Menang Besar di Laga Perdana, Vietnam Disebut Masih Menyimpan Senjata Rahasia

SKOR.id - Kemenangan telak 7-0 atas Timor Leste pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026, 24 Juli lalu, menjadi awal yang nyaris sempurna bagi Timnas Vietnam. Tujuh gol, permainan menyerang yang atraktif, serta dominasi sepanjang pertandingan menunjukkan kualitas sang juara bertahan.
Namun di balik pesta gol tersebut, ada satu hal yang justru menarik perhatian. Tak satu pun gol Vietnam lahir dari situasi bola mati, padahal aspek itu selama ini menjadi salah satu kekuatan utama tim racikan Kim Sang-sik.
Vietnam tampil begitu dominan sehingga sebagian besar peluang mereka tercipta melalui kombinasi permainan terbuka. Lini pertahanan Timor Leste berkali-kali ditembus lewat pergerakan cepat dan kerja sama antarpemain, membuat Vietnam tidak perlu mengandalkan skema tendangan bebas maupun sepak pojok untuk mengamankan kemenangan.
Menurut media Vietnam, Bongda.com.vn, kondisi itu memunculkan dugaan bahwa Kim Sang-sik sengaja belum membuka seluruh variasi taktik yang dimilikinya. Dalam turnamen singkat seperti Piala AFF, menyimpan strategi untuk menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat merupakan hal yang lazim dilakukan.
Baca Juga: Piala AFF 2026: Jadwal, Hasil dan Klasemen Lengkap
Baca Juga: 5 Pemain 0 Caps yang Bisa Debut untuk Indonesia saat Lawan Kamboja
Apalagi, pesaing utama seperti Indonesia maupun Thailand dipastikan terus memantau setiap detail permainan Vietnam sepanjang fase grup. Menampilkan seluruh skema bola mati sejak pertandingan pertama justru bisa memberikan bahan analisis tambahan bagi calon lawan.
Sebenarnya, skuad Vietnam memiliki banyak pemain yang mampu menjadi pembeda dalam situasi bola mati. Nguyen Quang Hai dan Nguyen Hoang Duc dikenal sebagai eksekutor tendangan bebas dengan akurasi tinggi, khususnya melalui kaki kiri mereka. Dari sisi sebaliknya, Nguyen Dinh Bac maupun Do Hoang Hen juga memiliki kemampuan serupa untuk menciptakan ancaman.
Selain kualitas para penendang, Vietnam kini juga memiliki keuntungan dari segi postur pemain. Kehadiran Dinh Quang Kiet (195 cm), Nguyen Tai Loc (188 cm), Nguyen Xuan Son (186 cm), hingga Bui Hoang Viet Anh (184 cm) membuat mereka semakin berbahaya dalam duel udara, baik saat menerima umpan silang maupun memanfaatkan sepak pojok.
Kombinasi eksekutor berkualitas dan target man bertubuh tinggi membuat bola mati berpotensi menjadi salah satu senjata paling mematikan Vietnam sepanjang turnamen. Namun, hingga pertandingan pertama berakhir, senjata tersebut belum benar-benar diperlihatkan.
Keputusan Kim Sang-sik untuk tidak mengeksploitasi situasi bola mati bisa menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Saat menghadapi lawan yang lebih disiplin bertahan pada fase gugur nanti, bola mati sering kali menjadi solusi untuk memecah kebuntuan ketika permainan terbuka tidak berjalan sesuai rencana.
Karena itu, bukan tidak mungkin para pendukung Vietnam baru akan melihat seluruh variasi skema bola mati tim kesayangannya pada pertandingan-pertandingan yang lebih menentukan. Jika benar demikian, kemenangan besar atas Timor Leste bukan hanya menghasilkan tiga poin dan selisih gol yang menguntungkan, tetapi juga membuat Vietnam masih menyimpan salah satu senjata andalannya untuk saat yang paling tepat.
Selain Timor Leste, di Grup A Vietnam akan menghadapi Singapura, Indonesia, dan Kamboja. Terdekat, mereka akan melawan Singapura di Stadion Nasional My Dinh, 31 Juli mendatang.
Sumber: Bongda.com.vn
