Home > Liga TopSkor

GIC 2026 Jadi Turnamen Pramusim untuk Tim Liga TopSkor

GIC 2026 dinilai dapat menjadi ajang pemanasan sekaligus turnamen pramusim bagi tim-tim yang akan berkompetisi di Liga TopSkor.
Image
nizar galang Editor : Nizar Galang
Garuda International Cup 2026. (Wiryanto/Skor.id) Sumber:
Garuda International Cup 2026. (Wiryanto/Skor.id) Sumber:

SKOR.id – Garuda International Cup (GIC) 2026 dinilai dapat menjadi ajang pemanasan sekaligus turnamen pramusim bagi tim-tim yang akan berkompetisi di Liga TopSkor.

Hal tersebut disampaikan Direktur Teknik ASIOP, Fakhri Husaini. Ia menilai keberadaan turnamen seperti GIC penting untuk memberikan variasi pengalaman bertanding kepada pemain usia muda, di samping kompetisi reguler.

Menurut Fakhri Husaini, pemain muda membutuhkan keseimbangan antara menjalani kompetisi secara rutin dan mengikuti turnamen dengan karakter pertandingan serta jadwal yang berbeda.

“Harus ada keseimbangan. Pemain itu bermain di kompetisi dan juga bermain di turnamen-turnamen internasional seperti ini,” ujar Fakhri Husaini.

Meski kompetisi reguler memiliki peran penting, Fakhri menilai turnamen seperti GIC juga memberikan manfaat tersendiri bagi perkembangan pemain.

Menurutnya, format turnamen menghadirkan dinamika pertandingan yang berbeda, termasuk kemungkinan pemain harus menjalani sejumlah laga dalam waktu singkat.

“Nah, turnamen seperti ini juga penting. Tidak kalah penting karena memberikan kesempatan dengan dinamika yang berbeda. Mungkin dalam waktu lima hari mereka harus bermain lima atau enam pertandingan. Ini menjadi tantangan tersendiri,” tuturnya.

Direktur Teknik ASIOP, Fakhri Husaini (Dok. istimewa)
Direktur Teknik ASIOP, Fakhri Husaini (Dok. istimewa)

Jadwal pertandingan yang padat tersebut, lanjut Fakhri, dapat menjadi pengalaman berharga bagi pemain dalam menghadapi tekanan sekaligus menguji kemampuan mereka untuk tampil secara konsisten.

“Jadi, untuk menjawab pertanyaan tadi, seberapa penting turnamen seperti ini, menurut saya sama pentingnya dengan kompetisi,” ungkap Fakhri.

Kendati demikian, mantan pelatih Timnas U-16 Indonesia itu menegaskan bahwa kompetisi reguler yang berlangsung secara teratur, terintegrasi, dan berkelanjutan tetap menjadi fondasi utama dalam proses pembinaan pemain usia muda.

“Tetapi memang kompetisi yang teratur, terintegrasi, dan berkelanjutan itu yang sebenarnya kita harapkan,” ucapnya.

Ia menyebut turnamen seperti GIC idealnya berfungsi sebagai pelengkap ketika kompetisi reguler sedang tidak berlangsung. Penyelenggaraan GIC 2026 memiliki momentum yang tepat karena mayoritas peserta merupakan tim yang juga ambil bagian dalam kompetisi Liga TopSkor.

“Turnamen seperti GIC ini hanya sebagai suplemen atau tambahan ketika kompetisi tidak berjalan. Menurut saya, GIC tahun ini juga tepat karena sebagian besar peserta yang hadir di sini merupakan tim-tim yang bermain di Liga TopSkor,” kata Fakhri.

“Jadi, turnamen ini bisa menjadi semacam pramusim bagi tim-tim yang nantinya akan bermain di Liga TopSkor (musim depan),” pungkasnya.

× Image