Peparpeda Kota Bekasi 2026 Tuntas, Ada Pesan Menyentuh untuk Atlet Disabilitas

SKOR.id – Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) Kota Bekasi 2026 yang digelar di GOR Bang Yan, Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, 3-6 Agustus 2026, menjadi lebih dari sekadar ajang perebutan medali. Bagi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bekasi, Dr. Sulvia Triana Hapsari, S.H., M.Hum., kejuaraan ini merupakan panggung bagi para atlet pelajar disabilitas untuk menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang meraih prestasi.
Suasana GOR Bang Yan, Stadion Patriot Candrabhaga, dipenuhi semangat ratusan atlet pelajar disabilitas yang tampil dengan tekad besar. Di mata Dr. Sulvia, mereka hadir bukan untuk mengundang rasa iba, melainkan membawa harapan dan membuktikan kemampuan terbaiknya.
“Saya melihat mereka datang bukan meminta belas kasihan. Mereka datang membawa harapan, mengubah keterbatasan menjadi kekuatan, dan membuktikan bahwa mimpi tidak pernah mengenal batas fisik,” ujar Dr. Sulvia.
Menurutnya, setiap pertandingan yang dijalani para atlet menyimpan cerita perjuangan yang panjang.
Baca Juga: Piala AFF 2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap
Baca Juga: Piala Presiden 2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen
“Di balik setiap medali ada ribuan jam latihan, ada pengorbanan orang tua, ada dukungan para pelatih, dan ada keyakinan bahwa suatu hari mereka mampu berdiri sejajar dengan atlet-atlet terbaik Indonesia,” katanya.
Dr. Sulvia menilai Peparpeda memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sebuah agenda olahraga. Baginya, ajang ini menjadi simbol komitmen menghadirkan kesempatan yang setara bagi seluruh anak bangsa untuk berkembang dan berprestasi.
“Kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari seberapa tinggi gedung yang dibangun, tetapi juga dari seberapa luas kesempatan yang diberikan kepada setiap warganya untuk tumbuh dan meraih prestasi,” ucapnya.
Ia menegaskan para atlet disabilitas harus dipandang sebagai generasi muda yang memiliki bakat, daya juang, dan potensi besar untuk mengharumkan nama Kota Bekasi, Jawa Barat, hingga Indonesia di masa depan.
“Mereka bukan kelompok dengan keterbatasan. Mereka adalah generasi muda yang memiliki talenta, semangat juang, dan potensi besar untuk membawa nama daerah bahkan Indonesia berprestasi di tingkat yang lebih tinggi,” tutur Dr. Sulvia.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kehadiran negara tidak cukup hanya melalui regulasi, tetapi juga diwujudkan lewat perhatian dan dukungan nyata kepada seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas.
“Negara harus hadir melalui perhatian, dukungan, dan keberpihakan agar setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang. Semua berhak bermimpi dan memiliki ruang untuk mewujudkan cita-citanya,” katanya.
Momentum Peparpeda 2026 juga bertepatan dengan babak baru perjalanan pengabdian Dr. Sulvia. Setelah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara pada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.
Meski berpindah tugas, Dr. Sulvia memastikan nilai-nilai yang selama ini dipegangnya akan tetap menjadi landasan dalam menjalankan amanah baru.
“Jabatan boleh berganti dan tempat pengabdian boleh berpindah, tetapi nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian terhadap kelompok rentan, serta keyakinan bahwa setiap anak Indonesia berhak bermimpi dan berprestasi harus terus dijaga,” ungkapnya.
Selama memimpin Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Dr. Sulvia dikenal mendorong sinergi dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, komunitas, hingga organisasi penyandang disabilitas. Baginya, penegakan hukum dan kepedulian sosial merupakan dua hal yang saling melengkapi dalam membangun keadilan yang berkeadaban.
Ia pun berharap para atlet yang tampil di Peparpeda tahun ini mampu melangkah lebih jauh hingga mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang nasional maupun internasional.
“Saya percaya, suatu hari nanti akan ada atlet-atlet disabilitas Kota Bekasi yang berdiri di podium membawa nama Jawa Barat dan Merah Putih. Teruslah berlatih, teruslah percaya pada kemampuan diri sendiri, karena masa depan selalu dimulai dari keberanian untuk bermimpi,” pungkasnya.
