FIFA Kritisi Upaya untuk Lengserkan Presiden Infantino

SKOR.id - FIFA kini mengkritisi upaya-upaya untuk melengserkan Gianni Infantino sebagai presiden.
Drama di pucuk pimpinan FIFA belum usai.
Laporan eksklusif dari Daily Telegraph mengatakan bahwa Infantino saat menjabat sebagai Sekjen UEFA sempat selingkuh meski sudah menikah.
Masalahnya, UEFA mengonfirmasi bahwa ada pembayaran yang dilakukan kepada wanita tersebut yang digunakan untuk membayar kuliah di sekolah bisnis sang wanita.
Baca Juga: Daftar Roster Lengkap Semua Tim MPL Indonesia Season 18
UEFA mengatakan pembayaran ini masih sesuai dengan regulasi yang berlaku saat itu, meski kini aturan di UEFA sudah diperketat.
Juru bicara Infantino mengatakan sang presiden membantah semua kabar miring ini.
Kabar ini semakin memperuncing drama Infantino vs UEFA.
Sebelumnya, UEFA masih belum mencabut ancaman boikot mereka sebelum mendapat keyakinan bahwa proposal penjualan saham FFE tak bisa dibangkitkan lagi.
UEFA jadi yang terdepan menentang Infantino, selain negara-negara Concacaf dan Asia.
Sedangkan negara-negara Amerika Latin dan Afrika kabarnya tetap mendukung Infantino sebagai presiden.
Setelah kabar tersebut beredar, FIFA kini mengkritisi upaya-upaya untuk melengserkan Infantino dari kursi presiden.
“Presiden FiFA dipilih secara demokratis oleh anggota dan terus melayani mereka dengan mandat ini. Semakin jelas terlihat adanya upaya bersama dan berkelanjutan dari pihak tertentu untuk melemahkan FIFA dan presidennya,” tulis pernyataan resmi FIFA.
“Mereka yang tak memiliki dukungan dari anggota FIFA tak seharusnya mendapat hal tersebut melalui tuduhan, sindiran, atau informasi keliru untuk hal yang tak bisa mereka dapat via proses demokratis yang sudah ditetapkan FIFA.”
FIFA juga mengatakan bahwa perubahan sudah pasti akan ditentang oleh status quo, tetapi mereka juga menyayangkan bahwa seharusnya ketidaksetujuan tak seharusnya membuat pihak-pihak melemahkan presiden FIFA yang dipilih secara demokratis.
"FIFA menyambut baik pengawasan yang sah. Namun, pengawasan bukanlah pembenaran untuk memutarbalikkan fakta, membesar-besarkan tuduhan yang tidak berdasar, ataupun menciptakan pengalihan isu yang dirancang untuk menghambat kemajuan,” tulis FIFA.
"Jika terdapat pemberitaan yang tidak akurat atau menyesatkan, FIFA akan menyanggahnya secara langsung dan tegas."
Sumber: FIFA, BBC
