Pencarian Pelatih Baru Italia Rumit, Paolo Maldini dan Leonardo Mengundurkan Diri

SKOR.id - Paolo Maldini dan Leonardo memutuskan mundur dari posisi mereka di Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), sebagai buntut dari kegagalan pencalonan Andrea Pirlo sebagai pelatih Timnas Italia.
Proyek besar diusung FIGC untuk mencari pelatih Timnas Italia yang baru setelah mundurnya Gennaro Gattuso.
Gennaro Gattuso mundur setelah Timnas Italia gagal melaju ke Piala Dunia 2026, menandai kegagalan ketiga Gli Azzurri melaju ke putaran final ajang tersebut.
Sebelumnya, Pep Guardiola menjadi target kuat untuk membawa kembali Gli Azzurri bangkit dari keterpurukan.
Baca Juga: Update Bursa Transfer Liga Italia 2026-2027
Baca Juga: Update Bursa Transfer La Liga 2026-2027
Namun, upaya Paolo Maldini dan Leonardo untuk membujuknya gagal membuahkan hasil.
Pada akhirnya, Paolo Maldini dan Leonardo melakukan pendekatan kepada Andrea Pirlo yang dijadikan kandidat lain untuk menangani Italia.
Upaya Paolo Maldini dan Leonardo kembali pupus, kali ini penolakan keras justru datang dari pihak FIGC.
Penolakan ini disebabkan karena Andrea Pirlo memiliki kaitan dengan sebuah perusahaan taruhan asal Rusia.
Maldini dan Leonardo kemudian memilih mundur dari jabatan yang mereka emban, pencarian pelatih balu Gli Azzurri masih berlanjut.
Andrea Pirlo yang kini menangani klu Uni Emirat Arab, juga telah memberi respons melalui unggahannya di media Sosial.
"Dalam beberapa hari terakhir, saya menyaksikan dengan sangat getir perdebatan yang berkembang seputar nama saya dan kemungkinan untuk menjabat sebagai Kepala Pelatih tim nasional Italia. Karena menghormati lembaga-lembaga, Federasi, dan semua pihak yang terlibat, saya memilih untuk tetap diam hingga saat ini," tulis Andrea Pirlo.
"Namun, saya merasa berkewajiban untuk mengklarifikasi beberapa aspek. Sepanjang karier saya, pertama sebagai pemain dan sekarang sebagai pelatih, saya selalu menjalankan aktivitas saya sepenuhnya sesuai dengan hukum negara tempat saya bekerja dan kontrak yang telah saya tandatangani. Kolaborasi profesional yang menjadi pusat kontroversi baru-baru ini muncul dalam konteks karier saya di Uni Emirat Arab dan semata-mata bersifat komersial dan olahraga. Mengaitkan makna politik pada kolaborasi ini berarti mengaitkan kepada saya keyakinan yang tidak pernah saya ungkapkan dan yang bukan milik saya."
"Saya ingin berterima kasih kepada Maldini dan Leonardo atas penghargaan dan kepercayaan yang telah mereka tunjukkan kepada saya. Saya menyadari keahlian mereka, profesionalisme mereka, dan kecintaan yang selalu mereka curahkan kepada sepak bola Italia. Saya menyesal bahwa keputusan olahraga dengan cepat diseret ke dalam debat publik yang akhirnya mengaitkan kepada saya makna dan niat yang bukan milik saya. Kecintaan saya pada Italia tidak bergantung pada posisi. Itu adalah bagian dari sejarah saya, identitas saya, dan akan selalu bersama saya," ungkapnya.
Mundurnya Maldini dan Leonardo ini disebut karena upaya mereka diintervensi secara langsung oleh FIGC.
Dilaporkan oleh Sky Sport Italia, Maldini dan Leonardo secara langsung menemui presiden FIGC, Giovanni Malago, untuk membicarakan keputusan mereka.
Sebelumnya Giovanni Malago dilaporkan telah mengakhiri kontak dengan Pirlo, tetapi berusaha menjaga kontak dengan Maldini dan Leonardo untuk menangani krisis ini.
Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi ikut mengomentari masalah ini dengan menilai apa yang terjadi memberikan kesan buruk.
"Ini adalah berita yang berbicara sendiri, sebuah situasi yang seharusnya bisa kamim ubah dengan lebih cepat dan dengan pemahaman bersama yang belum terwujud. Sekarang kami harus memperbaiki kesan buruk yang telah kami buat," ujar Andrea Abodi.
Di sisi lain, Giovanni Malago mengungkap dirinya masih melanjutkan upaya pencarian pelatih ini, sekaligus menanggapi pernyataan Abodi.
"Saya sedang mengusahakannya, Anda akan segera tahu semuanya. Abodi bilang ini memberi kesan buruk? Kita lihat saja siapa yang memberi kesan buruk itu," ungkapnya.
Kini muncul beberapa nama kandidat pelatih Italia berikutnya, dari Antonio Conte, Roberto Mancini, hingga Thiago Motta.
Di antara ketiga nama ini, Antonio Conte dan Roberto Mancini punya jam terbang lebih tinggi.
Sumber: Sky Sports Italia, BBC
