jakmania, tapi karena Jakmania menolak untuk datang, ya ditawarkan ke pihak yang lain," ujar Ferry.
Meski begitu, Bung Ferry menilai bahwa aksi boikot merupakan hak setiap pihak. Namun, ia mengingatkan agar aksi tersebut tidak disertai tindakan negatif.
"Selama mereka melakukan aksi boikot silahkan, itu hak mereka. Tapi jangan melakukan hal-hal yang negatif. Sehingga banyak di medsos mengancam manajemen, itu kan enggak bagus," kata Bung Ferry.
Bung Ferry menilai kedua belah pihak harus merasa nyaman apabila ingin kembali menjalin kerja sama. Menurutnya, persoalan kenaikan harga tiket seharusnya dibicarakan melalui komunikasi yang baik.
"Kalau kita mau bekerja sama, kedua belah pihak harus sama-sama nyaman. Kalau enggak sama-sama nyaman, ini kan harusnya diketahui, kenapa bisa naik? Harusnya ada pembicara," ucap Bung Ferry.
Bung Ferry menekankan bahwa Jakmania merupakan organisasi yang memiliki struktur kepengurusan. Karena itu, penyampaian aspirasi dilakukan melalui mekanisme organisasi dan perwakilan.
Lebih lanjut, Bung Ferry mengaku masih ingin mencoba membantu memperbaiki hubungan antara Jakmania dan manajemen Persija dengan berbicara sejumlah pihak untuk kembali menyambung tali silaturahmi.
"Kalau saya rencana nanti mau bicara dengan beberapa petinggi. Saya masih mau mencoba menyambung tali silaturahmi ini," tutur Bung Ferry.
"Harusnya sekarang menurut saya Aditya sebagai Ketum Jakmania, dia mengajak sekumnya, ketua hariannya, bendahara umumnya untuk sama-sama menghadap, mau apa ini ke depannya? Enaknya gimana nih? Tetapi komunikasi yang dijalankan itu harus dijalankan dengan baik, bukan saling merasa lebih tinggi," pungkasnya.
