OG Jersey Semarakkan Piala Dunia Lewat Turnamen Padel dan Pameran Jersey Ikonik

SKOR.id - Demam Piala Dunia 2026 tak hanya terasa di lapangan hijau, tetapi juga merambah berbagai aktivitas komunitas sepak bola di Indonesia.
Salah satunya diwujudkan oleh OG Jersey lewat penyelenggaraan "Own the Vibe, Join the Tribe!" di Margot Padel, Jakarta Selatan, pada Minggu (12/7/2026).
Acara ini menggabungkan turnamen padel dengan pameran koleksi jersey ikonik Piala Dunia dari berbagai era, sekaligus menjadi ajang komunitas pecinta sepak bola dan kolektor jersey berkumpul.
Perpaduan antara olahraga dan budaya sepak bola menghadirkan pengalaman berbeda bagi para peserta sekaligus menyemarakkan atmosfer turnamen sepak bola empat tahunan tersebut.
Berbagai jersey legendaris dari sejumlah negara yang pernah dikenakan di final Piala Dunia dipamerkan dalam kegiatan ini. Ada Brasil, Prancis, Italia, Argentina, hingga Spanyol.
Ada juga jersey-jersey dengan desain klasik yang ikonik, seperti milik Kolombia, Iran, Inggris, Jepang, Portugal, Belanda, Maroko, Amerika Serikat, hingga Arab Saudi.
Tentunya, sejumlah nama legenda sepak bola dunia terpampang di balik jersey klasik itu, antara lain Ronaldo, Andres Escobar, Hidetoshi Nakata, Mustapha Hadji, Alexi Lalas, Patrick Kluivert, serta David Beckham.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Beri Hadiah Spesial untuk IShowSpeed
Baca Juga: Justin Bieber Lengkapi Deretan Bintang Halftime Show Final Piala Dunia 2026
Di sisi lain, turnamen padel berlangsung kompetitif namun tetap mengedepankan semangat sportivitas. Para peserta berasal dari berbagai komunitas dengan latar belakang yang beragam, mulai dari pecinta sepak bola, kolektor jersey, hingga komunitas olahraga.
Pemilik OG Jersey selaku penyelenggara acara, Gian Triawan Putra, berharap kegiatan ini bertujuan untuk menyemarakkan perhelatan Piala Dunia 2026 yang sudah masuk babak semifinal.
Ia juga berharap, "Own the Vibe, Join the Tribe!" menjadi ajang silaturahmi yang mempererat antara pencinta sepak bola.
"Turnamen padel dan World Cup Jersey Exhibition ini kami selenggarakan sebagai bentuk perayaan euforia Piala Dunia 2026. Antusiasme masyarakat terhadap turnamen tahun ini luar biasa," ucap Gian.
"Banyak komunitas mengadakan nonton bareng, dan tak sedikit masyarakat yang rela begadang untuk mengikuti setiap pertandingan. Semangat itulah yang ingin kami hadirkan melalui acara ini," tambah pria yang akrab disapa Onokonolo itu.
Ia menyampaikan, sepak bola bukan hanya soal pertandingan selama 90 menit, tetapi juga tentang budaya, persahabatan, dan kebersamaan yang lahir di luar lapangan.
"Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan ruang bagi para pecinta sepak bola untuk saling bertemu, berbagi cerita, sekaligus menikmati euforia Piala Dunia dengan cara yang berbeda," ujarnya.
Antusiasme peserta pun terlihat sepanjang acara. Banyak pengunjung memanfaatkan kesempatan untuk berfoto dengan koleksi jersey langka, berdiskusi mengenai hasil pertandingan di Piala Dunia 2026, hingga bertukar pengalaman seputar koleksi jersey-nya.
Lebih lanjut, Onokonolo sebagai seorang penjual jersey original vintage menceritakan pengalamannya selama gelaran Piala Dunia 2026.
Menurutnya, penjualan jersey original vintage mengalami peningkatan signifikan.
Bahkan, ia berkata, jersey-jersey empat negara yang masuk ke semifinal Piala Dunia 2026 sudah hampir habis terjual.
Sebanyak empat tim yang masuk ke semifinal Piala Dunia 2026 adalah Prancis, Spanyol Inggris, dan Argentina.
"Penjualan bagus banget. Saya sekarang sudah hampir habis jersey Inggris, Argentina, Prancis, Spanyol. Orang-orang pada mencari jersey tim-tim yang akan tampil di semifinal hingga final," kata Onokonolo.
OG Jersey pun berharap bisa menggelar kegiatan serupa di momentum pesta sepak bola lainnya mendatang, sehingga komunitas pecinta sepak bola di Indonesia memiliki ruang untuk terus tumbuh, berkolaborasi, dan mengenalkan jersey original.
"Bagi kami, jersey bukan sekadar pakaian pertandingan. Setiap jersey menyimpan cerita, sejarah, dan kenangan dari sebuah generasi. Lewat acara seperti ini, kami ingin semakin banyak orang mengenal sejarah sepak bola sekaligus membangun komunitas yang bisa tumbuh bersama," tutupnya.
