Evaluasi Pelatih Usai Timnas Voli Putra U-18 Indonesia Kalah dari Cina di Laga Pembuka AVC U-18 2026

SKOR,id - Timnas Voli Putra U-18 Indonesia menelan pil pahit pada laga pembuka Pool A AVC Boys' U-18 Volleyball Championship 2026.
Menghadapi tuan rumah Cina di Haikou Wuyuanhe Gymnasium, Minggu (12/7/2026), mereka kalah 1-3 (23-25, 24-26, 25-21, 20-25).
Meski demikian, pasukan Merah Putih mampu memaksakan pertarungan sengit terhadap sang juara bertahan.
Mereka menempel ketat Cina pada set pertama, bahkan sempat unggul di set kedua sebelum kehilangan kendali.
Set ketiga menjadi pembuktian kualitas Risqi Maulana dan kawan-kawan lewat kemenangan apik.
Sayang, momentum tersebut tak bisa dipertahankan. Cina bangkit di set keempat dan menutup laga lewat performa dominan.
Hasil ini menyesakkan, tapi cukup bagus bagi tim debutan yang langsung menghadapi tuan rumah sekaligus juara bertahan pada pertandingan perdana.
Kekalahan memberi ruang bagi tim asuhan Odyk Hermanto untuk belajar dan membenahi sejumlah kekurangan yang terlihat sepanjang laga.
"Anak-anak sudah bermain bagus, hanya saja mereka telat untuk adaptasi di awal pertandingan," ujar sang pelatih.
"Kami masih lemah di posisi blok, yang mana pemain tuan rumah punya postur dan jangkauan lebih tinggi. Selain itu, posisi bertahan anak-anak juga kurang rapat," tambahnya.
Tak perlu terlalu kecewa, pil pahit dari Cina justru bisa menjadi motivasi Timnas Voli Putra U-18 Indonesia untuk tampil lebih garang di laga selanjutnya.
Ya, mengingat targetnya adalah mencapai semifinal, artinya Risqi Maulana dan kawan-kawan harus finis dua besar di Pool A.
Itu hanya bisa dicapai dengan menyapu dua pertandingan kontra Taiwan dan Hong Kong dengan kemenangan.
Terutama pada duel kedua kontra Taiwan, Senin (13/7/2026), mereka wajib menang. Pasalnya, sang lawan sudah punya koleksi satu kemenangan usai menekuk Hong Kong 3-2 di laga pertama.
Jika Taiwan menang lagi, peluang Indonesia untuk finis dua besar dan lolos ke perempat final dipastikan sirna. Sebab, koleksi dua kemenangan Taiwan takkan bisa dikejar dengan menyisakan satu laga.
Odyk Hermanto meminta anak asuhnya untuk melupakan kekalahan dari Cina dan fokus mempersiapkan dari jelang menghadapi Taiwan.
"Untuk pertandingan berikutnya, kami akan fokus evaluasi antisipasi blok dan pola bertahan agar counter attack lebih matang," katanya.
