Strategi Vietnam Lolos Piala Dunia 2034: Gandeng FIFA, Bangun Infrastruktur hingga Investasi Pemain Muda dan Naturalisasi

SKOR.id – Vietnam semakin serius membangun jalan menuju panggung terbesar sepak bola dunia. Setelah sukses mempertahankan gelar ASEAN Championship (Piala AFF) 2026, Vietnam kini mengarahkan pandangan jauh ke depan dengan satu target besar yaitu lolos ke Piala Dunia 2034.
Ambisi tersebut bahkan telah masuk dalam rencana resmi pengembangan sepak bola Vietnam. Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata menetapkan target agar Timnas Putra Vietnam menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2030 sebelum berupaya mengamankan tiket ke putaran final Piala Dunia 2034.
Untuk mencapai target tersebut, Vietnam tidak hanya mengandalkan performa tim senior. Mereka mulai membangun ekosistem sepak bola dari level akar rumput, meningkatkan kualitas pembinaan pemain muda, memperkuat infrastruktur, hingga membuka ruang lebih besar bagi pemain naturalisasi.
Momentum terbaru datang ketika Presiden FIFA Gianni Infantino berkunjung ke Vietnam dan bertemu langsung dengan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam sekaligus Presiden Vietnam, To Lam, di Hanoi, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga: Bawa Vietnam Juara Back to Back Piala AFF, Kim Sang-sik Ukir Sederet Rekor
Baca Juga: Saksikan Langsung Final Piala AFF 2026, Gianni Infantino Puji Penyelenggaraan Turnamen
Pertemuan tersebut menjadi salah satu sinyal kuat bahwa sepak bola ditempatkan sebagai bagian penting dalam agenda pembangunan olahraga Vietnam.
Dalam pertemuan itu, To Lam meminta FIFA mempererat kerja sama dengan Vietnam, khususnya dalam pembangunan infrastruktur sepak bola, pengembangan sumber daya manusia, serta penyelenggaraan kompetisi internasional. Vietnam juga berharap mendapat dukungan FIFA dalam pengembangan pelatih dan wasit, sepak bola usia muda, sepak bola sekolah dan komunitas, kompetisi profesional, serta tim nasional.
To Lam juga membuka peluang bagi Vietnam untuk menjadi tuan rumah turnamen yang berada dalam sistem FIFA. Langkah tersebut akan dimulai dari kompetisi yang sesuai dengan kapasitas infrastruktur dan organisasi Vietnam, sebelum secara bertahap membidik turnamen dengan skala lebih besar.
Bagi Vietnam, dukungan FIFA tersebut penting karena ambisi menuju 2034 membutuhkan pembangunan yang tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.
FIFA Melihat Potensi Vietnam
Infantino memberikan respons positif terhadap perkembangan sepak bola Vietnam. Presiden FIFA itu menilai Vietnam memiliki sejumlah modal penting untuk mengejar target yang lebih besar, mulai dari kecintaan masyarakat terhadap sepak bola, potensi pemain muda, hingga keseriusan pemerintah dan federasi dalam mengembangkan ekosistem sepak bola.
Infantino bahkan menyebut Vietnam memiliki hak untuk memasang target dan mimpi yang lebih besar di dunia sepak bola.
Dalam kunjungan berikutnya, Infantino bersama Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom juga melihat langsung pusat pelatihan sepak bola muda dan kompleks olahraga PVF di Hung Yen. Infrastruktur yang tersedia di sana mencakup stadion, lapangan latihan, fasilitas kebugaran, hingga fasilitas pendukung untuk pengembangan pemain.
FIFA pun menyatakan siap melanjutkan dukungannya kepada Vietnam melalui program-program pengembangan sepak bola. Salah satu program yang kembali dibicarakan adalah FIFA Arena.
Program global FIFA tersebut dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas sepak bola dengan membangun setidaknya 1.000 lapangan mini di berbagai wilayah dunia hingga 2031. Tujuannya adalah memberikan lebih banyak ruang bermain, khususnya bagi anak-anak dan komunitas yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas sepak bola.
Vietnam sendiri telah memasukkan FIFA Arena dalam pembicaraan mengenai pengembangan sepak bolanya. Delegasi VFF sebelumnya juga mengikuti agenda FIFA yang membahas implementasi program FIFA Arena, FIFA Forward, dan FIFA Football for Schools.
Dalam konteks ambisi menuju Piala Dunia 2034, FIFA Arena memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar pembangunan lapangan.
Program tersebut dapat menjadi bagian dari rantai pembinaan pemain. Semakin banyak anak memiliki akses untuk bermain, semakin besar pula peluang Vietnam menemukan talenta-talenta baru yang nantinya dapat masuk ke sistem pembinaan nasional.
Infantino juga menyebut kemungkinan pembentukan pusat pelatihan FIFA di Vietnam pada masa mendatang dengan dukungan para ahli internasional. Jika terealisasi, fasilitas tersebut berpotensi semakin memperkuat sistem pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sepak bola Vietnam.
Selain membangun fasilitas, Vietnam mulai menghitung regenerasi secara lebih serius. Generasi Timnas U-17 Vietnam saat ini mendapat perhatian khusus setelah memastikan tiket ke Piala Dunia U-17 2026. VFF melihat kelompok pemain tersebut sebagai salah satu fondasi penting untuk proyek jangka panjang menuju Piala Dunia senior 2034.
Secara usia, para pemain yang kini berada di kelompok U-17 akan memasuki fase kematangan sebagai pesepak bola profesional ketika Kualifikasi Piala Dunia 2034 berlangsung.
Karena itu, VFF ingin pengalaman bermain di Piala Asia U-17 dan Piala Dunia U-17 tidak berhenti sebagai pencapaian kelompok umur. Para pemain tersebut diharapkan terus mendapatkan kompetisi internasional, berkembang di klub, dan pada akhirnya menjadi bagian dari Timnas senior.
Presiden VFF, Tran Quoc Tuan, sebelumnya menegaskan bahwa generasi U-17 tersebut akan mendapat investasi jangka panjang sebagai bagian dari perjalanan Vietnam menuju Piala Dunia 2034.
Dengan demikian, proyek Vietnam tidak hanya berbicara tentang mencari pemain untuk lolos ke satu turnamen. Mereka sedang mencoba membangun generasi yang bisa menjadi tulang punggung Timnas selama bertahun-tahun.
Naturalisasi Jadi Senjata Tambahan
Di level tim senior, Vietnam juga mulai menggunakan pendekatan lain, yakni naturalisasi pemain asing.
Strategi ini semakin terlihat dalam skuad Vietnam pada ASEAN Championship 2026. Pelatih Timnas Vietnam, Kim Sang-sik, memasukkan lima pemain naturalisasi dalam daftar skuad, termasuk pemain kelahiran Brasil Nguyen Xuan Son (Rafaelson) dan Do Hoang Hen (Hendrio), serta sejumlah pemain yang baru memperoleh kewarganegaraan Vietnam.
Tiga pemain kelahiran Brasil—Rafaelson, Hendrio, dan Nguyen Tai Loc (Geovane Magno)—bahkan menjadi bagian dari skuad Vietnam pada ASEAN Cup 2026. Ketiganya memperoleh kewarganegaraan Vietnam setelah memenuhi ketentuan masa tinggal dan proses naturalisasi yang berlaku.
Kehadiran pemain-pemain tersebut memberikan Vietnam opsi tambahan untuk meningkatkan kualitas skuad dalam waktu relatif cepat.
Namun, naturalisasi tidak bisa menjadi satu-satunya jalan menuju Piala Dunia. Strategi tersebut lebih tepat dipandang sebagai jembatan untuk meningkatkan kualitas tim senior dalam jangka pendek, sementara investasi pemain muda menjadi fondasi jangka panjang.
